Fiqih 03 – Tauhid dan Keimanan 15

Sifat Neraka

  • Neraka adalah tempat penyiksaan yang disediakan oleh Allah SUBHANAHU WA TA’ALA di akhirat untuk orang-orang kafir, orang-orang munafik, dan orang-orang yang durhaka.
  • Di sini, kita akan membicarakan tentang neraka sebagai tempat kebinasaan dan berbagai macam jenis siksaan yang terdapat di dalamnya, agar hal itu membangkitkan kita untuk takut dan berlari dari neraka. Beruntung dengan mendapatkan surga dan selamat dari neraka hanya bisa diperoleh dengan beriman dan beramal shalih serta menjauhi perbuatan syirik dan menghindari tindakan maksiat. Kita memohon kepada Allah SUBHANAHU WA TA’ALA agar beruntung mendapatkan surga dan selamat dari neraka. Dan pembicaraan tentang neraka hanya berdasarkan al-Qur`an dan as-Sunnah yang shahih.

Nama-nama neraka yang terkenal:

  • Neraka itu satu, memiliki bermacam-macam sifat. Dan di antara nama-namanya yang paling terkenal:

An-Naar (api neraka): firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَمَن يَعۡصِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُۥ يُدۡخِلۡهُ نَارًا خَٰلِدٗا فِيهَا وَلَهُۥ عَذَابٞ مُّهِينٞ ١٤ ﴾ [النساء : ١٤]

Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan”. Al-Nisa: 14

 

Jahannam: firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ …….. إِنَّ ٱللَّهَ جَامِعُ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ وَٱلۡكَٰفِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعًا ١٤٠ ﴾ [النساء : ١٤٠]

Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam“. QS. Al-Nisa’: 140

al-Jahiim. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَكَذَّبُواْ بِ‍َٔايَٰتِنَآ أُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَحِيمِ ١٠ ﴾ [المائ‍دة: ١٠]

Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat kami, mereka itu adalah penghuni neraka“. QS. Al-ma’idah: 10

As-Saa’ir: firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ إِنَّ ٱللَّهَ لَعَنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ وَأَعَدَّ لَهُمۡ سَعِيرًا ٦٤ ﴾ [الاحزاب : ٦٤]

Sesungguhnya Allah mela’nati orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka)”. QS.Al-Ahzab: 64

Saqar: Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ يَوۡمَ يُسۡحَبُونَ فِي ٱلنَّارِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمۡ ذُوقُواْ مَسَّ سَقَرَ ٤٨ ﴾ [القمر: ٤٨]

(Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka. (Dikatakan kepada mereka): “Rasakanlah sentuhan api neraka!”. QS. Al-Qomar: 48

Al-Huthamah: Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ كَلَّاۖ لَيُنۢبَذَنَّ فِي ٱلۡحُطَمَةِ ٤ وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا ٱلۡحُطَمَةُ ٥ نَارُ ٱللَّهِ ٱلۡمُوقَدَةُ ٦ ﴾ [الهمزة: ٤،  ٦]

Sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah. 5. Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? 6. (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan”, QS. Al-Humazah: 4-6

Lazha: Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ كَلَّآۖ إِنَّهَا لَظَىٰ ١٥ نَزَّاعَةٗ لِّلشَّوَىٰ ١٦ تَدۡعُواْ مَنۡ أَدۡبَرَ وَتَوَلَّىٰ ١٧ ﴾ [المعارج: ١٥،  ١٧]

Sekali-kali tidak dapat, Sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergolak, 16. Yang mengelupas kulit kepala, Yang memanggil orang yang membelakang dan yang berpaling (dari agama)”. QS. Al-Ma’arij:15-17

 Darul-Bawar: Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ ۞أَلَمۡ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ بَدَّلُواْ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ كُفۡرٗا وَأَحَلُّواْ قَوۡمَهُمۡ دَارَ ٱلۡبَوَارِ ٢٨ جَهَنَّمَ يَصۡلَوۡنَهَاۖ وَبِئۡسَ ٱلۡقَرَارُ ٢٩ ﴾ [ابراهيم: ٢٨،  ٢٩]

Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang Telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan?, 29. Yaitu neraka jahannam; mereka masuk kedalamnya; dan Itulah seburuk-buruk tempat kediaman“. QS. Ibrahim:28-29.

  • Nama tempat di neraka:
  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ كَلَّآ إِنَّ كِتَٰبَ ٱلۡفُجَّارِ لَفِي سِجِّينٖ ٧ ﴾ [المطففين: ٧]

“Sekali-kali jangan curang, Karena Sesungguhnya Kitab orang yang durhaka tersimpan dalam sijjin”. QS. Al-Muthaffifiin:7

Dari Abu Hurairah t sesungguhnya Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda:

وَأَمَّا الْكَافِرُ فَإِذَا قُبِضَتْ نَفْسُهُ وَذُهِبَ بِهِ إِلَى بَابِ اْلأَرْضِ يَقُوْلُ خَزَنَةُ اْلأَرْضِ: مَا وَجَدْنَا رِيْحًا أَنْتَنَ مِنْ هذِهِ, فَتَبْلُغُ بِهَا إِلَى اْلأَرْضِ السُّفْلى

“…Dan adapun orang kafir, apabila telah diambil ruhnya dan dibawa ke pintu bumi, penjaga bumi berkata: “Kami tidak menemukan bau yang lebih busuk dari bau ini, maka bau itu menembus sampai ke bagian bumi yang paling bawah.’ HR. Hakim dan Ibnu Hibban.[1]

  • Kekalnya penghuni neraka:

Orang-orang kafir, kaum musyrikin dan golongan munafik kekal di dalam neraka. Adapun orang-orang beriman yang berbuat dosa, maka mereka berada di bawah kehendak Allah SUBHANAHU WA TA’ALA. Jika Dia menghendaki, Dia mengampuni mereka. Dan jika Dia menghendaki, Dia menyiksa sejumlah dosa-dosa mereka kerjakan.

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ وَٱلۡمُنَٰفِقَٰتِ وَٱلۡكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَٰلِدِينَ فِيهَاۚ هِيَ حَسۡبُهُمۡۚ وَلَعَنَهُمُ ٱللَّهُۖ وَلَهُمۡ عَذَابٞ مُّقِيمٞ ٦٨﴾ [التوبة:8]

Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah mela’nati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal“. QS. At-Taubah: 68

Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغۡفِرُ أَن يُشۡرَكَ بِهِۦ وَيَغۡفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُۚ …….. ٤٨ ﴾ [النساء : ٤٨]

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya“. QS. An-Nisaa: 48

  • Sifat wajah-wajah para penghuni neraka:
  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَيَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ تَرَى ٱلَّذِينَ كَذَبُواْ عَلَى ٱللَّهِ وُجُوهُهُم مُّسۡوَدَّةٌۚ أَلَيۡسَ فِي جَهَنَّمَ مَثۡوٗى لِّلۡمُتَكَبِّرِينَ ٦٠ ﴾ [الزمر: ٥٩]

Dan pada hari kiamat kamu akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap Allah, mukanya menjadi hitam. bukankah dalam neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri?”. QS. Az-Zumar :60

Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَوُجُوهٞ يَوۡمَئِذٍ عَلَيۡهَا غَبَرَةٞ ٤٠ تَرۡهَقُهَا قَتَرَةٌ ٤١ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡكَفَرَةُ ٱلۡفَجَرَةُ ٤٢ ﴾ [عبس : ٤٠،  ٤٢]

“Dan banyak (pula) muka pada hari itu tertutup debu, 41. Dan ditutup lagi oleh kegelapan. 42. Mereka Itulah orang-orang kafir lagi durhaka”. QS. ‘Abasa: 40-42

Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَوُجُوهٞ يَوۡمَئِذِۢ بَاسِرَةٞ ٢٤ تَظُنُّ أَن يُفۡعَلَ بِهَا فَاقِرَةٞ ٢٥ ﴾ [القيامة: ٢٤،  ٢٥]

Dan Wajah-wajah (orang kafir) pada hari itu muram, 25. Mereka yakin bahwa akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang amat dahsyat“. QS. Al-Qiyamah :24-25

Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٍ خَٰشِعَةٌ ٢ عَامِلَةٞ نَّاصِبَةٞ ٣ تَصۡلَىٰ نَارًا حَامِيَةٗ ٤ ﴾ [الغاشية: ٢،  ٤]

  1. Banyak muka pada hari itu tunduk terhina, 3. Bekerja keras lagi kepayahan, 4. Memasuki api yang sangat panas (neraka)”. QS. Al-Ghasyiyah: 2-4
  2. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ تَلۡفَحُ وُجُوهَهُمُ ٱلنَّارُ وَهُمۡ فِيهَا كَٰلِحُونَ ١٠٤ ﴾ [المؤمنون : ١٠٤]

Muka mereka dibakar api neraka, dan mereka di dalam neraka itu dalam keadaan cacat. Al-Mukminin:104

  • Jumlah pintu-pintu neraka:

Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوۡعِدُهُمۡ أَجۡمَعِينَ ٤٣ لَهَا سَبۡعَةُ أَبۡوَٰبٖ لِّكُلِّ بَابٖ مِّنۡهُمۡ جُزۡءٞ مَّقۡسُومٌ ٤٤ ﴾ [الحجر: ٤٣،  ٤٤]

“Dan Sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang Telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut syaitan) semuanya. 44. Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka”.

Al-Hijr: 43-44

  • Pintu-pintu neraka ditutup atas penghuninya:

Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ إِنَّهَا عَلَيۡهِم مُّؤۡصَدَةٞ ٨ فِي عَمَدٖ مُّمَدَّدَةِۢ ٩ ﴾ [الهمزة: ٨،  ٩]

“Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka, 9. (Sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang”. QS. Al-Humazah:8-9

  • Kedatangan api di padang hari kiamat:
  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَبُرِّزَتِ ٱلۡجَحِيمُ لِلۡغَاوِينَ ٩١ ﴾ [الشعراء : ٩١]

  1. “Dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang- orang yang sesat“. QS. Asy-Syu’ara`:91.
  2. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ كَلَّآۖ إِذَا دُكَّتِ ٱلۡأَرۡضُ دَكّٗا دَكّٗا ٢١ وَجَآءَ رَبُّكَ وَٱلۡمَلَكُ صَفّٗا صَفّٗا ٢٢ وَجِاْيٓءَ يَوۡمَئِذِۢ بِجَهَنَّمَۚ يَوۡمَئِذٖ يَتَذَكَّرُ ٱلۡإِنسَٰنُ وَأَنَّىٰ لَهُ ٱلذِّكۡرَىٰ ٢٣ ﴾ [الفجر: ٢١،  ٢٣]

  1. “Jangan (berbuat demikian). apabila bumi digoncangkan berturut-turut, 22. Dan datanglah Tuhanmu; sedang malaikat berbaris-baris. 23. Dan pada hari itu diperlihatkan neraka jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya”. QS. Al-Fajr: 21-23
  2. Dari Abdullah bin Mas’ud t berkata: Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda:

يُؤْتَى بِجَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ لَهَا سَبْعُوْنَ أَلْفَ زِمَامٍ, مَعَ كُلِّ زِمَامٍ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ يَجُرُّوْنَهَا

Neraja jahannam didatangkan pada hari itu, dia memiliki tujuhpuluh tali kekang, bersama setiap tali kekang terdapat tujuhpuluh malaikat yang menariknya.” HR. Muslim.[2]

  • Mendatangi neraka dan orang yang pertama kali melewati titian:
  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَإِن مِّنكُمۡ إِلَّا وَارِدُهَاۚ كَانَ عَلَىٰ رَبِّكَ حَتۡمٗا مَّقۡضِيّٗا ٧١ ثُمَّ نُنَجِّي ٱلَّذِينَ ٱتَّقَواْ وَّنَذَرُ ٱلظَّٰلِمِينَ فِيهَا جِثِيّٗا ٧٢ ﴾ [مريم: ٧١،  ٧٢]

  1. Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. 72. Kemudian kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut”. QS. Maryam: 71-72
  2. Dari Abu Hurairah t, sesungguhnya manusia berkata: Ya Rasulullah, apakah kami bisa melihat Rabb kami di hari kiamat… dan di dalam hadits tersebut disebutkan:

وَيُضْرَبُ الصِّرَاطُ بَيْنَ ظَهْرَيْ جَهَنَّمَ فَأَكُوْنُ أَنَا وَأُمَّتِي أَوَّلَ مَنْ يُجِيْزُ

“Dan dibentangkan titian di antara dua punggung neraka jahanam, maka aku dan umatkulah yang pertama-tama melewatinya.” Muttafaqun ‘alaih.[3]

  • Dasar neraka:
  1. Dari Abu Hurairah t berkata: Kami bersama Rasulullah shalallahu alaihi wassalam, ketika terdengar ada suara yang terjatuh. Maka Nabi r bersabda: ‘Apakah kalian mengetahui suara apakah ini? Ia (Abu Hurairah t) berkata: “Kami berkata: “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui”‘ Beliau bersabda:

هذَا حَجَرٌ رُمِيَ بِهِ فِى النَّارِ مُنْذُ سَبْعِيْنَ خَرِيْفًا فَهُوَ يَهْوِي فِى النَّارِ اْلآنَ حَتىَّ انْتَهَى إِلَى قَعْرِهَا.

“Ini adalah batu yang dilemparkan di nereka sejak tujuh puluh tahun yang silam, ia terjatuh saat ini di neraka hingga mencapai dasarnya”. HR. Muslim.[4]

  1. Dari Samurah bin Jundub t, sesungguhnya ia mendengar Nabi r bersabda:

إِنَّ مِنْهُمْ مَنْ تَأْخُذُهُ النَّارُ إِلَى كَعْبَيْهِ, وَمِنْهُمْ مَنْ تَأْخُذُهُ النَّارُ إِلَى حُجْزَتِهِ, وَمِنْهُمْ مَنْ تَأْخُذُهُ النَّارُ إِلَى عُنُقِهِ.

“Sesungguhnya di antara mereka ada yang diambil (dibakar) oleh api neraka hingga dua mata kakinya, ada yang mencapai pinggangnya, dan ada yang mencapai lehernya.” HR. Muslim.

  • Ukuran bagi besarnya bentuk penghuni neraka:
  1. Dari Abu Hurairah tberkataRasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda:

ضِرْسُ الْكَافِرِ أَوْ نَابُ الْكَافِرِ مِثْلُ أُحُدٍ وَغِلَظُ جِلْدِهِ مَسِيْرَةُُُ ثَلاَثٍ

Gigi geraham atau gigi taring orang kafir seperti bukit Uhud dan kekasaran kulitnya mencapai  perjalanan tiga hari.” HR. Muslim.[5]

  1. Dari Abu Hurairah t sesungguhnya Nabi r bersabda:

مَا بَيْنَ مَنْكِبَيِ الْكَافِرِ فِى النَّارِ مَسِيْرَةُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ للِرَّاكِبِ الْمُسْرِعِ

“Jarak antara dua punggung orang kafir di neraka seperti perjalanan tiga hari bagi yang berkendaraan dengan cepat.” Muttafaqun ‘alaih.[6]

  1. Dari Abu Hurairah t, dari Nabi r, beliau bersabda:

ضِرْسُ الْكَافِرِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِثْلُ أُحُدٍ وَعَرْضُ جِلْدِهِ سَبْعُوْنَ ذِرَاعًا وَعَضُدُهُ مِثْلُ الْبَيْضَاءِ وَفَخِذُهُ مِثْلُ وَرْقَانٍ وَمَقْعَدُهُ مِنَ النَّارِ مَا بَيْنِي وَبَيْنَ الرَّبَذَةِ.

Gigi geraham orang kafir di hari kiamat seperti bukit Uhud, lebar kulitnya sepanjang tujuh puluh hasta, lengannya seperti bukit Baidhaa`, pahanya seperti bukit Warqaan,[7] dan tempat duduknya di neraka jarak di antara aku dan Rabadzah.” HR. Ahmad dan al-Hakim.[8]

  • Kekuatan panas api neraka:
  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ ……. وَنَحۡشُرُهُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمۡ عُمۡيٗا وَبُكۡمٗا وَصُمّٗاۖ مَّأۡوَىٰهُمۡ جَهَنَّمُۖ كُلَّمَا خَبَتۡ زِدۡنَٰهُمۡ سَعِيرٗا ٩٧ ذَٰلِكَ جَزَآؤُهُم بِأَنَّهُمۡ كَفَرُواْ بِ‍َٔايَٰتِنَا ……… ﴾ [الاسراء: ٩٧،  ٩٨]

  1. “Dan kami akan mengumpulkan mereka pada hari kiamat (diseret) atas muka mereka dalam keadaan buta, bisu dan pekak. tempat kediaman mereka adalah neraka jahannam. tiap-tiap kali nyala api Jahannam itu akan padam, kami tambah lagi bagi mereka nyalanya. 98. Itulah balasan bagi mereka, Karena Sesungguhnya mereka kafir kepada ayat-ayat Kami”. (QS. Al-Israa`:97-98)
  2. Dari Abu Hurairah t, sesungguhnya Nabi r bersabda:

نَارُكُمْ هذِهِ الَّتِي يُوْقِدُ ابْنُ آدَمَ جُزْءٌ مِنْ سَبْعِيْنَ جُزْءًا مِنْ حَرِّ جَهَنَّمَ. قَالُوْا: وَاللهِ إِنْ كَانَتْ لَكَافِيُةً يَارَسُوْلَ اللهِ. قَالَ: فَإِنَّهَا فُضِّلَتْ عَلَيْهَا بِتِسْعَةٍ وَسِتِّيْنَ جُزْءًَا كُلُّهَا مِثْلُ حَرِّهَا.

“Api kamu ini, yang anak cucu Adam menyalakannya adalah satu bagian dari tujuhpuluh bagian dari panasnya neraka Jahanam. “Mereka bertanya: “Demi Allah, sesungguhnya sudah cukup panas, wahai Rasulullah. “Beliau menjawab: “Sesungguhnya dilebihkan atasnya dengan enampuluh sembilan bagian, semuanya sama seperti panasnya”. Muttafaqun ‘alaih.[9]

  1. Dari Abu Hurairah t ia berkata, ‘Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda:

اِشْتَكَتِ النَّارُ إِلَى رَبِّهَا فَقَالَتْ: رَبِّ أَكَلَ بَعْضِي بَعْضًا, فَإِذَنَ لَهَا بِنَفَسَيْنِ نَفَسٍ فِى الشِّتَاءِ وَنَفَسٍ فِى الصَّيْفِ, فَأَشَدُّ مَا تَجِدُوْنَ فِى الْحَرِّ, وَأَشَدُّ مَا تَجِدُوْنَ مِنَ الزَّمْهَرِيْرِ. متفق عليه

“Api neraka mengadu kepada Rabb-nya, ia berkata: “Ya Rabb, sebagian kami memakan sebagian yang lain. Maka Dia memberikan izin kepadanya dengan dua napas, satu napas di musim dingin dan satu napas di musim panas, maka panas yang sangat kuat yang kami dapatkan, dan dingin yang sangat kuat yang kamu temukan”. Muttafaqun ‘alaih.[10]

  • Bahan bakar api neraka:
  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ وَأَهۡلِيكُمۡ نَارٗا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلۡحِجَارَةُ عَلَيۡهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٞ شِدَادٞ لَّا يَعۡصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمۡ وَيَفۡعَلُونَ مَا يُؤۡمَرُونَ ٦ ﴾ [التحريم: ٦]

  1. Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan“. QS. At-Tahriim: 6
  2. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ ………. فَٱتَّقُواْ ٱلنَّارَ ٱلَّتِي وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلۡحِجَارَةُۖ أُعِدَّتۡ لِلۡكَٰفِرِينَ ٢٤ ﴾ [البقرة: ٢٤]

  1. “Peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir”. QS. Al-Baqarah:24

 Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ إِنَّكُمۡ وَمَا تَعۡبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ حَصَبُ جَهَنَّمَ أَنتُمۡ لَهَا وَٰرِدُونَ ٩٨ ﴾ [الانبياء: ٩٨]

  1. 98. “Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah umpan Jahannam, kamu pasti masuk ke dalamnya“. QS. Al-Anbiyaa`: 98
  • Lapisan- lapisan neraka:

Neraka terdiri dari beberapa lapisan, sebagiannya berada di bawah yang lain, dan orang-orang munafik berada di lapisan paling bawah dari api neraka, karena beratnya kekafiran mereka dan karena mereka menyakiti kaum muslim, sebagaimana firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ إِنَّ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ فِي ٱلدَّرۡكِ ٱلۡأَسۡفَلِ مِنَ ٱلنَّارِ وَلَن تَجِدَ لَهُمۡ نَصِيرًا ١٤٥ ﴾ [النساء : ١٤٥]

  1. “Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka”. QS. An-Nisaa`:145
  • Sifat naungan di neraka:
  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَأَصۡحَٰبُ ٱلشِّمَالِ مَآ أَصۡحَٰبُ ٱلشِّمَالِ ٤١ فِي سَمُومٖ وَحَمِيمٖ ٤٢ وَظِلّٖ مِّن يَحۡمُومٖ ٤٣ ﴾ [الواقعة: ٤١،  ٤٣]

  1. “Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu? 42. Dalam (siksaan) angin yang amat panas, dan air panas yang mendidih, 43. Dan dalam naungan asap yang hitam”. QS. Al-Waqi`ah: 41-43
  2. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ لَهُم مِّن فَوۡقِهِمۡ ظُلَلٞ مِّنَ ٱلنَّارِ وَمِن تَحۡتِهِمۡ ظُلَلٞۚ ذَٰلِكَ يُخَوِّفُ ٱللَّهُ بِهِۦ عِبَادَهُۥۚ يَٰعِبَادِ فَٱتَّقُونِ ١٦ ﴾ [الزمر: ١٦]

  1. “Bagi mereka lapisan-lapisan dari api di atas mereka dan di bawah merekapun lapisan-lapisan (dari api). Demikianlah Allah mempertakuti hamba-hamba-Nya dengan azab itu. Maka bertakwalah kepada-Ku Hai hamba-hamba-Ku”. Az-Zumar:16

 Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ لَّا ظَلِيلٖ وَلَا يُغۡنِي مِنَ ٱللَّهَبِ ٣١ إِنَّهَا تَرۡمِي بِشَرَرٖ كَٱلۡقَصۡرِ ٣٢ ﴾ [المرسلات: ٣١،  ٣٢]

  1. Yang tidak melindungi dan tidak pula menolak nyala api neraka”. 32. Sesungguhnya neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana”. QS. Al-Mursalaat: 31-31

 Para penjaga neraka:

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ سَأُصۡلِيهِ سَقَرَ ٢٦ وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا سَقَرُ ٢٧ لَا تُبۡقِي وَلَا تَذَرُ ٢٨ لَوَّاحَةٞ لِّلۡبَشَرِ ٢٩ عَلَيۡهَا تِسۡعَةَ عَشَرَ ٣٠ وَمَا جَعَلۡنَآ أَصۡحَٰبَ ٱلنَّارِ إِلَّا مَلَٰٓئِكَةٗۖ وَمَا جَعَلۡنَا عِدَّتَهُمۡ إِلَّا فِتۡنَةٗ لِّلَّذِينَ كَفَرُواْ …… ﴾ [المدثر: ٢٦،  ٣١]

  1. Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar. 27. Tahukah kamu apakah (neraka) Saqar itu? 28. Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. 29.  (neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia. 30.  Dan di atasnya ada sembilan belas (Malaikat penjaga). 31. Dan tiada kami jadikan Penjaga neraka itu melainkan dari malaikat: dan tidaklah kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir”. QS. Al-Muddatstsir: 26-31
  2. Dan malaikat Malik adalah malaikat penjaga neraka, sebagaimana firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَنَادَوۡاْ يَٰمَٰلِكُ لِيَقۡضِ عَلَيۡنَا رَبُّكَۖ قَالَ إِنَّكُم مَّٰكِثُونَ ٧٧ ﴾ [الزخرف: ٧٧]

  1. Mereka berseru: “Hai Malik Biarlah Tuhanmu membunuh kami saja”. dia menjawab: “Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)”. QS. Az-Zukhruf: 77

 Makhluk yang dimasukkan ke neraka:

Dari Abu Sa’id al-Khudri t, dari Nabi shalallahu alaihi wassalam, beliau bersabda:

يقول الله تعالى: يا آدم, فيقول: لبيك وسعديك والخير فى يديك. فيقول تعالى: أخرج بعث النار. قال: وما بعث النار؟ قال: من كل ألف تسعمائة وتسعة وتسعين. فعنده يشيب الصغير( وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَى وَمَاهُم بِسُكَارَى وَلَكِنَّ عَذَابَ اللهِ شَدِيدٌ ) قالو: يارسول الله وأينا ذلك الواحد؟ قال: أبشروا فإن منكم رجلا ومن يأجوج ومأجوج ألف.

Allah SUBHANAHU WA TA’ALA berfirman: “Wahai Adam!, ia menjawab: “Ya, aku memenuhi penggilan-Mu, dan kebaikan ada di tangan-Mu. Dia I berfirmanNya tersebut: “Keluarkanlah ba’tsun nar!: Ia bertanya: “Apakah ba’tsun nar itu?. Dia I berfirman: “Dari setiap seribu orang sembilan ratus sembilan puluh sembilan orang sebagai Bi’tsun nar (penghuni neraka). Saat itulah anak kecil menjadi tua, (Dan gugurlah segala kandungan wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal mereka sebenarnya tidak mabuk, akan tetapi azab Allah SUBHANAHU WA TA’ALAtu sangat keras”. QS. Al-Hajj: 2

Mereka bertanya: “Siapakah di antara kami yang termasuk satu orang (yang satu) itu?. Beliau bersabda: “Bergembiralah! Sesungguhnya dari kalian satu orang dan dari Ya`juj dan Ma`juj seribu orang”. Muttafaqun ‘alaih.[11]

  • Digiringnya penghuni neraka ke dalam neraka:
  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَسِيقَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِلَىٰ جَهَنَّمَ زُمَرًاۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوهَا فُتِحَتۡ أَبۡوَٰبُهَا وَقَالَ لَهُمۡ خَزَنَتُهَآ أَلَمۡ يَأۡتِكُمۡ رُسُلٞ مِّنكُمۡ يَتۡلُونَ عَلَيۡكُمۡ ءَايَٰتِ رَبِّكُمۡ وَيُنذِرُونَكُمۡ لِقَآءَ يَوۡمِكُمۡ هَٰذَاۚ قَالُواْ بَلَىٰ وَلَٰكِنۡ حَقَّتۡ كَلِمَةُ ٱلۡعَذَابِ عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ ٧١ قِيلَ ٱدۡخُلُوٓاْ أَبۡوَٰبَ جَهَنَّمَ خَٰلِدِينَ فِيهَاۖ فَبِئۡسَ مَثۡوَى ٱلۡمُتَكَبِّرِينَ ٧٢ ﴾ [الزمر: ٧1،  ٧2]

  1. “Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahannam berombong-rombongan. sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: “Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan dengan hari ini?” mereka menjawab: “Benar (telah datang)”. tetapi Telah pasti berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang yang kafir. 72. Dikatakan (kepada mereka): “Masukilah pintu-pintu neraka Jahannam itu, sedang kamu kekal di dalamnya”. Maka neraka Jahannam Itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri”. QS. Az-Zumar: 71-72
  2. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ بَلۡ كَذَّبُواْ بِٱلسَّاعَةِۖ وَأَعۡتَدۡنَا لِمَن كَذَّبَ بِٱلسَّاعَةِ سَعِيرًا ١١ إِذَا رَأَتۡهُم مِّن مَّكَانِۢ بَعِيدٖ سَمِعُواْ لَهَا تَغَيُّظٗا وَزَفِيرٗا ١٢ وَإِذَآ أُلۡقُواْ مِنۡهَا مَكَانٗا ضَيِّقٗا مُّقَرَّنِينَ دَعَوۡاْ هُنَالِكَ ثُبُورٗا ١٣ لَّا تَدۡعُواْ ٱلۡيَوۡمَ ثُبُورٗا وَٰحِدٗا وَٱدۡعُواْ ثُبُورٗا كَثِيرٗا ١٤ ﴾ [الفرقان: ١١،  ١٤]

  1. Dan kami menyediakan neraka yang menyala-nyala bagi siapa yang mendustakan hari kiamat. 12. Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka mendengar kegeramannya dan suara nyalanya. 13. Dan apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sempit di neraka itu dengan dibelenggu, mereka di sana mengharapkan kebinasaan. 14. (Akan dikatakan kepada mereka): “Jangan kamu sekalian mengharapkan satu kebinasaan, melainkan harapkanlah kebinasaan yang banyak”. QS. Al-Furqan: 11-14
  2. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ يَوۡمَ يُدَعُّونَ إِلَىٰ نَارِ جَهَنَّمَ دَعًّا ١٣ هَٰذِهِ ٱلنَّارُ ٱلَّتِي كُنتُم بِهَا تُكَذِّبُونَ١٤ ﴾ [الطور: ١٣،  ١٤]

  1. Pada hari mereka didorong ke neraka Jahannam dengan sekuat- kuatnya. 14. (Dikatakan kepada mereka): “Inilah neraka yang dahulu kamu selalu mendustakannya”. QS. Ath-Thuut: 13-14
  2. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَتَرَى ٱلۡمُجۡرِمِينَ يَوۡمَئِذٖ مُّقَرَّنِينَ فِي ٱلۡأَصۡفَادِ ٤٩ سَرَابِيلُهُم مِّن قَطِرَانٖ وَتَغۡشَىٰ وُجُوهَهُمُ ٱلنَّارُ ٥٠ ﴾ [ابراهيم: ٤٩،  ٥٠]

  1. Dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat bersama-sama dengan belenggu. 50. Pakaian mereka adalah dari pelangkin (ter) dan muka mereka ditutup oleh api neraka”. QS. Ibrahim: 49- 50
  2. Dari Abu Hurairah t berkata: Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda:

تَخْرُجُ عُنُقٌ مِنَ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ, لَهَا عَيْنَانِ تُبْصِرَانِ وَأُذُنَانِ تَسْمَعَانِ وَلِسَانٌ يَنْطِقُ يَقُوْلُ: إِنِّي وُكِلْتُ بِثَلاَثَةٍ: بِكُلِّ جَبَّارٍ عَنِيْدٍ,  وَبِكُلِّ مَنْ دَعَا مَعَ اللهِ إِلهًا آخَرَ, وَبِالْمُصَوِّرِيْنَ.

“Keluar suatu makhluk berbentuk seperti leher dari neraka di hari kiamat, dia memiliki dua mata yang melihat, dua telinga yang mendengar, lisan yang bertutur. Dia berkata: “Sesungguhnya aku diserahkan untuk (menyiksa) tiga orang: “Setiap orang yang sangat ingkar lagi keras kepala, setiap orang yang menyembah bersama Allah SUBHANAHU WA TA’ALA sesembahan yang lain, dan orang-orang yang bekerja sebagai pelukis (makhluk hidup).” HR. Ahmad dan at-Tirmidzi.[12]

  • Orang pertama yang menjdi sasaran dinyalakan api neraka:

Dari Abu Hurairah t berkata: “Aku mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda: “Sesungguhnya orang pertama yang akan ditanya oleh Allah di hari kiamat adalah seorang yang mati syahid. Dia dihadapkan kepada Allah, lalu Allah SUBHANAHU WA TA’ALA menyebutkan nikmat-nikmat-Nya kepadanya, maka orang itupun mengetahui nikmat tersebut. Allah bertanya kepadanya: “Apakah yang kamu perbuat dengan nikmat tersebut? Ia menjawab: “Aku berperang karena Engkau sehingga diriku mati syahid. Allah SUBHANAHU WA TA’ALA berfirman: “Engkau dusta, engkau berperang supaya dikatakan sebagai pemberani, dan itu sudah dikatakan. Kemudian diperintahkan untuk dibawa ke neraka, lalu dia diseret hingga dilemparkan ke dalam neraka. (Selain itu) seorang laki-laki yang menuntut ilmu, mengajarkannya dan membaca al-Qur`an. Dia dibawa menghadap Allah, Dia mengingatkan akan nikmat-nikmat-Nya, maka orang itupun mengingatnya. Allah bertanya kepadanya: “Apakah yang kamu perbuat dengan nikmat tersebut?. Orang itu menjawab: “Aku menuntut ilmu dan mengajarkannya, serta membaca al-Qur`an karena Engkau”. Allah SUBHANAHU WA TA’ALA berfirman: “Engkau dusta, akan tetapi engkau menuntut ilmu supaya dikatakan ‘alim, dan engkau membaca al-Qur`an supaya dikatakan qari` (pembaca yang pandai) dan itu sudah dikatakan. Kemudian Allah memerintahkan untuk dibawa ke neraka, lalu ia diseret hingga dilemparkan ke dalam neraka”. Juga, seorang lelaki yang diberi keluasan rizqi, dan Allah SUBHANAHU WA TA’ALA memberikan kepadanya semua jenis harta. Dia dibawa (menghadap Allah) maka Allah SUBHANAHU WA TA’ALA mengingatkan nikmat-nikmat-Nya, maka diapun mengingatnya. Allah bertanya: “Apakah yang kamu perbuat dengan nikmat itu?. Ia menjawab: “Aku tidak meninggalkan satu jalan yang Engkau suka diinfakkan padanya, kecuali aku berinfak padanya karena Engkau. Allah SUBHANAHU WA TA’ALA berfirman: engkau dusta, akan tetapi engkau melakukan hal itu agar dikatakan dermawan, maka hal itu sudah dikatakan. Kemudian ia diperintahkan untuk dibawa ke neraka, lalu ia diseret hingga dilemparkan di neraka. HR. Muslim.[13]

 

  • Penghuni neraka:
  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَكَذَّبُواْ بِ‍َٔايَٰتِنَآ أُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلنَّارِۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ ٣٩ ﴾ [البقرة: ٣٩]

  1. “Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya”. QS. Al-Baqarah: 39
  2. Dari ‘Iyadh bin Himar t, sesungguhnya Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda:

وَأَهْلُ النَّارِ خَمْسَةٌ: الضَّعِيْفُ الَّذِي لاَ زَبْرَ لَهُ, الَّذِيْنَ هُمْ فِيْكُمْ تَبَعًا لاَ يَتْبَعُوْنَ مَالاً وَلاَ أَهْلاً. وَالْخَائِنُ الَّذِي لاَ يَخْفَى لَهُ طَمْعٌ وَإِنْ دَقَّ إِلاَّ خَانَهُ. وَرَجُلٌ لاَ يُصْبِحُ وَلاَ يُمْسِي إِلاَّ وَهُوَ يُخَادِعُكَ عَنْ أَهْلِكَ وَمَالِكَ” وَذَكَرَ الْبُخْلَ أَوِ الْكَذِبَ “وَالشِّنْظِيْر الفَحَّاشُ”.

“…Penghuni neraka ada lima macam: Orang lemah yang tidak memiliki akal (yang mencegahnya berbuat keji), mereka adalah orang yang mengikutimu, orang yang tidak memiliki keluarga dan harta (sebagai penopang), dan pengkhianat yang tidak samar baginya sifat rakus, sekalipun kecil melainkan ia berkhianat padanya, dan seseorang yang tidak berlalu pagi dan sore kecuali ia menipumu terhadap keluarga dan hartamu,  dan ia juga menyebutkan seorang yang bakhil atau pendusta, dan orang yang berakhlak yang buruk.” HR. Muslim.[14]

  • Yang paling banyak menjadi penghuni neraka:

Dari Ibnu Abbas t ia berkata: Nabi shalallahu alaihi wassalam bersabda:

وَرَأَيْتُ النَّارَ, فَإِذَا أَكْثَرُ أَهْلِهَا النِّسَاءُ يَكْفُرْنَ. قِيْلَ أَيَكْفُرْنَ باِللهِ؟ قَالَ يَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ وَيَكْفُرْنَ اْلإِحْسَانَ. لَوْ أَحْسَنْتَ إِلَى إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ ثُمَّ رَأْتَ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ.

“Dan aku telah melihat neraka, ternyata sebagian besar penghuninya adalah para wanita disebabkan mereka kafir. Beliau ditanya: “Apakah mereka kafir kepada Allah SUBHANAHU WA TA’ALA? “Beliau menjawab: “Mereka ingkar terahadap suami dan mengingkari perbuatan baik orang lain. Jika engkau berbuat baik kepada salah seorang dari mereka sepanjang masa, kemudian dia melihat sesuatu (yang buruk) darimu, maka dia berkata: ‘Aku belum pernah melihat kebaikan apapun darimu.” Muttafaqun ‘alaih.[15]

  • Penghuni neraka yang paling berat siksanya:

﴿ أَلۡقِيَا فِي جَهَنَّمَ كُلَّ كَفَّارٍ عَنِيدٖ ٢٤ مَّنَّاعٖ لِّلۡخَيۡرِ مُعۡتَدٖ مُّرِيبٍ ٢٥ ٱلَّذِي جَعَلَ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَ فَأَلۡقِيَاهُ فِي ٱلۡعَذَابِ ٱلشَّدِيدِ ٢٦ ﴾ [ق: ٢٤،  ٢٦]

  1. Allah berfirman: “Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka semua orang yang sangat ingkar dan keras kepala, 25. Yang sangat menghalangi kebajikan, melanggar batas lagi ragu-ragu, 26. Yang menyembah sembahan yang lain beserta Allah Maka lemparkanlah dia ke dalam siksaan yang sangat “. QS. Qaaf: 24-26
  2. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ ….. وَحَاقَ بِ‍َٔالِ فِرۡعَوۡنَ سُوٓءُ ٱلۡعَذَابِ ٤٥ ٱلنَّارُ يُعۡرَضُونَ عَلَيۡهَا غُدُوّٗا وَعَشِيّٗاۚ وَيَوۡمَ تَقُومُ ٱلسَّاعَةُ أَدۡخِلُوٓاْ ءَالَ فِرۡعَوۡنَ أَشَدَّ ٱلۡعَذَابِ ٤٦ ﴾ [غافر: ٤٥،  ٤٦]

  1. “…dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk. 46. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras”. QS. Ghafiir: 45-46
  2. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَصَدُّواْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ زِدۡنَٰهُمۡ عَذَابٗا فَوۡقَ ٱلۡعَذَابِ بِمَا كَانُواْ يُفۡسِدُونَ ٨٨ ﴾ [النحل: ٨٨]

  1. Orang-orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kami tambahkan kepada mereka siksaan di atas siksaan disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan“. An-Nahl: 88
  2. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ إِنَّ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ فِي ٱلدَّرۡكِ ٱلۡأَسۡفَلِ مِنَ ٱلنَّارِ وَلَن تَجِدَ لَهُمۡ نَصِيرًا ١٤٥ ﴾ [النساء : ١٤٥]

  1. Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka”. QS. An-Nisaa`:145
  2. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ فَوَرَبِّكَ لَنَحۡشُرَنَّهُمۡ وَٱلشَّيَٰطِينَ ثُمَّ لَنُحۡضِرَنَّهُمۡ حَوۡلَ جَهَنَّمَ جِثِيّٗا ٦٨ ثُمَّ لَنَنزِعَنَّ مِن كُلِّ شِيعَةٍ أَيُّهُمۡ أَشَدُّ عَلَى ٱلرَّحۡمَٰنِ عِتِيّٗا ٦٩ ثُمَّ لَنَحۡنُ أَعۡلَمُ بِٱلَّذِينَ هُمۡ أَوۡلَىٰ بِهَا صِلِيّٗا ٧٠ ﴾ [مريم: ٦٨،  ٧٠]

  1. “Demi Tuhanmu, Sesungguhnya akan kami bangkitkan mereka bersama syaitan, Kemudian akan kami datangkan mereka ke sekeliling Jahannam dengan berlutut. 69. Kemudian pasti akan kami tarik dari tiap-tiap golongan siapa di antara mereka yang sangat durhaka kepada Tuhan yang Maha Pemurah. 70. Dan Kemudian kami sungguh lebih mengetahui orang-orang yang seharusnya dimasukkan ke dalam neraka”. QS. Maryam: 68-70
  2. Dari Abu Hurairah tberkata: Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda:

تَخْرُجُ عُنُقٌ مِنَ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ, لَهَا عَيْنَانِ تُبْصِرَانِ وَأُذُنَانِ تَسْمَعَانِ وَلِسَانٌ يَنْطِقُ يَقُوْلُ: إِنِّي وُكِلْتُ بِثَلاَثَةٍ: بِكُلِّ جَبَّارٍ عَنِيْدٍ,  وَبِكُلِّ مَنْ دَعَا مَعَ اللهِ إِلهًا آخَرَ, وَبِالْمُصَوِّرِيْنَ.

“Akan keluar suatu makhluk berbentuk leher dari neraka di hari kiamat, dia memiliki dua mata yang melihat, dua telinga yang mendengar, lisan yang bertutur. Dia berkata: “Sesungguhnya aku diserahkan untuk (menyiksa) tiga macam orang: setiap orang yang sangat ingkar lagi keras kepala, setiap orang yang menyembah bersama Allah SUBHANAHU WA TA’ALA sesembahan yang lain, dan orang-orang berkerja sebagai pelukis (makluk hidup).” HR. Ahmad dan at-Tirmidzi.[16]

  1. Dari Abdullah bin Mas’ud t, ia berkata, ‘Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda:

إِنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ المُصَوِّرُوْنَ

“Sesungguhnya orang yang paling berat siksanya di hari kiamat adalah para pelukis (makhlik hidup).”[17]

  1. Dari Abdullah bin Mas’ud t, ia berkata, ‘Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda, ‘

أَشَدُّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ رَجُلٌ قَتَلَهُ نَبِيٌّ أَوْ قَتَلَ نَبِيًّا, وَإِمَامُ ضَلاَلَةٍ وَمُمَثِّلٌ مِنَ الْمُمَثِّلِيْنَ.

“Sesungguhnya orang yang paling berat siksanya di hari kiamat adalah laki-laki yang dibunuh oleh nabi atau membunuh nabi, pemimpin kesesatan, dan seorang yang bekerja sebagai pembuat patung”. HR. Ahmad dan ath-Thabrani.[18]

 

  • Penghuni neraka yang paling ringan siksanya:
  1. Dari an-Nu’man bin Basyir t berkata: Aku mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda:

إِنَّ أَهْوَنَ أَهْلِ النَّارِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ رَجُلٌ عَلَى أَخْمَصِ قَدَمَيْهِ جَمْرَتَانِ يَغْلِي مِنْهُمَا دِمَاغُهُ كَمَا يَغْلِي الْمِرْجَلُ بِالْقُمْقُمِ.

“Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan siksanya di hari kiamat adalah seorang yang di antara kedua telapak kakinya diberikan dua bara api yang dengannya mendidih otaknya, seperti mendidihnya bejana dengan air yang ada padanya.” Muttafaqun ‘alaih.[19]

  1. Dari Ibnu Abbas t sesungguhnya Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda:

أَهْوَنُ أَهْلِ النَّارِ عَذَابًا أَبُوْ طَالِبٍ. وَهُوَ مُنْتَعِلٌ بِنَعْلَيْنِ يَغْلِي مِنْهُمَا دِمَاغُهُ.

“Penghuni neraka yang paling ringan siksaannya adalah Abu Thalib. Dia memakai dua sendal yang denganya otaknya mendidih disebabkan keduanya”. HR. Muslim.[20]

  1. Dari Abu Sa’id al-Khudri t, sesungguhnya ia mendengar Nabi r bersabda- dan disebutkan di sisi beliau tentang pamannya Abu Thalib, beliau bersabda:

لَعَلَّهُ تَنْفَعُهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ, فَيُجْعَلُ فِى ضَحْضَاحٍ مِنَ النَّارِ يَبْلُغُ كَعْبَيْهِ يَغْلِي مِنْهُ أُمُّ دِمَاغِهِ

“Semoga syafaatku bermanfaat untuknya di hari kiamat. Maka dia diletakkan di bagian paling ringan dari neraka yang mencapai kedua tumitnya, yang dengannya otaknya mendidih (karena siksaan tersebut).” Muttafaqun ‘alaih.[21]

 

 

 

 

 

  • Sapaan terhadap penghuni neraka yang paling ringan siksanya:
  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَوۡ أَنَّ لَهُم مَّا فِي ٱلۡأَرۡضِ جَمِيعٗا وَمِثۡلَهُۥ مَعَهُۥ لِيَفۡتَدُواْ بِهِۦ مِنۡ عَذَابِ يَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِ مَا تُقُبِّلَ مِنۡهُمۡۖ وَلَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٞ ٣٦ ﴾ [المائ‍دة: ٣٦]

  1. “Sesungguhnya orang-orang yang kafir sekiranya mereka mempunyai apa yang dibumi Ini seluruhnya dan mempunyai yang sebanyak itu (pula) untuk menebusi diri mereka dengan itu dari azab hari kiamat, niscaya (tebusan itu) tidak akan diterima dari mereka, dan mereka beroleh azab yang pedih”. QS. Al-Ma`idah:36
  2. Dari Anas bin Malik t, dari Nabi r, beliau bersabda:

يَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى ِلأَهْوَنِ أَهْلِ النَّارِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ: لَوْ أَنَّ لَكَ مَا فِى اْلأَرْضِ مِنْ شَيْئٍ أَكُنْتَ تَفْتَدِي بِهِ؟ فَيَقُوْلُ: نَعَمْ. فَيَقُوْلُ: أَرَدْتُ مِنْكَ أَهْوَنَ مِنْ هَذَا وَأَنْتَ فِى صُلْبِ آدَمَ: أَنْ لاَ تُشْرِكْ بِي شَيْئًا فَأَبَيْتَ إِلاَّ أَنْ تُشْرِكَ بِي.

“Allah SUBHANAHU WA TA’ALA berfirman kepada penghuni neraka yang paling ringan siksaannya: “Jika engkau memiliki semua yang ada di muka bumi, apakah engkau mau menebus dirimu dengannya?” Ia menjawab: “Ya”. Allah SUBHANAHU WA TA’ALA berfirman: “Aku menghendaki darimu yang lebih mudah dari ini, sedang engkau masih berada di sulbi Adam u, bahwa engkau jangan menyekutukan-Ku  dengan sesuatu, namun dirimu enggan kecuali menyekutukanKu.’ Muttafaqun ‘alaih.[22]

 

  • Rantai dan belenggu neraka Jahanam:
  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ إِنَّآ أَعۡتَدۡنَا لِلۡكَٰفِرِينَ سَلَٰسِلَاْ وَأَغۡلَٰلٗا وَسَعِيرًا ٤ ﴾ [الانسان: ٤]

  1. “Sesungguhnya kami menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu dan neraka yang menyala-nyala”. QS. Al-Insaan: 4
  2. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِٱلۡكِتَٰبِ وَبِمَآ أَرۡسَلۡنَا بِهِۦ رُسُلَنَاۖ فَسَوۡفَ يَعۡلَمُونَ ٧٠ إِذِ ٱلۡأَغۡلَٰلُ فِيٓ أَعۡنَٰقِهِمۡ وَٱلسَّلَٰسِلُ يُسۡحَبُونَ ٧١ فِي ٱلۡحَمِيمِ ثُمَّ فِي ٱلنَّارِ يُسۡجَرُونَ ٧٢ ﴾ [غافر: ٧٠،  ٧٢]

  1. (yaitu) orang-orang yang mendustakan Al Kitab (Al Quran) dan wahyu yang dibawa oleh rasul-rasul kami yang Telah kami utus. kelak mereka akan mengetahui, 71. Ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret,72. Ke dalam air yang sangat panas, Kemudian mereka dibakar dalam api“.QS. Al-Mu’min: 70-72
  2. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ إِنَّ لَدَيۡنَآ أَنكَالٗا وَجَحِيمٗا ١٢ وَطَعَامٗا ذَا غُصَّةٖ وَعَذَابًا أَلِيمٗا ١٣ ﴾ [المزمل: ١٢،  ١٣]

  1. “Karena Sesungguhnya pada sisi kami ada belenggu-belenggu yang berat dan neraka yang menyala-nyala. 13. Dan makanan yang menyumbat di kerongkongan dan azab yang pedih”. QS. Al-Muzammil 12-13
  2. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ خُذُوهُ فَغُلُّوهُ ٣٠ ثُمَّ ٱلۡجَحِيمَ صَلُّوهُ ٣١ ثُمَّ فِي سِلۡسِلَةٖ ذَرۡعُهَا سَبۡعُونَ ذِرَاعٗا فَٱسۡلُكُوهُ ٣٢ إِنَّهُۥ كَانَ لَا يُؤۡمِنُ بِٱللَّهِ ٱلۡعَظِيمِ ٣٣ وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ ٱلۡمِسۡكِينِ ٣٤ ﴾ [الحاقة: ٣٠،  ٣٤]

  1. (Allah berfirman): “Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya. 31. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala. 32.  Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta. 33.  Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah yang Maha besar. 34.  Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin. Al-Haaqqah: 30-34

 Sifat makanan penghuni neraka:

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ إِنَّ شَجَرَتَ ٱلزَّقُّومِ ٤٣ طَعَامُ ٱلۡأَثِيمِ ٤٤ كَٱلۡمُهۡلِ يَغۡلِي فِي ٱلۡبُطُونِ ٤٥ كَغَلۡيِ ٱلۡحَمِيمِ ٤٦ ﴾ [الدخان: ٤٣،  ٤٦]

  1. “Sesungguhnya pohon zaqqum itu 44. Makanan orang yang banyak berdosa. 45. (Ia) sebagai kotoran minyak yang mendidih di dalam perut, 46. Seperti mendidihnya air yang amat panas”. QS. Ad-Dukhaan:43-46
  2. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ أَذَٰلِكَ خَيۡرٞ نُّزُلًا أَمۡ شَجَرَةُ ٱلزَّقُّومِ ٦٢ إِنَّا جَعَلۡنَٰهَا فِتۡنَةٗ لِّلظَّٰلِمِينَ ٦٣ إِنَّهَا شَجَرَةٞ تَخۡرُجُ فِيٓ أَصۡلِ ٱلۡجَحِيمِ ٦٤ طَلۡعُهَا كَأَنَّهُۥ رُءُوسُ ٱلشَّيَٰطِينِ ٦٥ فَإِنَّهُمۡ لَأٓكِلُونَ مِنۡهَا فَمَالِ‍ُٔونَ مِنۡهَا ٱلۡبُطُونَ ٦٦ ثُمَّ إِنَّ لَهُمۡ عَلَيۡهَا لَشَوۡبٗا مِّنۡ حَمِيمٖ ٦٧ ثُمَّ إِنَّ مَرۡجِعَهُمۡ لَإِلَى ٱلۡجَحِيمِ ٦٨ ﴾ [الصافات : ٦٢،  ٦٨]

  1. (Makanan surga) itukah hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqqum. 63. Sesungguhnya kami menjadikan pohon zaqqum itu sebagai siksaan bagi orang-orang yang zalim. 64. Sesungguhnya dia adalah sebatang pohon yang ke luar dan dasar neraka yang menyala. 65.  Mayangnya seperti kepala syaitan-syaitan. 66.  Maka Sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon itu, Maka mereka memenuhi perutnya dengan buah zaqqum itu. 67.  Kemudian sesudah makan buah pohon zaqqum itu pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas. 68.  Kemudian Sesungguhnya tempat kembali mereka benar-benar ke neraka Jahim”. QS. Ash-Shaaffaat:62-68
  2. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ لَّيۡسَ لَهُمۡ طَعَامٌ إِلَّا مِن ضَرِيعٖ ٦ لَّا يُسۡمِنُ وَلَا يُغۡنِي مِن جُوعٖ ٧ ﴾ [الغاشية: ٦،  ٧]

  1. “Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri” 7. Yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar”. QS. Al-Ghasyiyah:6-7
  2. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ فَلَيۡسَ لَهُ ٱلۡيَوۡمَ هَٰهُنَا حَمِيمٞ ٣٥ وَلَا طَعَامٌ إِلَّا مِنۡ غِسۡلِينٖ ٣٦ لَّا يَأۡكُلُهُۥٓ إِلَّا ٱلۡخَٰطِ‍ُٔونَ ٣٧ ﴾ [الحاقة: ٣٥،  ٣٧]

  1. “Maka tiada seorang temanpun baginya pada hari Ini di sini. 36. Dan tiada (pula) makanan sedikitpun (baginya) kecuali dari darah dan nanah. 37. Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa”. QS. Al-Haaqqah: 35-37
  • Sifat minuman penghuni neraka:
  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَٱسۡتَفۡتَحُواْ وَخَابَ كُلُّ جَبَّارٍ عَنِيدٖ ١٥ مِّن وَرَآئِهِۦ جَهَنَّمُ وَيُسۡقَىٰ مِن مَّآءٖ صَدِيدٖ ١٦ يَتَجَرَّعُهُۥ وَلَا يَكَادُ يُسِيغُهُۥ وَيَأۡتِيهِ ٱلۡمَوۡتُ مِن كُلِّ مَكَانٖ وَمَا هُوَ بِمَيِّتٖۖ وَمِن وَرَآئِهِۦ عَذَابٌ غَلِيظٞ ١٧ ﴾ [ابراهيم: ١٥،  ١٧]

  1. Dan mereka memohon kemenangan (atas musuh-musuh mereka) dan binasalah semua orang yang berlaku sewenang-wenang lagi keras kepala, 16. Di hadapannya ada Jahannam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah, 17. Diminumnnya air nanah itu dan hampir dia tidak bisa menelannya dan datanglah (bahaya) maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak juga mati, dan dihadapannya masih ada azab yang berat”. QS. Ibrahim: 15-17
  2. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ ……. وَسُقُواْ مَآءً حَمِيمٗا فَقَطَّعَ أَمۡعَآءَهُمۡ ١٥ ﴾ [محمد : ١٥]

  1. “Dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong ususnya?”. QS. Muhammad: 15
  2. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ ……….. إِنَّآ أَعۡتَدۡنَا لِلظَّٰلِمِينَ نَارًا أَحَاطَ بِهِمۡ سُرَادِقُهَاۚ وَإِن يَسۡتَغِيثُواْ يُغَاثُواْ بِمَآءٖ كَٱلۡمُهۡلِ يَشۡوِي ٱلۡوُجُوهَۚ بِئۡسَ ٱلشَّرَابُ وَسَآءَتۡ مُرۡتَفَقًا ٢٩ ﴾ [الكهف: ٢٩]

  1. “Sesungguhnya kami Telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek”. QS. Al-Kahfi:29
  2. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ هَٰذَاۚ وَإِنَّ لِلطَّٰغِينَ لَشَرَّ مَ‍َٔابٖ ٥٥ جَهَنَّمَ يَصۡلَوۡنَهَا فَبِئۡسَ ٱلۡمِهَادُ ٥٦ هَٰذَا فَلۡيَذُوقُوهُ حَمِيمٞ وَغَسَّاقٞ ٥٧ وَءَاخَرُ مِن شَكۡلِهِۦٓ أَزۡوَٰجٌ ٥٨ ﴾ [ص : ٥٥،  ٥٨]

  1. “Beginilah (keadaan mereka). dan Sesungguhnya bagi orang-orang yang durhaka benar-benar (disediakan) tempat kembali yang buruk, 56. (yaitu) neraka Jahannam, yang mereka masuk ke dalamnya; Maka amat buruklah Jahannam itu sebagai tempat tinggal. 57. Inilah (azab neraka), Biarlah mereka merasakannya, (minuman mereka) air yang sangat panas dan air yang sangat dingin. 58. Dan azab yang lain yang serupa itu berbagai macam”. QS. Shaaf: 55-58)

 Sifat pakaian penghuni neraka:

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ ……. فَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ قُطِّعَتۡ لَهُمۡ ثِيَابٞ مِّن نَّارٖ يُصَبُّ مِن فَوۡقِ رُءُوسِهِمُ ٱلۡحَمِيمُ ١٩ ﴾ [الحج : ١٩]

  1. “Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka”. QS. Al-Hajj: 19
  2. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَتَرَى ٱلۡمُجۡرِمِينَ يَوۡمَئِذٖ مُّقَرَّنِينَ فِي ٱلۡأَصۡفَادِ ٤٩ سَرَابِيلُهُم مِّن قَطِرَانٖ وَتَغۡشَىٰ وُجُوهَهُمُ ٱلنَّارُ ٥٠ ﴾ [ابراهيم: ٤٩،  ٥٠]

  1. “Dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat bersama-sama dengan belenggu. 50. Pakaian mereka adalah dari pelangkin (ter) dan muka mereka ditutup oleh api neraka “. Ibrahim: 49-50

 Tikar-tikar penghuni surga:

Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ لَهُم مِّن جَهَنَّمَ مِهَادٞ وَمِن فَوۡقِهِمۡ غَوَاشٖۚ وَكَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلظَّٰلِمِينَ ٤١ ﴾ [الاعراف: ٤١]

  1. “Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim”. QS. Al-A’raaf:41
  • Kerugian penghuni neraka:
  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ ……. كَذَٰلِكَ يُرِيهِمُ ٱللَّهُ أَعۡمَٰلَهُمۡ حَسَرَٰتٍ عَلَيۡهِمۡۖ وَمَا هُم بِخَٰرِجِينَ مِنَ ٱلنَّارِ ١٦٧ ﴾ [البقرة: ١٦٧]

167.” Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka”. QS. Al-Baqarah: 167

  1. Dari Abu Hurairah t berkata: Nabi r bersabda:

لاَ يَدْخُلُ أَحَدٌ الْجَنَّةَ إِلاَّ أُرِيَ مَقْعَدُهُ مِنَ النَّارِ لَوْ أَسَاءَ, لِيَزْدَادُوْا شُكْرًا. وَلاَ يَدْخُلُ أَحَدٌ النَّارَ إِلاَّ أُرِيَ مَقْعَدُهُ مِنَ الْجَنَّةِ لَوْ أَحْسَنَ لِيَكُوْنَ عَلَيْهِ حَسْرَةً.

“Tidak ada seorangpun yang masuk surga kecuali diperlihatkan tempatnya di nereka, jika ia berbuat jahat, supaya dia bertambah syukur. Dan tidak ada seorangpun yang masuk neraka kecuali diperlihatkan tempatnya di surga, jika ia berbuat baik, agar menjadi penyesalan atas dirinya.” HR. al-Bukhari.[23]

  1. Dari Anas bin Malik t, sesungguhnya Nabi r bersabda:

إِِنَّ اللهُ يَقُوْلُ ِلأَهْوَنِ أَهْلِ النَّارِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ: لَوْ أَنَّ لَكَ مَا فِى اْلأَرْضِ مِنْ شَيْئٍ أَكُنْتَ تَفْتَدِي بِهِ؟ فَيَقُوْلُ: نَعَمْ. فَيَقُوْلُ: أَرَدْتُ مِنْكَ أَهْوَنَ مِنْ هَذَا وَأَنْتَ فِى صُلْبِ آدَمَ: أَنْ لاَ تُشْرِكْ بِي شَيْئًا فَأَبَيْتَ إِلاَّ الشِّرْكَ.

“Allah SUBHANAHU WA TA’ALA berfirman kepada penghuni neraka yang paling ringan siksaannya: “Jika engkau memiliki semua yang ada di muka bumi, apakah engkau mau menebus dirimu dengannya?. Ia menjawab: “Ya”. Allah SUBHANAHU WA TA’ALA berfirman: “Aku menghendaki darimu yang lebih mudah dari ini, sedang engkau masih berada di sulbi Adam u, untuk tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu, namun engkau enggan kecuali berbuat syirik.’ Muttafaqun ‘alaih.[24]

  • Dialog antara penghuni neraka:
  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ قَالَ ٱدۡخُلُواْ فِيٓ أُمَمٖ قَدۡ خَلَتۡ مِن قَبۡلِكُم مِّنَ ٱلۡجِنِّ وَٱلۡإِنسِ فِي ٱلنَّارِۖ كُلَّمَا دَخَلَتۡ أُمَّةٞ لَّعَنَتۡ أُخۡتَهَاۖ حَتَّىٰٓ إِذَا ٱدَّارَكُواْ فِيهَا جَمِيعٗا قَالَتۡ أُخۡرَىٰهُمۡ لِأُولَىٰهُمۡ رَبَّنَا هَٰٓؤُلَآءِ أَضَلُّونَا فَ‍َٔاتِهِمۡ عَذَابٗا ضِعۡفٗا مِّنَ ٱلنَّارِۖ قَالَ لِكُلّٖ ضِعۡفٞ وَلَٰكِن لَّا تَعۡلَمُونَ ٣٨ وَقَالَتۡ أُولَىٰهُمۡ لِأُخۡرَىٰهُمۡ فَمَا كَانَ لَكُمۡ عَلَيۡنَا مِن فَضۡلٖ فَذُوقُواْ ٱلۡعَذَابَ بِمَا كُنتُمۡ تَكۡسِبُونَ ٣٩ ﴾ [الاعراف: ٣٨،  ٣٩]

  1. Allah berfirman: “Masuklah kamu sekalian ke dalam neraka bersama umat-umat jin dan manusia yang Telah terdahulu sebelum kamu. setiap suatu umat masuk (ke dalam neraka), dia mengutuk Kawannya (menyesatkannya); sehingga apabila mereka masuk semuanya berkatalah orang-orang yang masuk kemudian[538] di antara mereka kepada orang-orang yang masuk terdahulu[539]: “Ya Tuhan kami, mereka Telah menyesatkan kami, sebab itu datangkanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda dari neraka”. Allah berfirman: “Masing-masing mendapat (siksaan) yang berlipat ganda, akan tetapi kamu tidak Mengetahui”. 39. Dan Berkata orang-orang yang masuk terdahulu di antara mereka kepada orang-orang yang masuk kemudian: “Kamu tidak mempunyai kelebihan sedikitpun atas kami, Maka rasakanlah siksaan Karena perbuatan yang Telah kamu lakukan”. QS. Al-A’raaf:38-39
  2. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ ……. يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ يَكۡفُرُ بَعۡضُكُم بِبَعۡضٖ وَيَلۡعَنُ بَعۡضُكُم بَعۡضٗا وَمَأۡوَىٰكُمُ ٱلنَّارُ وَمَا لَكُم مِّن نَّٰصِرِينَ ٢٥ ﴾ [العنكبوت: ٢٥]

  1. “Kemudian di hari kiamat sebahagian kamu mengingkari sebahagian (yang lain) dan sebahagian kamu mela’nati sebahagian (yang lain); dan tempat kembalimu ialah neraka, dan sekali- kali tak ada bagimu para penolongpun“. QS. Al-‘Ankabuut: 25
  2. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ لَّا تَدۡعُواْ ٱلۡيَوۡمَ ثُبُورٗا وَٰحِدٗا وَٱدۡعُواْ ثُبُورٗا كَثِيرٗا ١٤ ﴾ [الفرقان: ١٤]

  1. “(akan dikatakan kepada mereka): “Jangan kamu sekalian mengharapkan satu kebinasaan, melainkan harapkanlah kebinasaan yang banyak”. QS. Al-Furqaan: 14

 Gambaran tentang orang-orang yang disiksa di dalam neraka:

  1. Orang-orang kafir dan kaum munafik:

Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ وَٱلۡمُنَٰفِقَٰتِ وَٱلۡكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَٰلِدِينَ فِيهَاۚ هِيَ حَسۡبُهُمۡۚ وَلَعَنَهُمُ ٱللَّهُۖ وَلَهُمۡ عَذَابٞ مُّقِيمٞ ٦٨﴾ [التوبة: 68]

  1. “Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah mela’nati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal”. At-Taubah: 68

 Orang yang membunuh jiwa yang dihormati secara sengaja:

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَمَن يَقۡتُلۡ مُؤۡمِنٗا مُّتَعَمِّدٗا فَجَزَآؤُهُۥ جَهَنَّمُ خَٰلِدٗا فِيهَا وَغَضِبَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِ وَلَعَنَهُۥ وَأَعَدَّ لَهُۥ عَذَابًا عَظِيمٗا ٩٣ ﴾ [النساء : ٩٣]

  1. “Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja Maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya”. QS. An-Nisaa: 93
  2. Dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash t, dari Nabi shalallahu alaihi wassalam beliau bersabda:

مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرُحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةَ وَإِنَّ رِيْحَهَا يُوْجَدُ مَنْ مَسِيْرَةِ أَرْبَعِيْنَ عَامًا

“Barangsiapa yang membunuh kafir mu’ahad (yang berada dalam perjanjian), maka ia tidak mendapatkan bau surga, dan sesungguhnya baunya bisa diperoleh dari perjalan empatpuluh tahun.” HR. al-Bukhari.[25]

  1. Siksa bagi para pelaku zina laki-laki dan perempuan:

Dari Samurah bin Jundub t berkata: “Di antara hal yang sering ditanyakan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wassalam kepada para sahabatnya adalah “Apakah di antara kalian ada yang melihat sesuatu di dalam bermimpinya?. “Pada suatu hari beliau bersabda: “Sesungguhnya tadi malam telah datang dua orang kepadaku. Keduanya diutus kepadaku dan mengajakku: Marilah kita pergi…Lalu kami pergi dan melihat sesuatu seperti tungku. Tiba-tiba dari tempat itu terdengar pekikan dan teriakan. Ia berkata: “Maka kami melihat kepadanya. “Ternyata di dalamnya ada laki-laki dan perempuan yang telanjang. Nyala api datang kepada mereka dari arah bawah tungku. Apabila nyala api itu membakar mereka, merekapun berteriak. Beliau berkata: “Aku bertanya: “Siapakah mereka itu? “…dan disebutkan padanya: “..mereka berdua berkata: “Adapun laki-laki dan perempuan yang telanjang, yang berada pada tempat seperti tungku itu adalah para pezina, laki-laki dan perempuan…’ HR. al-Bukhari.[26]

  1. Siksa bagi para pemakan riba:

Dalam hadits Samurah bin Jundub t yang terdahulu disebutkan bahwa Nabi r bersabda: “Lalu kami pergi hingga kami mendatangi sungai dari darah, di dalamnya ada seorang laki-laki yang berdiri di tengah sungai, dan di tepi sungai ada laki-laki yang di hadapannya ada batu besar. Lalu laki-laki yang ada di sungai itu menepi,  dan setiap kali hendak keluar laki-laki itu melemparnya dengan batu di mulutnya, sehingga mengembalikannya ke tempatnya yang semula. Maka setiap kali dia menepi untuk keluar, ia melempar orang itu pada mulutnya dengan batu, lalu ia kembali seperti semua. Maka aku bertanya: “Apakah yang terjadi ini? “… ia berkata, ‘Dan orang yang engkau lihat di sungai itu adalah pemakan riba.’HR. al-Bukhari.[27]

  1. Pelukis (gambar yang bernyawa):
  2. Dari Ibnu Abbas t berkata: Aku mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda:

كُلُّ مُصَوِّرٍ فىِ النَّارِ يجْعَلُ لَهُ بِكُلِّ صُوْرَةٍ صَوَّرَهَا نَفْسًا فَتُعَذِّبُهُ فِى جَهَنَّمَ

“Setiap pelukis (makhluk hidup) di dalam neraka, dijadikan baginya untuk setiap lukisan (makhluk hidup) yang digambarnya satu jiwa, lalu dia menyiksanya di neraka Jahanam”. HR. Muslim.[28]

  1. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: Rasulullah shalallahu alaihi wassalam masuk ke dalam rumahku, dan aku telah menutup rumahku dengan tirai yang tipis di mana padanya terdapat lukisan (makhluk hidup). Lalu tatkala melihatnya, beliau menyobeknya dan raut wajahnya berubah seraya bersabda:

أَشَدُّ النَّاسِ عَذَابًا عِنْدَ اللهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الَذينَ يُضَاهُوْنَ بِخَلْقِ اللهِ

“Manusia yang paling berat siksaannya di sisi Allah SUBHANAHU WA TA’ALA di hari kiamat adalah orang yang menandingi rupa makhluk Allah SUBHANAHU WA TA’ALA. Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Maka kami memotongnya dan menjadikannya satu bantal atau dua bantal.” Muttafaqun ‘alaih.[29]

  1. Dari Ibnu Abbas t berkata: Aku mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda:

مَنْ صَوَّرَ صُوْرَةً فِى الدُّنْيَا كُلِّفَ أَنْ يَنْفُخَ فِيْهَا الرُّوْحَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَيْسَ بِنَافِخٍ.

“Barangsiapa yang melukis satu lukisan (makhluk hidup) di dunia, maka ia dibebani untuk meniup ruh padanya di hari kiamat, dan pasti dia tidak mampu meniupnya.” Muttafaqun ‘alaih.[30]

  1. Memakan harta anak yatim

﴿ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَأۡكُلُونَ أَمۡوَٰلَ ٱلۡيَتَٰمَىٰ ظُلۡمًا إِنَّمَا يَأۡكُلُونَ فِي بُطُونِهِمۡ نَارٗاۖ وَسَيَصۡلَوۡنَ سَعِيرٗا ١٠ ﴾ [النساء : ١٠]

  1. ” Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, Sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)”. QS. An-Nisaa`:10

 Pendusta, pengumpat dan tukang adu domba:

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَأَمَّآ إِن كَانَ مِنَ ٱلۡمُكَذِّبِينَ ٱلضَّآلِّينَ ٩٢ فَنُزُلٞ مِّنۡ حَمِيمٖ ٩٣ وَتَصۡلِيَةُ جَحِيمٍ ٩٤ ﴾ [الواقعة: ٩٢،  ٩٤]

  1. “Dan adapun jika dia termasuk golongan yang mendustakan lagi sesat, 93. Maka dia mendapat hidangan air yang mendidih, 94.  Dan dibakar di dalam jahannam”. QS. Al-Waqi`ah: 92-94)

 Dari Mu’adz bin Jabal t, ia berkata, ‘Aku bersama Rasulullah shalallahu alaihi wassalam dalam suatu perjalanan-dan disebutkan padanya- maka aku bertanya: “Wahai Nabiyullah, apakah kami disiksa karena ucapan kami? Beliau r bersabda:

ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ يَامُعَاذُ, وَهَلْ يَكُبُّ النَّاسَ فِى النَّارِ عَلَى وُجُوْهِهِمْ أَوْ عَلَى مَنَاخِرِهِمْ إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ.

“Ibumu kehilangan dirimu wahai Mu’azd, tidakkah yang menjerumuskan manusia ke dalam neraka di atas wajah mereka atau di atas hidung mereka kecuali karena ucapan lisan mereka.” HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Majah.[31]

  1. Orang-orang yang menyembunyikan apa yang diturunkan oleh Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَكۡتُمُونَ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلۡكِتَٰبِ وَيَشۡتَرُونَ بِهِۦ ثَمَنٗا قَلِيلًا أُوْلَٰٓئِكَ مَا يَأۡكُلُونَ فِي بُطُونِهِمۡ إِلَّا ٱلنَّارَ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ ٱللَّهُ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمۡ وَلَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٌ ١٧٤ ﴾ [البقرة: ١٧٤]

  1. 174. “Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang Telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu Sebenarnya tidak memakan (Tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih“. Al-Baqarah: 174
  • Pertengkaran antara para penghuni neraka:

Tatkala orang-orang kafir melihat siksaan yang telah disediakan Allah SUBHANAHU WA TA’ALA kepada mereka, maka merekapun membenci diri mereka sendiri, kekasih-kekasih dan teman-teman mereka di dunia. Berbaliklah segala kasih sayang di antara mereka menjadi permusuhan. Saat itulah para penghuni neraka saling bertengkar satu sama lain dan saling berdebat. Hal ini terjadi menurut perbedaan tingkatan mereka:

  1. Pertengkaran para penyembah terhadap sesembahan mereka:

﴿ قَالُواْ وَهُمۡ فِيهَا يَخۡتَصِمُونَ ٩٦ تَٱللَّهِ إِن كُنَّا لَفِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٍ ٩٧ إِذۡ نُسَوِّيكُم بِرَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٩٨ وَمَآ أَضَلَّنَآ إِلَّا ٱلۡمُجۡرِمُونَ ٩٩ ﴾ [الشعراء : ٩٦،  ٩٩]

  1. “Mereka Berkata sedang mereka bertengkar di dalam neraka: 97. “Demi Allah: sungguh kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata, 98. “Karena kita mempersamakan kamu dengan Tuhan semesta alam”. 99.  “Dan tiadalah yang menyesatkan kami kecuali orang-orang yang berdosa”. Asy-Su’araa`: 96-99

 Pertengkaran orang-orang yang lemah terhadap para pemimpin yang sombong:

﴿ وَإِذۡ يَتَحَآجُّونَ فِي ٱلنَّارِ فَيَقُولُ ٱلضُّعَفَٰٓؤُاْ لِلَّذِينَ ٱسۡتَكۡبَرُوٓاْ إِنَّا كُنَّا لَكُمۡ تَبَعٗا فَهَلۡ أَنتُم مُّغۡنُونَ عَنَّا نَصِيبٗا مِّنَ ٱلنَّارِ ٤٧ قَالَ ٱلَّذِينَ ٱسۡتَكۡبَرُوٓاْ إِنَّا كُلّٞ فِيهَآ إِنَّ ٱللَّهَ قَدۡ حَكَمَ بَيۡنَ ٱلۡعِبَادِ ٤٨ ﴾ [غافر: ٤٧،  ٤٨]

  1. Dan (ingatlah), ketika mereka berbantah-bantah dalam neraka, Maka orang-orang yang lemah Berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri: “Sesungguhnya kami adalah pengikut-pengikutmu, Maka dapatkah kamu menghindarkan dari kami sebahagian azab api neraka?” 48. Orang-orang yang menyombongkan diri menjawab: “Sesungguhnya kita semua sama-sama dalam neraka Karena Sesungguhnya Allah Telah menetapkan Keputusan antara hamba-hamba-(Nya)”. QS. Ghafir: 47-48
  2. Pertengkaran para pengikut terhadap para pemimpin mereka yang sesat:

﴿ وَأَقۡبَلَ بَعۡضُهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٖ يَتَسَآءَلُونَ ٢٧ قَالُوٓاْ إِنَّكُمۡ كُنتُمۡ تَأۡتُونَنَا عَنِ ٱلۡيَمِينِ ٢٨ قَالُواْ بَل لَّمۡ تَكُونُواْ مُؤۡمِنِينَ ٢٩ وَمَا كَانَ لَنَا عَلَيۡكُم مِّن سُلۡطَٰنِۢ ۖ بَلۡ كُنتُمۡ قَوۡمٗا طَٰغِينَ ٣٠ فَحَقَّ عَلَيۡنَا قَوۡلُ رَبِّنَآۖ إِنَّا لَذَآئِقُونَ ٣١ فَأَغۡوَيۡنَٰكُمۡ إِنَّا كُنَّا غَٰوِينَ ٣٢ فَإِنَّهُمۡ يَوۡمَئِذٖ فِي ٱلۡعَذَابِ مُشۡتَرِكُونَ ٣٣ ﴾ [الصافات : ٢٧،  ٣٣]

  1. “Sebahagian dan mereka menghadap kepada sebahagian yang lain berbantah-bantahan. 28. Pengikut-pengikut mereka Berkata (kepada pemimpin-pemimpin mereka): “Sesungguhnya kamulah yang datang kepada kami dan kanan. 29. Pemimpin-pemimpin mereka menjawab: “Sebenarnya kamulah yang tidak beriman”. 30. Dan sekali-kali kami tidak berkuasa terhadapmu, bahkan kamulah kaum yang melampaui batas. 31. Maka Pastilah putusan (azab) Tuhan kita menimpa atas kita; Sesungguhnya kita akan merasakan (azab itu). 32. Maka kami Telah menyesatkan kamu, Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang sesat. 33. Maka Sesungguhnya mereka pada hari itu bersama-sama dalam azab”. QS. Ash-Shaaffat:27-33

 Pertengkaran orang kafir terahdap rekannya, syetan:

﴿ ۞قَالَ قَرِينُهُۥ رَبَّنَا مَآ أَطۡغَيۡتُهُۥ وَلَٰكِن كَانَ فِي ضَلَٰلِۢ بَعِيدٖ ٢٧ قَالَ لَا تَخۡتَصِمُواْ لَدَيَّ وَقَدۡ قَدَّمۡتُ إِلَيۡكُم بِٱلۡوَعِيدِ ٢٨ مَا يُبَدَّلُ ٱلۡقَوۡلُ لَدَيَّ وَمَآ أَنَا۠ بِظَلَّٰمٖ لِّلۡعَبِيدِ ٢٩ ﴾ [ق: ٢٧،  ٢٩]

  1. Yang menyertai dia Berkata (pula): “Ya Tuhan kami, Aku tidak menyesatkannya tetapi dialah yang berada dalam kesesatan yang jauh”. 28. Allah berfirman: “Janganlah kamu bertengkar di hadapan-Ku, padahal Sesungguhnya Aku dahulu Telah memberikan ancaman kepadamu”. 29. Keputusan di sisi-Ku tidak dapat diubah dan Aku sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Ku”. QS. Qaaf :27-29
  2. Perkara memuncak sampai manusia bertengkar dengan anggota tubuhnya:

﴿ وَيَوۡمَ يُحۡشَرُ أَعۡدَآءُ ٱللَّهِ إِلَى ٱلنَّارِ فَهُمۡ يُوزَعُونَ ١٩ حَتَّىٰٓ إِذَا مَا جَآءُوهَا شَهِدَ عَلَيۡهِمۡ سَمۡعُهُمۡ وَأَبۡصَٰرُهُمۡ وَجُلُودُهُم بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ٢٠ وَقَالُواْ لِجُلُودِهِمۡ لِمَ شَهِدتُّمۡ عَلَيۡنَاۖ قَالُوٓاْ أَنطَقَنَا ٱللَّهُ ٱلَّذِيٓ أَنطَقَ كُلَّ شَيۡءٖۚ وَهُوَ خَلَقَكُمۡ أَوَّلَ مَرَّةٖ وَإِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ ٢١ ﴾ [فصلت: ١٩،  ٢١]

  1. “Dan (Ingatlah) hari (ketika) musuh-musuh Allah di giring ke dalam neraka, lalu mereka dikumpulkan semuanya. 20. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang Telah mereka kerjakan. 21.  Dan mereka Berkata kepada kulit mereka: “Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?” kulit mereka menjawab: “Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai Berkata Telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dia-lah yang menciptakan kamu pada kali pertama dan Hanya kepada-Nya lah kamu dikembalikan”. Al-Fushshilat: 19-21.

 Para penghuni neraka memohon kepada Allah agar bisa melihat orang-orang yang telah menyesatkan mereka dan melipat gandakan siksaan kepada mereka:

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ رَبَّنَآ أَرِنَا ٱلَّذَيۡنِ أَضَلَّانَا مِنَ ٱلۡجِنِّ وَٱلۡإِنسِ نَجۡعَلۡهُمَا تَحۡتَ أَقۡدَامِنَا لِيَكُونَا مِنَ ٱلۡأَسۡفَلِينَ ٢٩ ﴾ [فصلت: ٢٩]

  1. “Dan orang-orang kafir berkata: “Ya Rabb kami perlihatkanlah kepada kami dua jenis orang yang Telah menyesatkan kami (yaitu) sebagian dari jinn dan manusia agar kami letakkan keduanya di bawah telapak kaki kami supaya kedua jenis itu menjadi orang-orang yang hina”. QS. Al-Fushshilat: 29
  2. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ يَوۡمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمۡ فِي ٱلنَّارِ يَقُولُونَ يَٰلَيۡتَنَآ أَطَعۡنَا ٱللَّهَ وَأَطَعۡنَا ٱلرَّسُولَا۠ ٦٦ وَقَالُواْ رَبَّنَآ إِنَّآ أَطَعۡنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَآءَنَا فَأَضَلُّونَا ٱلسَّبِيلَا۠ ٦٧ رَبَّنَآ ءَاتِهِمۡ ضِعۡفَيۡنِ مِنَ ٱلۡعَذَابِ وَٱلۡعَنۡهُمۡ لَعۡنٗا كَبِيرٗا ٦٨ ﴾ [الاحزاب : ٦٦،  ٦٨]

  1. Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam neraka, mereka berkata: “Alangkah baiknya, Andaikata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul”.
  2. Dan mereka berkata;:”Ya Tuhan kami, Sesungguhnya kami Telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). 68. Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar”. QS. Al-Ahzaab: 66-68
  • Pernyataan Iblis pada penghuni neraka:

Apabila Allah SUBHANAHU WA TA’ALA telah memutuskan semua perkara dan menyelesaikan permasalahan antara para hamba, maka iblispun memberikan pernyataannya kepada penghuni nereka, sehingga dengan hal itu  bertambahlah kesusahan, penyesalan, dan kerugian mereka. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَقَالَ ٱلشَّيۡطَٰنُ لَمَّا قُضِيَ ٱلۡأَمۡرُ إِنَّ ٱللَّهَ وَعَدَكُمۡ وَعۡدَ ٱلۡحَقِّ وَوَعَدتُّكُمۡ فَأَخۡلَفۡتُكُمۡۖ وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيۡكُم مِّن سُلۡطَٰنٍ إِلَّآ أَن دَعَوۡتُكُمۡ فَٱسۡتَجَبۡتُمۡ لِيۖ فَلَا تَلُومُونِي وَلُومُوٓاْ أَنفُسَكُمۖ مَّآ أَنَا۠ بِمُصۡرِخِكُمۡ وَمَآ أَنتُم بِمُصۡرِخِيَّ إِنِّي كَفَرۡتُ بِمَآ أَشۡرَكۡتُمُونِ مِن قَبۡلُۗ إِنَّ ٱلظَّٰلِمِينَ لَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٞ ٢٢ ﴾ [ابراهيم: ٢٢]

  1. “Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) Telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah Telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun Telah menjanjikan kepadamu tetapi Aku menyalahinya. sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) Aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca Aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya Aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan Aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih“. QS. Ibrahim: 22
  • Permohonan neraka agar bertambah orang yang menjdi penghuninya:
  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ يَوۡمَ نَقُولُ لِجَهَنَّمَ هَلِ ٱمۡتَلَأۡتِ وَتَقُولُ هَلۡ مِن مَّزِيدٖ ٣٠ ﴾ [ق: ٣٠]

  1. (dan ingatlah akan) hari (yang pada hari itu) kami bertanya kepada Jahannam: “Apakah kamu sudah penuh?” dia menjawab: “Masih ada tambahan?”. QS. Qaaf: 30.
  2. Dari Anas bin Malik t dari Nabi r beliau bersabda:

لاَ تَزَالُ جَهَنَّمُ يُلْقَى فِيْهَا وَتَقُوْلُ: هَلْ مِنْ مَزِيْدٍ. حَتَّى يَضَعَ رَبُّ الْعِزَّةِ فِيْهَا قَدَمَهُ فَيَنْزَوِيْ بَعْضُهَا إِلَى بَعْضٍ وَتَقُوْلُ قَطُّ قَطُّ بِعِزَّتِكَ وَكَرَمِكَ. وَلاَ يَزَالُ فِى الْجَنَّةِ فَضْلٌ حَتّى يُنْشِئَ اللهُ لَهَا خَلْقًا آخَرَ, فَيُسْكِنَهُمْ فَضْلَ الْجَنَّةِ.

“Senantiasa neraka Jahanam dilontarkan kepadanya (para penghuni neraka) dan ia  terus berkata: “Masih adakah tambahan”. Sehingga Rabb Yang Perkasa meletakkan kaki-Nya, sehingga sebagiannya mengerut kepada bagian yang lain seraya berkata: “Cukup, cukup, demi keperkasaan dan kemurahan-Mu”. Dan senantiasa surga itu melebihi (jumlah penghuninya) sehingga Allah SUBHANAHU WA TA’ALA menciptakan makhluk lain baginya, lalu menempatkan mereka pada surga yang lebih itu.” Muttafaqun ‘alaih.[32]

  • Gambaran tentang keadaan sebagian para penghuni neraka:

Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِ‍َٔايَٰتِنَا سَوۡفَ نُصۡلِيهِمۡ نَارٗا كُلَّمَا نَضِجَتۡ جُلُودُهُم بَدَّلۡنَٰهُمۡ جُلُودًا غَيۡرَهَا لِيَذُوقُواْ ٱلۡعَذَابَۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمٗا ٥٦ ﴾ [النساء : ٥٦]

  1. “Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat kami, kelak akan kami masukkan mereka ke dalam neraka. setiap kali kulit mereka hangus, kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. QS. An-Nisaa`: 56

Dan firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ إِنَّ ٱلۡمُجۡرِمِينَ فِي عَذَابِ جَهَنَّمَ خَٰلِدُونَ ٧٤ لَا يُفَتَّرُ عَنۡهُمۡ وَهُمۡ فِيهِ مُبۡلِسُونَ ٧٥ وَمَا ظَلَمۡنَٰهُمۡ وَلَٰكِن كَانُواْ هُمُ ٱلظَّٰلِمِينَ ٧٦ ﴾ [الزخرف: ٧٤،  ٧٦]

  1. “Sesungguhnya orang-orang yang berdosa kekal di dalam azab neraka jahannam. 75. Tidak diringankan azab itu dari mereka dan mereka di dalamnya berputus asa.76.  Dan tidaklah kami menganiaya mereka tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri”.(QS. Az-Zukhruf: 74-76)

Dan firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ إِنَّ ٱللَّهَ لَعَنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ وَأَعَدَّ لَهُمۡ سَعِيرًا ٦٤ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدٗاۖ لَّا يَجِدُونَ وَلِيّٗا وَلَا نَصِيرٗا ٦٥ يَوۡمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمۡ فِي ٱلنَّارِ يَقُولُونَ يَٰلَيۡتَنَآ أَطَعۡنَا ٱللَّهَ وَأَطَعۡنَا ٱلرَّسُولَا۠ ٦٦ ﴾ [الاحزاب : ٦٤،  ٦٦]

  1. “Sesungguhnya Allah mela’nati orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka), 65. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; mereka tidak memperoleh seorang pelindungpun dan tidak (pula) seorang penolong. 66. Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam neraka, mereka berkata: “Alangkah baiknya, Andaikata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul”. QS. Al-Ahzaab: 64-66.

 Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَهُمۡ نَارُ جَهَنَّمَ لَا يُقۡضَىٰ عَلَيۡهِمۡ فَيَمُوتُواْ وَلَا يُخَفَّفُ عَنۡهُم مِّنۡ عَذَابِهَاۚ كَذَٰلِكَ نَجۡزِي كُلَّ كَفُورٖ ٣٦ ﴾ [فاطر: ٣٦]

  1. “Dan orang-orang kafir bagi mereka neraka jahannam. mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah kami membalas setiap orang yang sangat kafir”. QS. Faathir: 36

Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ شَقُواْ فَفِي ٱلنَّارِ لَهُمۡ فِيهَا زَفِيرٞ وَشَهِيقٌ ١٠٦ خَٰلِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلۡأَرۡضُ إِلَّا مَا شَآءَ رَبُّكَۚ إِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٞ لِّمَا يُرِيدُ ١٠٧ ﴾ [هود: ١٠٦،  ١٠٧]

  1. “Adapun orang-orang yang celaka, Maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih), 107. Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi. “. QS. Huud: 106-107

Dan firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ فَوَرَبِّكَ لَنَحۡشُرَنَّهُمۡ وَٱلشَّيَٰطِينَ ثُمَّ لَنُحۡضِرَنَّهُمۡ حَوۡلَ جَهَنَّمَ جِثِيّٗا ٦٨ ثُمَّ لَنَنزِعَنَّ مِن كُلِّ شِيعَةٍ أَيُّهُمۡ أَشَدُّ عَلَى ٱلرَّحۡمَٰنِ عِتِيّٗا ٦٩ ثُمَّ لَنَحۡنُ أَعۡلَمُ بِٱلَّذِينَ هُمۡ أَوۡلَىٰ بِهَا صِلِيّٗا ٧٠ ﴾ [مريم: ٦٨،  ٧٠]

  1. “Demi Tuhanmu, Sesungguhnya akan kami bangkitkan mereka bersama syaitan, Kemudian akan kami datangkan mereka ke sekeliling Jahannam dengan berlutut. 69. Kemudian pasti akan kami tarik dari tiap-tiap golongan siapa di antara mereka yang sangat durhaka kepada Tuhan yang Maha Pemurah. 70. Dan Kemudian kami sungguh lebih mengetahui orang-orang yang seharusnya dimasukkan ke dalam neraka”. QS. Maryam: 68-70

Dan firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ إِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتۡ مِرۡصَادٗا ٢١ لِّلطَّٰغِينَ مَ‍َٔابٗا ٢٢ لَّٰبِثِينَ فِيهَآ أَحۡقَابٗا ٢٣ لَّا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرۡدٗا وَلَا شَرَابًا ٢٤ إِلَّا حَمِيمٗا وَغَسَّاقٗا ٢٥ جَزَآءٗ وِفَاقًا ٢٦ ﴾ [النبا: ٢١،  ٢٦]

  1. Sesungguhnya neraka Jahannam itu (padanya) ada tempat pengintai. 22. Lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas, 23.  Mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya, 24.  Mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, 25.  Selain air yang mendidih dan nanah, 26.  Sebagai pambalasan yang setimpal”. QS. An-Naba: 21-26)

Dan firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَلِلَّذِينَ كَفَرُواْ بِرَبِّهِمۡ عَذَابُ جَهَنَّمَۖ وَبِئۡسَ ٱلۡمَصِيرُ ٦ إِذَآ أُلۡقُواْ فِيهَا سَمِعُواْ لَهَا شَهِيقٗا وَهِيَ تَفُورُ ٧ تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ ٱلۡغَيۡظِۖ كُلَّمَآ أُلۡقِيَ فِيهَا فَوۡجٞ سَأَلَهُمۡ خَزَنَتُهَآ أَلَمۡ يَأۡتِكُمۡ نَذِيرٞ ٨ قَالُواْ بَلَىٰ قَدۡ جَآءَنَا نَذِيرٞ فَكَذَّبۡنَا وَقُلۡنَا مَا نَزَّلَ ٱللَّهُ مِن شَيۡءٍ إِنۡ أَنتُمۡ إِلَّا فِي ضَلَٰلٖ كَبِيرٖ ٩ ﴾ [الملك: ٦،  ٩]

  1. Dan orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, memperoleh azab jahannam. dan Itulah seburuk-buruk tempat kembali. 7. Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak, 8. Hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah. setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka: “Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?”. 9.  Mereka menjawab: “Benar ada”, Sesungguhnya Telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan, Maka kami mendustakan (nya) dan kami katakan: “Allah tidak menurunkan sesuatupun; kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar”.QS. Al-Mulk: 6-9

Dan firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ إِنَّ ٱلۡمُجۡرِمِينَ فِي ضَلَٰلٖ وَسُعُرٖ ٤٧ يَوۡمَ يُسۡحَبُونَ فِي ٱلنَّارِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمۡ ذُوقُواْ مَسَّ سَقَرَ ٤٨ ﴾ [القمر: ٤٧،  ٤٨]

  1. Sesungguhnya orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka. 48. (Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka. (Dikatakan kepada mereka): “Rasakanlah sentuhan api neraka!”. QS. Al-Qamar: 47-48

Dan firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ كَلَّاۖ لَيُنۢبَذَنَّ فِي ٱلۡحُطَمَةِ ٤ وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا ٱلۡحُطَمَةُ ٥ نَارُ ٱللَّهِ ٱلۡمُوقَدَةُ ٦ ٱلَّتِي تَطَّلِعُ عَلَى ٱلۡأَفۡ‍ِٔدَةِ ٧ إِنَّهَا عَلَيۡهِم مُّؤۡصَدَةٞ ٨ فِي عَمَدٖ مُّمَدَّدَةِۢ ٩ ﴾ [الهمزة: ٤،  ٩]

  1. ” Sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah. 5. Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? 6. (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, 7. Yang (membakar) sampai ke hati.8. Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka, 9. (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang”. QS. Al-Humazah: 4-9

. Dari Usamah bin Zaid t sesungguhnya ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda:

يُجَاءُ بِالرَّجُلِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُلْقَى فِى النَّارِ فَتَنْدَلِقُ أَقْتَابُهُ فِى النَّارِ. فَيَدُوْرُ كَمَا يَدُوْرُ الْحِمَارُ بِرَحَاهُ فَيَجْتَمِعُ أَهْلُ النَّارِ عَلَيْهِ فَيَقُوْلُوْنَ: يَا فُلاَنُ مَا شَأْنُكَ؟ أَلَيْسَ كُنْتَ تَأْمُرُنَا بِاْلمُعْرُوْفِ وَتَنْهَانَا عَنِ الْمُنْكَرِ؟ قَالَ: كُنْتُ آمُرُكُمْ بِالْمُعْرُوْفِ وَلاَ آتِيْهِ وَأَنْهَاكُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَآتِيْهِ. متفق عليه.

“Didatangkan seorang laki-laki di hari kiamat, lalu dilemparkan ke neraka, maka keluarlah isi perutnya dari rongganya di dalam neraka. Lalu ia berputar seperti berputarnya keledai dengan pemutar gandumnya. Maka penghuni neraka berkumpul atasnya seraya bertanya: “Wahai fulan, apa yang terjadi denganmu?. Bukankah engkau yang menyuruh kami berbuat ma’ruf dan melarang berbuat mungkar? Ia menjawab: “Aku menyuruh kalian berbuat yang ma’ruf namun aku sendiri tidak melakukannya, dan aku melarangmu dari perbuatan mungkar sementara aku sendiri melakukannya.’ Muttafaqun ‘alaih.[33]

  • Tangisan dan rintihan penghuni neraka:
  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ ……. وَقَالُواْ لَا تَنفِرُواْ فِي ٱلۡحَرِّۗ قُلۡ نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ حَرّٗاۚ لَّوۡ كَانُواْ يَفۡقَهُونَ ٨١ فَلۡيَضۡحَكُواْ قَلِيلٗا وَلۡيَبۡكُواْ كَثِيرٗا جَزَآءَۢ بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ ٨٢ ﴾ [التوبة:81، 82]

  1. “…dan mereka berkata: “Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini”. Katakanlah: “Api neraka Jahannam itu lebih sangat panas(nya)” jika mereka Mengetahui. 82. Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan”. QS. At-Taubah: 81-82

 Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَهُمۡ يَصۡطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَآ أَخۡرِجۡنَا نَعۡمَلۡ صَٰلِحًا غَيۡرَ ٱلَّذِي كُنَّا نَعۡمَلُۚ أَوَ لَمۡ نُعَمِّرۡكُم مَّا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَن تَذَكَّرَ وَجَآءَكُمُ ٱلنَّذِيرُۖ فَذُوقُواْ فَمَا لِلظَّٰلِمِينَ مِن نَّصِيرٍ ٣٧ ﴾ [فاطر: ٣٧]

  1. “Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang Telah kami kerjakan”. dan apakah kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun”. QS. Faathir: 37
  2. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ لَهُمۡ فِيهَا زَفِيرٞ وَهُمۡ فِيهَا لَا يَسۡمَعُونَ ١٠٠ ﴾ [الانبياء: ١٠٠]

  1. “Mereka merintih di dalam api dan mereka di dalamnya tidak bisa mendengar”. QS. Al-Anbiyaa`: 100.
  2. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَإِذَآ أُلۡقُواْ مِنۡهَا مَكَانٗا ضَيِّقٗا مُّقَرَّنِينَ دَعَوۡاْ هُنَالِكَ ثُبُورٗا ١٣ لَّا تَدۡعُواْ ٱلۡيَوۡمَ ثُبُورٗا وَٰحِدٗا وَٱدۡعُواْ ثُبُورٗا كَثِيرٗا ١٤ ﴾ [الفرقان: ١٣،  ١٤]

  1. Dan apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sempit di neraka itu dengan dibelenggu, mereka di sana mengharapkan kebinasaan. 14. (akan dikatakan kepada mereka): “Jangan kamu sekalian mengharapkan satu kebinasaan, melainkan harapkanlah kebinasaan yang banyak”. QS. Al-Furqaan: 13-14

Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَيَوۡمَ يَعَضُّ ٱلظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيۡهِ يَقُولُ يَٰلَيۡتَنِي ٱتَّخَذۡتُ مَعَ ٱلرَّسُولِ سَبِيلٗا ٢٧ ﴾ [الفرقان: ٢٧]

  1. Dan (Ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) Aku mengambil jalan bersama-sama Rasul”. QS. Al-Furqaan: 27.
  2. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ ….. كَذَٰلِكَ يُرِيهِمُ ٱللَّهُ أَعۡمَٰلَهُمۡ حَسَرَٰتٍ عَلَيۡهِمۡۖ وَمَا هُم بِخَٰرِجِينَ مِنَ ٱلنَّارِ ١٦٧ ﴾ [البقرة: ١٦٧]

  1. Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: “Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami.” Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka”. QS. Al-Baqarah: 167
  2. Dari Abdullah bin Qais t, sesungguhnya Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda:

إِنَّ أَهْلَ النَّارِ لَيَبْكُوْنَ حَتَّى لَوْ أُجْرِيَتِْ السُّفُنُ فِى دُمُوْعِهِمْ لَجَرَتْ, وَإِنَّهُمْ لَيَبْكُوْنَ الدَّمَ –يَعْنِي- مَكَانَ الدَّمْعِ.

“Sesungguhnya penghuni neraka terus menangis, sehingga seandainya kapal-kapal dilabuhkan pada air mata mereka, niscaya ia bisa berlabuh. Dan sesungguhnya meraka menangis darah –maksudnya- di tempat air mata.” HR. Ibnu Majah dan al-Hakim.[34]

  • Teriakan para penghuni neraka:

Apabila para penghuni neraka sudah memasuki neraka dan merasakan siksaan berat, maka mereka meminta tolong dan berteriak barangkali mereka mendapatkan orang yang menolong dan memenuhi permintaan mereka. Maka mereka memanggil para penghuni surga, para penjaga neraka, dan Malik penjaga neraka. Dan mereka berseru kepada Rabb mereka. Maka mereka tidak mendapatkan jawaban kecuali apa yang menambah kerugian mereka. Samapai akhirnya mereka kehilangan harapan, dan terus berteriak dan merintih.

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَنَادَىٰٓ أَصۡحَٰبُ ٱلنَّارِ أَصۡحَٰبَ ٱلۡجَنَّةِ أَنۡ أَفِيضُواْ عَلَيۡنَا مِنَ ٱلۡمَآءِ أَوۡ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُۚ قَالُوٓاْ إِنَّ ٱللَّهَ حَرَّمَهُمَا عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ ٥٠ ﴾ [الاعراف: ٤٩]

  1. “Dan penghuni neraka menyeru penghuni syurga: “Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang Telah dirizkikan Allah kepadamu”. Mereka (penghuni surga) menjawab: “Sesungguhnya Allah Telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir”. QS. Al-A’raaf:50

 Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَقَالَ ٱلَّذِينَ فِي ٱلنَّارِ لِخَزَنَةِ جَهَنَّمَ ٱدۡعُواْ رَبَّكُمۡ يُخَفِّفۡ عَنَّا يَوۡمٗا مِّنَ ٱلۡعَذَابِ ٤٩ قَالُوٓاْ أَوَ لَمۡ تَكُ تَأۡتِيكُمۡ رُسُلُكُم بِٱلۡبَيِّنَٰتِۖ قَالُواْ بَلَىٰۚ قَالُواْ فَٱدۡعُواْۗ وَمَا دُعَٰٓؤُاْ ٱلۡكَٰفِرِينَ إِلَّا فِي ضَلَٰلٍ ٥٠ ﴾ [غافر: ٤٩،  ٥٠]

  1. “Dan orang-orang yang berada dalam neraka Berkata kepada penjaga-penjaga neraka Jahannam: “Mohonkanlah kepada Tuhanmu supaya dia meringankan azab dari kami barang sehari”. 50. Penjaga Jahannam berkata: “Dan apakah belum datang kepada kamu rasul-rasulmu dengan membawa keterangan-keterangan?” mereka menjawab: “Benar, sudah datang”. penjaga-penjaga Jahannam berkata: “Berdoalah kamu”. dan doa orang-orang kafir itu hanyalah sia-sia belaka”. QS. Ghafiir: 49-50
  2. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَنَادَوۡاْ يَٰمَٰلِكُ لِيَقۡضِ عَلَيۡنَا رَبُّكَۖ قَالَ إِنَّكُم مَّٰكِثُونَ ٧٧ لَقَدۡ جِئۡنَٰكُم بِٱلۡحَقِّ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَكُمۡ لِلۡحَقِّ كَٰرِهُونَ ٧٨ ﴾ [الزخرف: ٧٧،  ٧٨]

  1. Mereka berseru: “Hai Malik Biarlah Tuhanmu membunuh kami saja”. dia menjawab: “Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)”. 78. Sesungguhnya kami benar-benar Telah memhawa kebenaran kepada kamu tetapi kebanyakan di antara kamu benci pada kebenaran itu. QS. Az-Zukhruf: 77-78)
  2. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ قَالُواْ رَبَّنَا غَلَبَتۡ عَلَيۡنَا شِقۡوَتُنَا وَكُنَّا قَوۡمٗا ضَآلِّينَ ١٠٦ رَبَّنَآ أَخۡرِجۡنَا مِنۡهَا فَإِنۡ عُدۡنَا فَإِنَّا ظَٰلِمُونَ ١٠٧ ﴾ [المؤمنون : ١٠٦،  ١٠٧]

  1. “Mereka berkata: “Ya Tuhan kami, kami Telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan adalah kami orang-orang yang sesat. 107. Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami daripadanya (dan kembalikanlah kami ke dunia), Maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim.” 108. Allah berfirman: “Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku”. QS. Al-Mukminun: 106-108

 

  1. Maka apabila para penghuni neraka sungguh telah kehilangan harapana bisa keluar dari neraka dan merasa putus asa dari segala kebaikan, mulailah mereka berteriak dan merintih, seperti firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ شَقُواْ فَفِي ٱلنَّارِ لَهُمۡ فِيهَا زَفِيرٞ وَشَهِيقٌ ١٠٦ خَٰلِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلۡأَرۡضُ إِلَّا مَا شَآءَ رَبُّكَۚ إِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٞ لِّمَا يُرِيدُ ١٠٧ ﴾ [هود: ١٠٦،  ١٠٧]

  1. “Adapun orang-orang yang celaka, Maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih), 107. Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang dia kehendaki”. QS. Huud: 106-107

 

Kita berlindung kepada Allah SUBHANAHU WA TA’ALA dari kemurkaan, kebencian, dan siksa-Nya. Ya Allah, berilah kami rizqi surga dan selamatkanlah kami dari siksa neraka. Engkau adalah pelindung kami. Sebaik-baik pelindung dan penolong.

  • Para penghuni surga mewarisi tempat tinggal para penghuni neraka (yang ada di surga):

Dari Abu Hurairah t, ia berkata, ‘Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda:

مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ لَهُ مَنْزِلاَنِ: مَنْزِلٌ فِى الْجَنَّةِ وَمَنْزِلٌ فِى النَّارِ. فَإِذَا مَاتَ فَدَخَلَ النَّارَ وَرِثَ أَهْلُ الْجَنَّةِ مَنْزِلَهُ فَذلِكَ قَوْلُهُ تَعَالَى: ﴿ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡوَٰرِثُونَ ١٠ ٱلَّذِينَ يَرِثُونَ ٱلۡفِرۡدَوۡسَ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ ١١ ﴾ [المؤمنون : ١٠،  ١١]  . أخرجه ابن ماجه

“Tidak ada seorangpun di antara kalian kecuali dia mempunyai dua tempat: satu di surga dan satu tempat di neraka. Apabila seseorang meninggal dunia, lalu masuk ke dalam neraka, maka para penghuni surga mewarisi tempatnya. Maka itulah makna firman-Nya I:

﴿ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡوَٰرِثُونَ ١٠ ٱلَّذِينَ يَرِثُونَ ٱلۡفِرۡدَوۡسَ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ ١١ ﴾ [المؤمنون : ١٠،  ١١]

  1. Mereka Itulah orang-orang yang akan mewarisi, 11. (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. mereka kekal di dalamnya”. HR. Ibnu Majah.[35]

 Keluarnya orang-orang beriman pelaku maksiat dari neraka:

  1. Dari Jabir t, ia berkata, Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda:

يُعَذَّبُ ناسٌ مِنْ أَهْلِ التّوْحِيْدِ فِى النَّارِ حَتَّى يَكُوْنُوْا فِيْهَا حُمَمًا ثُمَّ تُدْرِكُهُمْ الرَّحْمَةُ فَيُخْرَجُوْنَ وَيُطْرَحُوْنَ عَلَى أَبْوَابِ الْجَنَّةِ. قَالَ: فَيَرُشُّ عَلَيْهِمْ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْمَاءِ فَيَنْبُتُوْنَ كَمَا يَنْبُتُ الْغِثاَءُ فِى حِمَالَةِ السَّيْلِ ثُمَّ يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ.

“Segolongan manusia yang bertauhid disiksa di neraka sehingga mereka menjadi hitam di dalamnya. Akhirnya, mereka mendapat rahmat, lalu dikeluaran dari neraka dan dilemparkan di hadapan pintu-pintu surga. Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda: “Maka penghuni surga memercikkan air kepada mereka, lalu mereka tumbuh seperti tumbuhnya buih yang dibawa banjir, kemudian mereka masuk ke dalam surga”.[36]

  1. Dari Anas bin Malik t, sesungguhnya Nabi r bersabda:

يُخْرَجُ مِنَ النَّارِ مَنْ قَالَ لاَ اِلهَ إِلاَّ اللهُ وَكَانَ فِى قَلْبِهِ مِنَ الْخَيْرِ مَا يَزِنُ بُرَّةً. ثُمَّ يُخْرَجُ مِنَ النَّارِ مَنْ قَالَ: لاَ اِلهَ إِلاَّ اللهُ وَكَانَ فِى قَلْبِهِ مِنَ الْخَيْرِ مَا يَزِنُ ذُرَّةً. متفق عليه.

“Akan dikeluarkan dari neraka orang yang mengatakan: laailaaha illallah (Tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah SUBHANAHU WA TA’ALA), dan dihatinya ada kebaikan sebarat biji gandum. Kemudian dikeluarkan dari neraka orang yang mengatakan: laailaaha illallah (Tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah SUBHANAHU WA TA’ALA) dan di hatinya ada kebaikan seberat biji shalallahu alaihi wassalami.” Muttafaqun ‘alaih.[37]

  • Penghuni neraka yang paling berat siksanya:
  1. Kenikmatan yang paling utama di dalam surga adalah kesenangan dan kebahagiaan mereka melihat Rabb mereka dan ridha-Nya terhadap mereka, sebagaimana firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٖ نَّاضِرَةٌ ٢٢ إِلَىٰ رَبِّهَا نَاظِرَةٞ ٢٣ ﴾ [القيامة: ٢٢،  ٢٣]

  1. “Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. 23. Kepada Tuhannyalah mereka Melihat”. QS. Al-Qiyamah: 22-23
  2. Dan siksaan di neraka yang paling berat adalah terhijabnya penghuni neraka dari melihat Rabb mereka I, sebagaimana firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ كَلَّآ إِنَّهُمۡ عَن رَّبِّهِمۡ يَوۡمَئِذٖ لَّمَحۡجُوبُونَ ١٥ ثُمَّ إِنَّهُمۡ لَصَالُواْ ٱلۡجَحِيمِ ١٦ ﴾ [المطففين: ١٥،  ١٦]

  1. “Sekali-kali tidak, Sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar tertutup dari (rahmat) Tuhan mereka. 16. Kemudian, Sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka”. Muthaffifiin: 15-16
  • Kekalnya penghuni neraka
  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ شَقُواْ فَفِي ٱلنَّارِ لَهُمۡ فِيهَا زَفِيرٞ وَشَهِيقٌ ١٠٦ خَٰلِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلۡأَرۡضُ إِلَّا مَا شَآءَ رَبُّكَۚ إِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٞ لِّمَا يُرِيدُ ١٠٧ ۞وَأَمَّا ٱلَّذِينَ سُعِدُواْ فَفِي ٱلۡجَنَّةِ خَٰلِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلۡأَرۡضُ إِلَّا مَا شَآءَ رَبُّكَۖ عَطَآءً غَيۡرَ مَجۡذُوذٖ ١٠٨ ﴾ [هود: ١٠٦،  ١٠٨]

  1. Adapun orang-orang yang celaka, Maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih), 107. Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang dia kehendaki. 108. Adapun orang-orang yang berbahagia, Maka tempatnya di dalam syurga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya”. QS. Hud: 106-108
  2. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَوۡ أَنَّ لَهُم مَّا فِي ٱلۡأَرۡضِ جَمِيعٗا وَمِثۡلَهُۥ مَعَهُۥ لِيَفۡتَدُواْ بِهِۦ مِنۡ عَذَابِ يَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِ مَا تُقُبِّلَ مِنۡهُمۡۖ وَلَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٞ ٣٦ يُرِيدُونَ أَن يَخۡرُجُواْ مِنَ ٱلنَّارِ وَمَا هُم بِخَٰرِجِينَ مِنۡهَاۖ وَلَهُمۡ عَذَابٞ مُّقِيمٞ ٣٧ ﴾ [المائ‍دة: ٣٦،  ٣٧]

  1. “Sesungguhnya orang-orang yang kafir sekiranya mereka mempunyai apa yang dibumi Ini seluruhnya dan mempunyai yang sebanyak itu (pula) untuk menebusi diri mereka dengan itu dari azab hari kiamat, niscaya (tebusan itu) tidak akan diterima dari mereka, dan mereka beroleh azab yang pedih. 37. Mereka ingin keluar dari neraka, padahal mereka sekali-kali tidak dapat keluar daripadanya, dan mereka beroleh azab yang kekal”. QS. Al-Maidah: 36-37
  2. Dari Ibnu Umar t berkata, ‘Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda:

إِذَا صَارَ أَهْلُ الْجَنَّةِ إِلَى الْجَنَّةِ وَأَهْلُ النَّارِ إِلَى النَّارِ جِيْءَ بِاْلمَوْتِ حَتَّى يُجْعَلَ بَيْنَ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ ثُمَّ يُذْبَحَ ثُمَّ يُنَادِي مُنَادٍ: يَا أَهْلَ الْجَنَّةِ لاَ مَوْتَ وَياَ أَهْلَ النَّارِ لاَ مَوْتَ. فَيَزْدَادُ أَهْلُ الْجَنَّةِ فَرَحًا إِلَى فَرَحِهِمْ وَيَزْدَادُ أَهْلُ النَّارِ حُزْنًا إِلَى حُزْنِهِمْ.

“Apabila penghuni surga sudah berada di surga dan penghuni neraka sudah berada di neraka, didatangkanlah kematian sehingga dijadikan di antara surga dan neraka, kemudian disembelih. Lalu terdengarlah suara seruan: “Hai penghuni surga, tidak ada lagi kematian! wahai penghuni neraka tidak ada lagi kematian” Maka bertambahlah kesenangan para penghuni surga atas kesenangan yang telah mereka rasakan dan bertambah kesedihan para penghuni neraka di atas kesedihan yang telah mereka rasakan .”Muttafaqun ‘alaih.[38]

  • Pemisah antara surga dan neraka:

Dari Abu Hurairah t sesungguhnya Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda:

حُجِبَتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ وَحُجِبَتِ الْجَنَّةُ بِاْلمَكَارِهِ

“Neraka kelilingi oleh segala kenikmatan (hawa nafsu) dan surga dikelilingi oleh segala yang dibenci.”[39]

  • Dekatnya jarak antara surga dan neraka:

Dari Abdullah bin Mas’ud t berkata: Nabi r bersabda:

الجَنَّةُ أَقْرَبُ إِلَى أَحَدِكُمْ مِنْ شِرَاكِ نَعْلِهِ وَالنَّارُ مِثْلُ ذلِكَ.

“Surga itu lebih dekat kepada seseorang dari kamu dari tali sendalnya, dan nerakapun seperti itu juga.”[40]

  • Perdebatan antara surga dan neraka serta keputusan Allah SUBHANAHU WA TA’ALA antara keduanya:
    “Dari Abu Hurairah t dari Nabi r bahwa beliau bersabda:

تَحَاجَّتِ النَّارُ وَاْلجَنَّةُ فَقَالَتِ النَّارُ: أُوْثِرْتُ بِالْمُتَكَبِّرِيْنَ وَالْمُتَجَبِّرِيْنَ. وَقاَلَتِ الْجَنَّةُ: فَمَالِي لاَ يَدْخُلُنِي إِلاَّ ضُعَفَاءُ النَّاسُ وَسَقَطُهُمْ وَعَجْزُهُمْ. فَقَالَ اللهُ لِلْجَنَّةِ: أَنْتِ رَحْمَتِي أَرْحَمُ بِك مَنْ أَشَاءُ مِنْ عِبَادِي. وَقَالَ لِلنَّارِ: أَنْت عَذَابِي أُعَذِّبُ بِك مَنْ أَشَاءُ مِنْ عِبَادِي وَلِكُلِّ وَاحِدَةٍ مِنْكُمْ مِلْؤُهَا…

“Surga dan neraka saling berdebat. Neraka berkata: “Aku diutamakan untuk orang-orang yang sombong dan orang-orang besar diri. Dan surga berkata: ‘Tidak ada yang memasukiku kecuali manusia-manusia yang lemah, rendah dan lemah. Allah SUBHANAHU WA TA’ALA berfirman kepada surga: “Engkau adalah rahmat-Ku. Aku memberi rahmat denganmu kepada hamba-hamba-Ku yang Kukehendaki. Dan Allah SUBHANAHU WA TA’ALA berfirman kepada neraka: “Engkau adalah siksaan-Ku. Aku menyiksa denganmu hamba-hamba-Ku yang Kukehendaki. Dan untuk setiap kalian akan mendapat penghuninya masing-masing…”[41]

  • Berlindung dari neraka dan berdo’a meminta surga:
  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَٱتَّقُواْ ٱلنَّارَ ٱلَّتِيٓ أُعِدَّتۡ لِلۡكَٰفِرِينَ ١٣١ وَأَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ ١٣٢ ﴾ [ال عمران: ١٣١،  ١٣٢]

  1. Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir. 132. Dan taatilah Allah dan rasul, supaya kamu diberi rahmat”. QS. Ali Imrah: 131-132
  2. Dari ‘Adi bin Hatim t sesungguhnya Nabi r menyebutkan tentang neraka, lalu beliau mengisyaratkan dengan wajahnya dan berlindung darinya. kemudian memalingkan wajahnya lalu berlindung darinya. kemudian beliau bersabda:

اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ فَمَنْ لمَ ْيَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ

“Jagalah dirimu dari neraka sekalipun hanya dengan sebelah kurma, dan barangsiapa yang tidak mendapatkannya maka hendaklah dengan kata-kata yang baik.”[42]

  1. Dari Abu Hurairah t, sesungguhnya Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda:

كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ إِلاَّ مَنْ أَبَى. قَالُوْ: يَا رَسُوْلَ اللهِ  وَمَنْ أبَى. قَالَ: َمنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى

“Setiap umatku pasti masuk surga, kecuali orang yang enggan. Mereka bertanya: “Wahai Rasulullah, siapakah yang enggan itu?’ Beliau menjawab: “Barangsiapa yang taat kepadaku niscaya ia akan masuk surga, dan barangsiapa yang durhaka kepadaku, berarti ia berbuat durhaka”.[43]

Ya Allah, sesungguhnya kami memohon surga kepada Engkau dan apa yang mendekatkan kepada keduanya baik perkataan atau ucapan. Dan kami berlindung kepada-Mu dari api neraka dan apa-apa yang mendekatkan kepadanya baik perkataan dan perbuatan.

 


[1] Shahih/ HR. al-Hakim  1304 dan Ibnu Hibban 3013, dan al-Arna`uth berkata: Isnadnya shahih.

[2]  HR. Muslim 2842

[3]  HR. al-Bukhari 806, dan Muslim 182, dan ini adalah lafazhnya.

[4]  HR. Muslim 2844

[5] HR. Muslim 2851

[6]  HR. al-Bukhari  6551, dan Muslim no. 52, ini adalah lafazhnya.

[7]  Gunung di antara ‘Araj dan Ruwaitsah, di sebelah kanan orang yang berjalan dari Madinah menuju Makkah. Lihat: an-Nihayah fi Gharibil Hadits wal Atsar, karya Ibnu al-Atsir.

[8]  Shahih/ HR. Ahmad no. 8327, dan al-Hakim 8759, dan ini adalah lafazhnya. Lihat: as-Silsilah ash-Shahihah 1105.

[9]  HR. al-Bukhari 3265, dan Muslim 2843, ini adalah lafazhnya.

[10]  HR. al-Bukhari  3260, ini adalah lafazhnya, dan Muslim 617.

[11]  HR. al-Bukhari 3348, ini adalah lafazhnya, dan Muslim 222.

[12]  Shahih/ HR. Ahmad  8411, Lihat as-Silsilah ash-Shahihah 512, dan at-Tirmidzi 2574, ini adalah lafazhnya, Shahih Sunan at-Tirmidzi 2084.

[13]  HR. Muslim no. 1905

[14]  HR. Muslim no. 2865

[15]  HR. al-Bukhari no. 29, ini adalah lafazhnya, dan Muslim no. 907

[16]  Shahih/ HR. Ahmad  no. 8411, Lihat as-Silsilah ash-Shahihah no. 512, dan at-Tirmidzi no. 2574, ini adalah lafazhnya, Shahih Sunan at-Tirmidzi no. 2084.

[17] HR. al-Bukhari no. 5950 dan Muslim no. 2109, ini adalah lafazhnya.

[18]  Sanadnya jayyid/ HR. Ahmad no. 3868, ini adalah lafazhnya, dan ath-Thabrani dalam al-Kabir (10/260), lihat as-Silsilah ash-Shahihah no. 281

[19]  HR. al-Bukhari no. 6572, ini adalah lafazhnya, dan Muslim no. 213.

[20]  HR. Muslim no. 212

[21] HR. al-Bukhari no. 6564, ini adalah lafazhnya, dan Muslim no. 210

[22]  HR. al-Bukhari no. 6557, ini adalah lafazhnya, dan Muslim no. 2805

[23]  HR. al-Bukhari no. 6569

[24]  HR. al-Bukhari no. 3334, ini adalah lafazhnya, dan Muslim no. 2805

[25] HR. al-Bukhari no. 3166

[26]  HR. al-Bukhari no. 7047

[27]  HR. al-Bukhari no. 1386

[28]  HR. Muslim no. 2110

[29] HR. al-Bukhari no 5954, dan Muslim no. 2107, ini adalah lafazhnya.

[30]  HR. al-Bukhari no. 7042 dan Muslim no. 2107

[31]  Shahih/ HR. Tirmidzi ni 2616, ini adalah lafazhnya, Shahih Sunan at-Tirmidzi ni 2110, dan Ibnu Majah ni. 3973, Shahih Sunan Ibnu Majah no.3209.

[32]  HR. al-Bukhari no. 4848, dan Muslim no. 2848, ini adalah lafazhnya.

[33]  HR. al-Bukhari no. 3267, ini adalah lafazhnya, dan Muslim no. 2989.

[34]  Hasan/ HR. Ibnu Majah no 4324, dan al-Hakim no. 8791, ini adalah lafazhya. Lihat: as-Silsilah ash-Shahihah no. 1679.

[35]  Shahih/ HR. Ibnu Majah no. 4341, Shahih Sunan Ibnu Majah no. 3503

[36] HR. Ahmad no 15268, lihat as-Silsilah ash-Shahihah no. 2451, dan at-Tirmidzi no. 2597, ini adalah lafazhnya, Shahih Sunan at-Tirmidzi no 2094.

[37]  HR. al-Bukhari no 44 dan Muslim no. 197, ini adalah lafazhnya.

[38]  HR. al-Bukhari no. 6548, ini adalah lafazhnya, dan Muslim no. 2850

[39]  HR. al-Bukhari no. 6487, ini adalah lafazhnya, dan Muslim no 2823

[40] HR. al-Bukhari no. 6488.

[41] HR. al-Bukhari no. 4850 dan Muslim no. 2846, ini adalah lafazhnya.

[42]  HR. al-Bukhari no. 6563, ini adalah lafazhnya, dan Muslim no. 1016.

[43]  HR. al-Bukhari  no. 7280, ini adalah lafazhnya, dan Muslim no. 1835

 

 

(والله أعلمُ بالـصـواب)

Download Sumber

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *