Fiqih 03 – Tauhid dan Keimanan 14

GAMBARAN SURGA

 Surga adalah negeri kesejahteraan yang disediakan Allah SUBHANAHU WA TA’ALA bagi kaum mukminin dan mukminat di akhirat.

Pembicaraan tentang surga –insya Allah- bersumber dari Kitab Dzat Yang menciptakan surga (Al-Qur`an), menciptakan kenikmatan dan penghuninya, Dialah Allah SUBHANAHU WA TA’ALA. Dan dari berita orang yang telah memasukinya dan menginjakkan kakinya di buminya, yaitu Muhammad SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM, sebagaimana tersebut dalam Al-Qur`an dan sunnah yang shahih.

 Nama-nama Surga yang Paling Terkenal

Surga itu pada dasarnya adalah satu, sifat-sifatnya macam-macam, namanya yang paling terkenal di antaranya adalah:

  1. Jannah (surga): firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ …. وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ يُدۡخِلۡهُ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَاۚ وَذَٰلِكَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ ١٣ ﴾ [النساء : ١٣]

(Barangsiapa yang taat kepada Allah SUBHANAHU WA TA’ALA dan Rasul-Nya, niscaya Allah SUBHANAHU WA TA’ALAmemasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar. (QS. An-Nisaa: 13).

  1. Surga Firdaus: firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ كَانَتۡ لَهُمۡ جَنَّٰتُ ٱلۡفِرۡدَوۡسِ نُزُلًا ١٠٧ ﴾ [الكهف: ١٠٧]

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal. (QS. Al-Kahf: 107).

  1. Surga ‘Adn: firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ هَٰذَا ذِكۡرٞۚ وَإِنَّ لِلۡمُتَّقِينَ لَحُسۡنَ مَ‍َٔابٖ ٤٩ جَنَّٰتِ عَدۡنٖ مُّفَتَّحَةٗ لَّهُمُ ٱلۡأَبۡوَٰبُ ٥٠ ﴾ [ص : ٤٩،  ٥٠]

Ini adalah kehormatan (bagi mereka).Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertaqwa benar-benar (disediakan) tempat kembali yang baik, * (yaitu) surga ‘Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka, (QS. Shaad: 49-50).

  1. Surga Khuld (yang kekal): firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ قُلۡ أَذَٰلِكَ خَيۡرٌ أَمۡ جَنَّةُ ٱلۡخُلۡدِ ٱلَّتِي وُعِدَ ٱلۡمُتَّقُونَۚ كَانَتۡ لَهُمۡ جَزَآءٗ وَمَصِيرٗا ١٥ ﴾ [الفرقان: ١٥]

Katakanlah:”Apakah (azab) yang demikian itu yang baik, atau surga yang kekal yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertaqwa?” Surga itu menjadi balasan dan tempat kembali bagi mereka. (QS. Al-Furqaan: 15).

  1. Surga An-Na’im (penuh kenikmatan): Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَهُمۡ جَنَّٰتُ ٱلنَّعِيمِ ٨ ﴾ [لقمان: ٨]

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, bagi mereka surga-surga yang penuh kenikmatan, (QS. Luqman: 8).

  1. Surga Al-Ma`wa (tempat kediaman): Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ أَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فَلَهُمۡ جَنَّٰتُ ٱلۡمَأۡوَىٰ نُزُلَۢا بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ١٩ ﴾ [السجدة : ١٩]

Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, maka bagi mereka surga-surga tempat kediaman, sebagai pahala terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (QS. As-Sajdah: 19).

  1. Darussalam (negeri kesejahteraan): Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ ۞لَهُمۡ دَارُ ٱلسَّلَٰمِ عِندَ رَبِّهِمۡۖ وَهُوَ وَلِيُّهُم بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ١٢٧ ﴾ [الانعام: ١٢٧]

Bagi mereka (disediakan) Darussalam (surga) pada sisi Rabbnya dan Dialah Pelindung mereka disebabkan amal-amal saleh yang selalu mereka kerjakan. (QS. Al-An’aam: 127).

Tempat Surga:

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَفِي ٱلسَّمَآءِ رِزۡقُكُمۡ وَمَا تُوعَدُونَ ٢٢ ﴾ [الذاريات: ٢٢]

Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rizkimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu. (QS. Adz-Dzariyaat: 22).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَلَقَدۡ رَءَاهُ نَزۡلَةً أُخۡرَىٰ ١٣ عِندَ سِدۡرَةِ ٱلۡمُنتَهَىٰ ١٤ عِندَهَا جَنَّةُ ٱلۡمَأۡوَىٰٓ ١٥ ﴾ [النجم : ١٣،  ١٥]

Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, * (yaitu) di Sidratil Muntaha. * Di dekatnya ada surga tempat tinggal, (QS. An-Najm: 13-15).

  1. Dari Abu Hurairah r.a, dari Nabi SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM, beliau bersabda, ‘Barangsiapa yang beriman kepada Allah SUBHANAHU WA TA’ALA dan rasul-Nya, mendirikan shalat dan puasa bulan Ramadhan, niscaya Allah SUBHANAHU WA TA’ALA memasukkannya di dalam surga. Berhijrah di jalan Allah SUBHANAHU WA TA’ALA atau menetap di buminya yang ia dilahirkan padanya.’ Mereka bertanya: ‘Ya Rasulullah, bolehkah kami memberitahukan manusia dengan hal tersebut?’ Beliau bersabda: “Sesungguhnya di surga itu ada seratus derajat yang disediakan oleh Allah SUBHANAHU WA TA’ALA bagi para mujahid fi sabilillah. Jarak di antara setiap dua derajat adalah seperti jarak di antara bumi dan langit. Bila kamu memohon kepada Allah SUBHANAHU WA TA’ALA, maka mintalah surga Firdaus, sesungguhnya ia berada di tengah-tengah surga dan yang tertinggi. Di atasnya adalah ‘arsy Ar-Rahman, dan darinya terpancar sungai-sungai surga.” (HR. al-Bukhari).[1]
  2. Dari Abu Hurairah r.a, sesungguhnya Rasulullah SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda: “Sesungguhnya seorang mukmin, apabila tiba ajalnya, malaikat rahmat datang kepadanya. Apabila jiwanya/ruhnya telah diambil, ia (ruh/jiwa) dijadikan di sutra putih, lalu diangkat ke pintu langit. Mereka berkata: ‘Kami tidak menemukan aroma yang lebih wangi dari ini…” (HR. al-Hakim dan Ibnu Hibban).[2]

Nama-nama Pintu Surga:

Dari Abu Hurairah r.a, sesungguhnya Rasulullah SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda: ”Barangsiapa yang memberi nafkah kepada suami istri fi sabilillah niscaya ia dipanggil dari pintu-pintu surga: Wahai hamba Allah SUBHANAHU WA TA’ALA, ini adalah kebaikan. Barangsiapa yang termasuk ahli shalat, niscaya ia dipanggil dari pintu shalat. Dan barangsiapa yang termasuk ahli jihad niscaya ia dipanggil dari pintu jihad. Dan barangsiapa yang termasuk ahli puasa niscaya ia dipanggil dari pintu ar-Rayyan. Dan barangsiapa yang termasuk ahli sedekah niscaya ia panggil dari pintu sedekah.’ Lalu Abu Bakar r.a bertanya, ‘Demi Allah SUBHANAHU WA TA’ALA, bapak dan ibuku sebagai tebusan engkau ya Rasulullah, apakah ada seseorang yang dipanggil dari semua pintu tersebut?’ beliau menjawab, ‘Benar, dan aku berharap engkau termasuk dari mereka.’[3]

Luasnya Pintu-pintu Surga:

  1. Dari ‘Utbah dan Gazwan r.a, ia berkata, ‘Disebutkan kepada kami bahwa jarak di antara dua daun pintu dari daun-daun pintu surga adalah seperti perjalanan empat puluh tahun, dan sungguh akan datang kepadanya satu hari dan ia penuh karena berdesakan.’ (HR. Muslim).[4]
  2. Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata, ‘Pada suatu hari, Rasulullah SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM dibawakan daging … dan di akhirnya beliau bersabda, ‘Demi Allah SUBHANAHU WA TA’ALA yang diri Muhammad berada di tangannya, sesungguhnya jarak di antara dua daun pintu surga adalah seperti jarak di antara Makkah dan Hajar atau seperti jarak di antara Makkah dan Bushra.’ (Muttafaqun ‘alaih).[5]

 Jumlah Pintu-pintu Surga:

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَسِيقَ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْ رَبَّهُمۡ إِلَى ٱلۡجَنَّةِ زُمَرًاۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوهَا وَفُتِحَتۡ أَبۡوَٰبُهَا وَقَالَ لَهُمۡ خَزَنَتُهَا سَلَٰمٌ عَلَيۡكُمۡ طِبۡتُمۡ فَٱدۡخُلُوهَا خَٰلِدِينَ ٧٣ ﴾ [الزمر: ٧3]

Dan orang-orang yang bertaqwa kepada Rabbnya dibawa ke surga berombong-rombongan (pula).Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya.” (QS. Az-Zumar: 73).

  1. Dari Sahl bin Sa’ad r.a, dari Nabi SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda: “Di surga itu ada delapan pintu. Di antaranya ada satu pintu yang dinamakan ar-Rayyan, tidak bisa memasukinya kecuali orang-orang yang puasa.” (Muttafaqun ‘alaih).[6]

 Pintu-pintu surga dibukakan untuk calon penghuninya:

Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ هَٰذَا ذِكۡرٞۚ وَإِنَّ لِلۡمُتَّقِينَ لَحُسۡنَ مَ‍َٔابٖ ٤٩ جَنَّٰتِ عَدۡنٖ مُّفَتَّحَةٗ لَّهُمُ ٱلۡأَبۡوَٰبُ ٥٠ ﴾ [ص : ٤٩،  ٥٠]

Ini adalah kehormatan (bagi mereka).Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertaqwa benar-benar (disediakan) tempat kembali yang baik, * (yaitu) Surga ‘Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka, (QS. Shaad: 49-50).

Waktu-waktu yang dibukakan pintu-pintu surga di dunia:

  1. Dari Abu Hurairah r.a, sesungguhnya Rasulullah SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda: “Pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis, maka setiap hamba yang tidak menyekutukan sesuatu dengan Allah SUBHANAHU WA TA’ALA diberi ampunan, kecuali seorang laki-laki yang ada permusuhan di antaranya dan saudaranya. Dikatakan: berilah waktu kepada dua orang ini sampai keduanya berdamai. –tiga kali-.” (HR. Muslim).[7]
  2. Abu Hurairah r.a berkata bahwa Rasulullah SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda: “Apabila telah tiba bulan Ramadhan dibukalah pintu-pintu surga dan ditutup pintu-pintu neraka Jahannam serta syetan-syetan dibelenggu.” (Muttafaqun ‘alaih).[8]
  3. Umar bin Khaththab r.a berkata bahwa Rasulullah SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda: “Tidak ada seseorang dari kami yang berwudhu, lalu ia menyempurnakan wudhunya, kemudian ia membaca: ‘Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah (yang disembah dengan sebenarnya kecuali Allah SUBHANAHU WA TA’ALA, dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba Allah SUBHANAHU WA TA’ALA dan rasul-Nya, kecuali dibukakan pintu-pintu surga yang delapan, ia bisa masuk dari pintu yang dikehendakinya.” (HR. Muslim).[9]

Orang yang Pertama-tama Masuk Surga:

Anas bin Malik r.a berkata bahwa Rasulullah SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda: “Aku mendatangi pintu surga pada hari kiamat, lalu meminta dibuka pintu. Penjaga bertanya, ‘Siapakah engkau? Aku menjawab, ‘Muhammad.’ Ia berkata, ‘Denganmu aku diperintah agar aku tidak membuka (pintu surga) untuk seseorang sebelum engkau.” (HR. Muslim).[10]

Umat yang pertama-tama masuk surga:

Abu Hurairah r.a berkata bahwa Rasulullah SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda: “Kita adalah umat terakhir dan yang pertama pada hari kiamat. Dan kita adalah umat yang pertama-tama masuk surga.” (Muttafaqun ‘alaih).[11]

Kelompok/golongan yang pertama-tama masuk surga:

  1. Dari Abu Hurairah r.a berkata bahwa Rasulullah SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda: “Sesungguhnya golongan yang pertama-tama masuk surga seperti rupa bulan pada malam purnama. Kemudian yang mengikuti mereka seperti bintang berkilau yang paling terang di atas langit. Mereka tidak kencing, tidak berak, tidak meludah, dan tidak beringus. Sisir mereka adalah emas, keringat mereka adalah minyak kesturi, tempat pemanggangan mereka adalah kayu gaharu, istri-istri mereka adalah bidadari, rupa mereka seperti rupa seorang laki-laki, seperti rupa bapak mereka Adam a.s, yaitu enam puluh hasta di langit.’[12]
  2. Dari Sahl bin Sa’d r.a, sesungguhnya Rasulullah SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda: “Tujuh puluh ribu (70.000) atau tujuh ratus ribu (700.000) dari umatku sungguh akan masuk surga saling berpegangan, sebagian mereka memegang yang lain. Yang pertama dari mereka tidak masuk (ke surga) kecuali masuk yang terakhir. Wajah mereka seperti bulan di malam purnama.” (Muttafaqun ‘alaih).[13]
  3. Dari Abdullah bin ‘Amr r.a, ia berkata, ‘Rasulullah SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda: “Sesungguhnya orang-orang fakir kalangan Muhajirin mendahului orang-orang kaya pada hari kiamat ke surga dengan empat puluh tahun.” (HR. Muslim).[14]

 Usia Para Penghuni Surga:

Dari Mu’azd bin Jabal r.a, sesungguhnya Nabi SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda: “Para penghuni surga masuk surga dalam keadaan tubuh berseri, bercelak, berusia tiga puluh  tahun atau tiga puluh tiga  tahun.” (HR. Ahmad).[15]

Sifat Wajah-wajah Para Penghuni Surga:

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ إِنَّ ٱلۡأَبۡرَارَ لَفِي نَعِيمٍ ٢٢ عَلَى ٱلۡأَرَآئِكِ يَنظُرُونَ ٢٣ تَعۡرِفُ فِي وُجُوهِهِمۡ نَضۡرَةَ ٱلنَّعِيمِ ٢٤ ﴾ [المطففين: ٢٢،  ٢٤]

Sesungguhnya orang-orang yang berbakti itu benar-benar benar-benar dalam kenikmatan yang besar (surga), * mereka (duduk) diatas dipan-dipan sambil memandang. * Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan hidup mereka yang penuh kenikmatan. (QS. Al-Muthaffifin: 22-24).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٖ نَّاضِرَةٌ ٢٢ إِلَىٰ رَبِّهَا نَاظِرَةٞ ٢٣ ﴾ [القيامة: ٢٢،  ٢٣]

Wajah-wajah (orang-orang mu’min) pada hari itu berseri-seri. Kepada Rabbnyalah mereka melihat. (QS. Al-Qiyamah: 22-23).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٖ نَّاعِمَةٞ ٨ لِّسَعۡيِهَا رَاضِيَةٞ ٩ فِي جَنَّةٍ عَالِيَةٖ ١٠ ﴾ [الغاشية: ٨،  ١٠]

Banyak muka pada hari itu berseri-seri, * merasa senang karena usahanya, * dalam surga yang tinggi, (QS. Al-Ghasyiyah: 8-10).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٖ مُّسۡفِرَةٞ ٣٨ ضَاحِكَةٞ مُّسۡتَبۡشِرَةٞ ٣٩ ﴾ [عبس : ٣٨،  ٣٩]

Banyak muka pada hari itu berseri-seri, * tertawa dan gembira ria, (QS. ‘Abasa: 38-39).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَأَمَّا ٱلَّذِينَ ٱبۡيَضَّتۡ وُجُوهُهُمۡ فَفِي رَحۡمَةِ ٱللَّهِۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ ١٠٧ ﴾ [ال عمران: ١٠٧]

Adapun orang-orang yang putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah SUBHANAHU WA TA’ALA(surga); mereka kekal di dalamnya. (QS. Ali ‘Imran : 107).

  1. Dari Abu Hurairah r.a, dari Nabi SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda: “Sesungguhnya golongan yang pertama-tama masuk surga seperti rupa bulan pada malam purnama. Kemudian yang mengikuti mereka seperti bintang berkilau yang paling terang di langit. Hati mereka seperti hati seorang laki-laki, tidak saling membenci dan mendengki di antara mereka.” (Muttafaqun ‘Alaih).[16]

 Sifat penyambutan penghuni surga:

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَسِيقَ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْ رَبَّهُمۡ إِلَى ٱلۡجَنَّةِ زُمَرًاۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوهَا وَفُتِحَتۡ أَبۡوَٰبُهَا وَقَالَ لَهُمۡ خَزَنَتُهَا سَلَٰمٌ عَلَيۡكُمۡ طِبۡتُمۡ فَٱدۡخُلُوهَا خَٰلِدِينَ ٧٣ ﴾ [الزمر: 73]

Dan orang-orang yang bertaqwa kepada Rabbnya dibawa ke surga berombong-rombongan (pula).Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: “Kesejahtera (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu  kekal di dalamnya.” (QS. Az-Zumar: 73).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ …… وَٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ يَدۡخُلُونَ عَلَيۡهِم مِّن كُلِّ بَابٖ ٢٣ سَلَٰمٌ عَلَيۡكُم بِمَا صَبَرۡتُمۡۚ فَنِعۡمَ عُقۡبَى ٱلدَّارِ ٢٤ ﴾ [الرعد: ٢٣،  ٢٤]

Sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; * (sambil mengucapkan): “Salamun ‘alaikum bima shabartum”. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu. (QS. Ar-Ra’d: 23-24).

 3. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ لَا يَحۡزُنُهُمُ ٱلۡفَزَعُ ٱلۡأَكۡبَرُ وَتَتَلَقَّىٰهُمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ هَٰذَا يَوۡمُكُمُ ٱلَّذِي كُنتُمۡ تُوعَدُونَ ١٠٣ ﴾ [الانبياء: ١٠٣]

Mereka tidak disusahkan oleh kedahsyatan yang besar (pada hari kiamat), dan mereka disambut oleh para malaikat. (Malaikat berkata): “Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu.” (QS. Al-Anbiyaa: 103).

 Orang yang masuk surga tanpa dihisab dan tanpa disiksa:

  1. Dari Ibnu Abbas r.a, ia berkata, ‘Nabi SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda: “Diperlihatkan semua umat kepadaku, aku menemukan seorang Nabi lewat disertai umat, seorang Nabi lewat disertai rombongan, seorang Nabi lewat disertai sepuluh orang, seorang Nabi lewat disertai lima orang, seorang Nabi lewat sendirian. Lalu aku melihat rombongan besar. Aku bertanya: ‘Hai Jibril, apakah mereka umatku?’ Ia (Jibril menjawab): ‘Bukan.’ Akan tetapi lihatlah ke ufuk.’ Lalu aku melihat, ternyata rombongan besar. Ia berkata: ‘Mereka adalah umatmu. Dan mereka tujuh puluh (70.000) orang di depan mereka yang tidak ada hisab dan siksa terhadap mereka.’ Aku bertanya, ‘Kenapa?’ Ia menjawab, ‘Mereka tidak berobat dengan kayy, tidak meminta ruqyah, tidak menganggap sial, dan hanya kepada Rabb mereka (Allah), mereka bertawakkal.” (Muttafaqun ‘alaih).[17]
  2. Dari Abu Umamah r.a, ia berkata, ‘Aku mendengar Rasulullah SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda: “Rabb-ku Yang Maha Suci memberi janji kepadaku akan memasukkan ke dalam surga dari umatku sebanyak tujuh puluh ribu (70.000) orang yang tidak ada hisab atas mereka dan tanpa azab. Bersama setiap seribu (1.000) orang ada tujuh puluh ribu (70.000) orang. Tiga genggaman dari genggaman Rabbku SUBHANAHU WA TA’ALA.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).[18]

Gambaran bumi surga dan bangunannya:

  1. Dari Anas bin Malik r.a, sesungguhnya tatkala Nabi SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM dinaikkan ke langit, Beliau SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda: “…kemudian dia (Jibril a.s) datang denganku ke Sidratul Muntaha, ia diliputi warna-warna, aku tidak tahu apakah dia? Kemudian aku dimasukkan ke dalam surga, ternyata di dalamnya ada kubah mutiara dan tanahnya adalah misk (minyak kesturi).” (Muttafaqun ‘alaih).[19]
  2. Abu Hurairah r.a berkata, ‘Kami bertanya, ‘Wahai Rasulullah, …surga, apakah bangunannya?’ Beliau menjawab: “Bata dari perak dan bata dari emas, tanah liatnya adalah minyak kesturi adzfar, kerikilnya adalah mutiara dan yaqut, tanahnya adalah za’faran, barangsiapa yang memasukinya akan merasakan nikmat dan tidak sengsara, kekal dan tidak mati, tidak hancur pakaiannya dan tidak sirna masa mudanya.” (HR. At-Tirmidzi dan ad-Darimi).[20]
  3. Dari Abu Sa’id r.a, sesungguhnya Abu Shayyad bertanya kepada Nabi SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM tentang tanah surga? Beliau menjawab: “(Seperti) gandum putih dan minyak kesturi murni.” (HR. Muslim).[21]

Gambaran kemah-kemah penghuni surga:

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ حُورٞ مَّقۡصُورَٰتٞ فِي ٱلۡخِيَامِ ٧٢ ﴾ [الرحمن: ٧٢]

(Bidadari-bidadari yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah/kemah. (QS. Ar-Rahman: 72).

 

  1. Dari Abdullah bin Qais r.a, sesungguhnya Nabi SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda: “Sesungguhnya seorang mukmin di dalam surga mempunyai kemah dari satu mutiara yang berlobang. Panjangnya enam puluh (60) hasta. Bagi seorang mukmin di dalamnya mempunyai keluarga. Seorang mukmin berkeliling kepada mereka. Sebagian mereka tidak melihat kepada yang lain.” (Muttafaqun ‘alaih).[22]

 Pasar Surga:

Dari Anas bin Malik r.a, sesungguhnya Rasulullah SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda: “Sesungguhnya di dalam surga itu ada pasar yang mereka datangi setiap hari Jum’at. Lalu bertiup angin utara, maka angin itu menerpa wajah dan pakaian mereka, maka mereka bertambah elok dan indah. Mereka pun kembali kepada keluarga mereka, dan mereka telah bertambah elok dan indah. Keluarga mereka berkata kepada mereka, ‘Demi Allah SUBHANAHU WA TA’ALA, setelah (meninggalkan) kami kamu telah bertambah elok dan indah. Mereka pun berkata, ‘Dan kamu, demi Allah SUBHANAHU WA TA’ALA, setelah kami (tinggalkan), bertambah elok dan indah.” (HR. Muslim).[23]

 Istana-istana surga:

Allah SUBHANAHU WA TA’ALA menciptakan di dalam tempat tinggal dan istana-istana surga segala sesuatu yang disenangi jiwa dan dinikmati pandangan mata.

Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَا وَمَسَٰكِنَ طَيِّبَةٗ فِي جَنَّٰتِ عَدۡنٖۚ وَرِضۡوَٰنٞ مِّنَ ٱللَّهِ أَكۡبَرُۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ ٧٢﴾ [التوبة: 72]

Allah SUBHANAHU WA TA’ALAmenjanjikan kepada orang-orang yang mu’min lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga ‘Adn. Dan keridhaan Allah SUBHANAHU WA TA’ALA adalah lebih besar; Itu adalah keberuntungan yang besar. (QS. At-Taubah: 72).

Perbedaan tingkatan istana- istana para penghuni surga:

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَإِذَا رَأَيۡتَ ثَمَّ رَأَيۡتَ نَعِيمٗا وَمُلۡكٗا كَبِيرًا ٢٠ ﴾ [الانسان: ٢٠]

Dan apabila kamu melihat di sana (surga), niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar. (QS. Al-Insaan: 20).

  1. Dari Abu Sa’id r.a, sesungguhnya Rasulullah SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda: “Sesungguhnya para penghuni surga saling memandang kepada penghuni kamar dari atas mereka, sebagaimana bintang berkilau saling memandang dari atas ufuk dari arah timur atau barat karena perbedaan tingkat di antara mereka.’ Mereka berkata, ‘Ya Rasulullah, itu adalah tempat para Nabi yang tidak bisa mencapainya selain mereka.’ Beliau menjawab, ‘Ya, demi Allah SUBHANAHU WA TA’ALA yang diriku berada di tangan-Nya, Mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah SUBHANAHU WA TA’ALA dan membenarkan para rasul.” (Muttafaqun ‘alaih).[24]

Gambaran kamar-kamar surga:

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَنُبَوِّئَنَّهُم مِّنَ ٱلۡجَنَّةِ غُرَفٗا تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَاۚ نِعۡمَ أَجۡرُ ٱلۡعَٰمِلِينَ ٥٨ ﴾ [العنكبوت: ٥٨]

Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, sesungguhnya akan Kami tempatkan mereka pada tempat-tempat yang tinggi di dalam surga, yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal didalamnya.Itulah sebaik-baik pembalasan bagi orang-orang yang beramal, (QS. Al-‘Ankabut: 58).

2.Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ لَٰكِنِ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْ رَبَّهُمۡ لَهُمۡ غُرَفٞ مِّن فَوۡقِهَا غُرَفٞ مَّبۡنِيَّةٞ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُۖ وَعۡدَ ٱللَّهِ لَا يُخۡلِفُ ٱللَّهُ ٱلۡمِيعَادَ ٢٠ ﴾ [الزمر: ٢٠]

Tetapi orang-orang yang bertaqwa kepada Rabbnya mereka mendapat tempat-tempat yang tinggi, di atasnya dibangun pula tempat-tempat yang tinggi yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Allah SUBHANAHU WA TA’ALA telah berjanji dengan sebenar-benarnya. Allah SUBHANAHU WA TA’ALAtidak akan memungkiri janji-Nya. (QS. Az-Zumar: 20).

  1. Dari Ali r.a, sesungguhnya Rasulullah SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda: “Sesungguhnya di dalam surga ada kamar-kamar yang bisa dilihat belakangnya dari dalamnya dan dalamnya dari belakangnya.’ Seorang arab badawi berdiri seraya bertanya, ‘Untuk siapakah ya Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Bagi orang yang baik ucapan, memberi jamuan makan, selalu berpuasa, dan melaksanakan shalat di malam hari saat manusia sedang terlelap tidur.” (HR. Ahmad dan at-Tirmidzi).[25]

 Gambaran kasur-kasur penghuni surga:

Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ مُتَّكِ‍ِٔينَ عَلَىٰ فُرُشِۢ بَطَآئِنُهَا مِنۡ إِسۡتَبۡرَقٖۚ وَجَنَى ٱلۡجَنَّتَيۡنِ دَانٖ ٥٤ ﴾ [الرحمن: ٥٤]

Mereka bersandar di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutra…. (QS. Ar-Rahman:  54).

 Gambaran permadani dan sandaran-sandaran:

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَنَمَارِقُ مَصۡفُوفَةٞ ١٥ وَزَرَابِيُّ مَبۡثُوثَةٌ ١٦ ﴾ [الغاشية: ١٥،  ١٦]

…dan bantal-bantal sandaran yang tersusun, * dan permadani-permadani yang terhampar. (QS. Al-Ghasyiyah: 15-16).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ مُتَّكِ‍ِٔينَ عَلَىٰ رَفۡرَفٍ خُضۡرٖ وَعَبۡقَرِيٍّ حِسَانٖ ٧٦ ﴾ [الرحمن: ٧٦]

Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani yang indah. (QS. Ar-Rahman: 76).

 Sandaran-sandaran/dipan-dipan Surga:

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ إِنَّ ٱلۡأَبۡرَارَ لَفِي نَعِيمٍ ٢٢ عَلَى ٱلۡأَرَآئِكِ يَنظُرُونَ ٢٣ ﴾ [المطففين: ٢٢،  ٢٣]

Sesungguhnya orang-orang yang berbakti itu benar-benar dalam kenikmatan yang besar (surga), * mereka (duduk) diatas dipan-dipan sambil memandang. (QS. Al-Muthaffifiin: 22-23).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ مُّتَّكِ‍ِٔينَ فِيهَا عَلَى ٱلۡأَرَآئِكِۖ لَا يَرَوۡنَ فِيهَا شَمۡسٗا وَلَا زَمۡهَرِيرٗا ١٣ ﴾ [الانسان: ١٣]

di dalamnya mereka duduk bertelakan di atas dipan, mereka tidak merasakan di dalamnya (teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang bersangatan. (QS. Al-Insaan: 13).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ إِنَّ أَصۡحَٰبَ ٱلۡجَنَّةِ ٱلۡيَوۡمَ فِي شُغُلٖ فَٰكِهُونَ ٥٥ هُمۡ وَأَزۡوَٰجُهُمۡ فِي ظِلَٰلٍ عَلَى ٱلۡأَرَآئِكِ مُتَّكِ‍ُٔونَ ٥٦ ﴾ [يس: ٥٥،  ٥٦]

Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka). * Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan. (QS. Yaasiin: 55-56).

Gambaran kasur-kasur/dipan-dipan penghuni surga:

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَنَزَعۡنَا مَا فِي صُدُورِهِم مِّنۡ غِلٍّ إِخۡوَٰنًا عَلَىٰ سُرُرٖ مُّتَقَٰبِلِينَ ٤٧ ﴾ [الحجر: ٤٧]

Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan. (QS. Al-Hijr: 47).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ مُتَّكِ‍ِٔينَ عَلَىٰ سُرُرٖ مَّصۡفُوفَةٖۖ وَزَوَّجۡنَٰهُم بِحُورٍ عِينٖ ٢٠ ﴾ [الطور: ١٩]

Mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli. (QS. Ath-Thuur: 20).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ عَلَىٰ سُرُرٖ مَّوۡضُونَةٖ ١٥ مُّتَّكِ‍ِٔينَ عَلَيۡهَا مُتَقَٰبِلِينَ ١٦ ﴾ [الواقعة: ١٥،  ١٦]

Mereka berada diatas dipan yang bertahtahkan emas dan permata, * seraya bertelekan diatasnya berhadap-hadapan. (QS. Al-Waaqi’ah: 15-16).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ فِيهَا سُرُرٞ مَّرۡفُوعَةٞ ١٣ ﴾ [الغاشية: ١٣]

Di dalamnya ada takhta-takhta yang ditinggikan, (QS. Al-Ghasyiyah: 13).

Gambaran bejana-bejana penghuni surga:

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ يَطُوفُ عَلَيۡهِمۡ وِلۡدَٰنٞ مُّخَلَّدُونَ ١٧ بِأَكۡوَابٖ وَأَبَارِيقَ وَكَأۡسٖ مِّن مَّعِينٖ ١٨ ﴾ [الواقعة: ١٧،  ١٨]

Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, * Dengan membawa gelas, cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari mata air yang mengalir, (QS. Al-Waqi’ah: 17-18).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ يُطَافُ عَلَيۡهِم بِصِحَافٖ مِّن ذَهَبٖ وَأَكۡوَابٖۖ وَفِيهَا مَا تَشۡتَهِيهِ ٱلۡأَنفُسُ وَتَلَذُّ ٱلۡأَعۡيُنُۖ وَأَنتُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ ٧١ ﴾ [الزخرف: ٧١]

Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya.” (QS. Az-Zukhruf: 71).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَيُطَافُ عَلَيۡهِم بِ‍َٔانِيَةٖ مِّن فِضَّةٖ وَأَكۡوَابٖ كَانَتۡ قَوَارِيرَا۠ ١٥ قَوَارِيرَاْ مِن فِضَّةٖ قَدَّرُوهَا تَقۡدِيرٗا ١٦ ﴾ [الانسان: ١٥،  ١٦]

Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak, dan piala-piala yang bening laksana kaca, * (yaitu) kaca-kaca (yang terbuat) dari perak yang telah diukur mereka dengan sebaik-baiknya. (QS. Al-Insaan: 15-16).

  1. Dari Abdullah bin Qais r.a, sesungguhnya Rasulullah SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda: “Dua kebun, dari perak bejana keduanya dan apa yang ada padanya. Dan dua kebun. dari emas bejana keduanya dan apa yang ada padanya. Dan tidak ada di antara kaum dan di antara mereka memandang kepada Rabb mereka selain selendang kebesaran di atas wajah-Nya di surga ‘adn.” (Muttafaqun ‘alaih).[26]

 Gambaran perhiasan dan pakaian penghuni surga:

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ إِنَّ ٱللَّهَ يُدۡخِلُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ يُحَلَّوۡنَ فِيهَا مِنۡ أَسَاوِرَ مِن ذَهَبٖ وَلُؤۡلُؤٗاۖ وَلِبَاسُهُمۡ فِيهَا حَرِيرٞ ٢٣ ﴾ [الحج : ٢٣]

Sesungguhnya Allah SUBHANAHU WA TA’ALA memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutera. (QS. Al-Hajj: 23).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ ……….. يُحَلَّوۡنَ فِيهَا مِنۡ أَسَاوِرَ مِن ذَهَبٖ وَيَلۡبَسُونَ ثِيَابًا خُضۡرٗا مِّن سُندُسٖ وَإِسۡتَبۡرَقٖ مُّتَّكِ‍ِٔينَ فِيهَا عَلَى ٱلۡأَرَآئِكِۚ نِعۡمَ ٱلثَّوَابُ وَحَسُنَتۡ مُرۡتَفَقٗا ٣١ ﴾ [الكهف: ٣١]

…dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang mas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah; (QS. Al-Kahf: 31).

3.Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ عَٰلِيَهُمۡ ثِيَابُ سُندُسٍ خُضۡرٞ وَإِسۡتَبۡرَقٞۖ وَحُلُّوٓاْ أَسَاوِرَ مِن فِضَّةٖ وَسَقَىٰهُمۡ رَبُّهُمۡ شَرَابٗا طَهُورًا ٢١ ﴾ [الانسان: ٢١]

Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Rabb memberikan kepada mereka minuman yang bersih. (QS. Al-Insaan: 21).

 Yang pertama-tama diberi pakaian di surga:

Dari Ibnu Abbas r.a, dari Nabi SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM, Beliau bersabda: “… dan sesungguhnya makhluk yang pertama-tama diberi pakaian pada hari kiamat adalah Ibrahim al-Khalil a.s.” (HR. Al-Bukhari).[27]

 Gambaran pelayan-pelayan surga:

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA :

﴿ يَطُوفُ عَلَيۡهِمۡ وِلۡدَٰنٞ مُّخَلَّدُونَ ١٧ بِأَكۡوَابٖ وَأَبَارِيقَ وَكَأۡسٖ مِّن مَّعِينٖ ١٨ ﴾ [الواقعة: ١٧،  ١٨]

Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, * Dengan membawa gelas, cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari mata air yang mengalir, (QS. Al-Waqi’ah: 17-18).

 Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ ۞وَيَطُوفُ عَلَيۡهِمۡ وِلۡدَٰنٞ مُّخَلَّدُونَ إِذَا رَأَيۡتَهُمۡ حَسِبۡتَهُمۡ لُؤۡلُؤٗا مَّنثُورٗا ١٩ ﴾ [الانسان: ١٩]

Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda. Apabila kamu melihat mereka, kamu akan mengira mereka, mutiara yang bertaburan. (QS. Al-Insaan: 19).

 ﴿ ۞وَيَطُوفُ عَلَيۡهِمۡ غِلۡمَانٞ لَّهُمۡ كَأَنَّهُمۡ لُؤۡلُؤٞ مَّكۡنُونٞ ٢٤ ﴾ [الطور: ٢4]

Dan berkeliling di sekitar mereka anak-anak muda untuk (melayani) mereka, seakan-akan mereka itu seperti mutiara yang tersimpan. (QS. Ath-Thuur: 24).

 Makanan pertama yang dicicipi penghuni surga:

  1. Dari Anas bin Malik r.a, sesungguhnya Abdullah bin Salam r.a, bertanya kepada Nabi SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM, apakah makanan pertama yang dicicipi penghuni surga? Beliau menjawab: “kelenjar hati/liver ikan paus.” (HR. Bukhari).[28]

2, Dari Tsauban r.a, ia berkata, ‘Aku berdiri di sisi Rasulullah SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM, lalu datang seorang ulama Yahudi… lalu  bertanya: ‘Siapakah manusia yang pertama-tama lewat?’ Beliau menjawab: “Kaum Muhajirin yang fakir.” Orang Yahudi itu berkata, ‘Apakah simpanan berharga mereka saat memasuki surga?’ Beliau SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM menjawab: “Kelenjar hati/liver ikan paus.” Ia bertanya lagi: Apakah makanan mereka selanjutnya?’ Beliau menjawab: “Sapi surga disembelih untuk mereka yang memakan dari tepi-tepinya.” Ia bertanya lagi: ‘Apakah minuman mereka atasnya?’ Beliau menjawab: “Dari mata air yang dinamakan salsabil.” (HR. Muslim).[29]

Gambaran makanan penghuni surga:

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ ٱدۡخُلُواْ ٱلۡجَنَّةَ أَنتُمۡ وَأَزۡوَٰجُكُمۡ تُحۡبَرُونَ ٧٠ يُطَافُ عَلَيۡهِم بِصِحَافٖ مِّن ذَهَبٖ وَأَكۡوَابٖۖ وَفِيهَا مَا تَشۡتَهِيهِ ٱلۡأَنفُسُ وَتَلَذُّ ٱلۡأَعۡيُنُۖ وَأَنتُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ ٧١ ﴾ [الزخرف: ٧٠،  ٧١]

Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan isteri-isteri kamu digembirakan”. * Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya”. (QS. Az-Zukhruf : 71).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ ۞مَّثَلُ ٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِي وُعِدَ ٱلۡمُتَّقُونَۖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُۖ أُكُلُهَا دَآئِمٞ وَظِلُّهَاۚ …… ٣٥ ﴾ [الرعد: ٣٥]

Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertaqwa ialah (seperti taman), mengalir sungai-sungai didalamnya; buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula).. (QS. Ar-Ra’d: 35).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَفَٰكِهَةٖ مِّمَّا يَتَخَيَّرُونَ ٢٠ وَلَحۡمِ طَيۡرٖ مِّمَّا يَشۡتَهُونَ ٢١ ﴾ [الواقعة: ٢٠،  ٢١]

dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, * dan daging burung dari apa yang mereka inginkan. (QS. Al-Waqi’ah: 20-21).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ كُلُواْ وَٱشۡرَبُواْ هَنِيٓ‍َٔۢا بِمَآ أَسۡلَفۡتُمۡ فِي ٱلۡأَيَّامِ ٱلۡخَالِيَةِ ٢٤ ﴾ [الحاقة: ٢٤]

(kepada mereka dikatakan):”Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal ang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.” (QS. Al-Haqqah: 24).

  1. Dari Abu Sa’id al-Khudri r.a, ia berkata bahwa Nabi SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda: “Bumi pada hari kiamat bagaikan satu roti, Al-Jabbar (Allah) SUBHANAHU WA TA’ALA membalik-balikkan dengan tangan-Nya, sebagaimana seseorang dari kamu membalikkan (maksudnya dikecilkan) rotinya dalam perjalanan sebagai jamuan bagi penghuni surga.’ Dan di dalamnya: datanglah seorang laki-laki dari Yahudi… ia berkata, ‘Maukah aku mengabarkan kepadamu tentang lauknya?’ Beliau menjawab: “Lauk mereka adalah sapi dan ikan paus.” Mereka bertanya, ‘Apakah ini?’ Beliau menjawab: “Sapi dan ikan paus, tujuh puluh ribu (70.000) orang makan dari kelenjer hati/liver keduanya.”[30]
  2. Dari Jabir r.a, ia berkata bahwa ‘Saya mendengar Nabi SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda: “Sesungguhnya penghuni surga makan dan minum di dalam surga, tidak meludah, tidak kencing, tidak berak dan tidak beringus.’ Mereka bertanya, ‘Bagaimana dengan makanan?’ Beliau menjawab, “Sendawa dan keringat seperti minyak kesturi, mereka diberi ilham bertasbih dan bertahmid sebagaimana mereka diberi ilham bernafas.” (HR. Muslim).[31]
  3. Dari ‘Utbah bin as-Salami r.a berkata bahwa ‘Aku duduk bersama Rasulullah SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM, lalu datang seorang Arab Badawi berkata, ‘Hai Rasulullah, aku mendengarmu menyebut pohon di surga, sejauh yang aku ketahui tidak ada pohon yang lebih banyak duri darinya, maksudnya pohon akasia(?). Rasulullah SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda: “Sesungguhnya Allah SUBHANAHU WA TA’ALA menjadikan di setiap tempat duri seperti biji kambing yang dikebiri. Padanya ada tujuh puluh (70) warna makanan yang warnanya tidak menyerupai warna yang lain.” (HR.Ath-Thabrani dalam al-Kabir dan dalam Musnad asy-Syamiyyin).[32]

Gambaran minuman penghuni surga:

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ إِنَّ ٱلۡأَبۡرَارَ يَشۡرَبُونَ مِن كَأۡسٖ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُورًا ٥ ﴾ [الانسان: ٥]

Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. (QS. Al-Insan: 5).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَيُسۡقَوۡنَ فِيهَا كَأۡسٗا كَانَ مِزَاجُهَا زَنجَبِيلًا ١٧ ﴾ [الانسان: ١٧]

Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe. (QS. Al-Insaan: 17).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ يُسۡقَوۡنَ مِن رَّحِيقٖ مَّخۡتُومٍ ٢٥ خِتَٰمُهُۥ مِسۡكٞۚ وَفِي ذَٰلِكَ فَلۡيَتَنَافَسِ ٱلۡمُتَنَٰفِسُونَ ٢٦ وَمِزَاجُهُۥ مِن تَسۡنِيمٍ ٢٧ عَيۡنٗا يَشۡرَبُ بِهَا ٱلۡمُقَرَّبُونَ ٢٨ ﴾ [المطففين: ٢٥،  ٢٨]

Mereka minum dari khamar murni yang dilak (tempatnya), * laknya adalah kesturi; dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba. * Dan campuran khamar murni itu adalah dari tasnim, * (yaitu) mata air yang minum dari padanya orang-orang yang didekatkan kepada Allah SUBHANAHU WA TA’ALA (QS. Muthaffifin: 25-28).

  1. Ibnu Umar r.a berkata bahwa ‘Rasulullah SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda: “Kautsar adalah sungai di surga, dua tepinya dari emas, salurannya di atas permata dan yaqut, tanahnya lebih wangi dari pada minyak kesturi, airnya lebih manis dari pada madu dan lebih putih dari pada salju.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).[33]

Gambaran pohon-pohon dan buah-buah surga:

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَدَانِيَةً عَلَيۡهِمۡ ظِلَٰلُهَا وَذُلِّلَتۡ قُطُوفُهَا تَذۡلِيلٗا ١٤ ﴾ [الانسان: ١٤]

Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya. (QS. Al-Insaan: 14).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ فِي ظِلَٰلٖ وَعُيُونٖ ٤١ وَفَوَٰكِهَ مِمَّا يَشۡتَهُونَ ٤٢ ﴾ [المرسلات: ٤١،  ٤٢]

Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada dalam naungan (yang teduh) dan (di sekitar) mata-mata air. * Dan (mendapat) buah-buahan dari (macam-macam) yang mereka ingini. (QS. Al-Mursalaat: 41-42).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ مُتَّكِ‍ِٔينَ فِيهَا يَدۡعُونَ فِيهَا بِفَٰكِهَةٖ كَثِيرَةٖ وَشَرَابٖ ٥١ ﴾ [ص : ٥١]

didalamnya mereka bertelekan (di atas dipan-dipan) sambil meminta buah-buahan yang banyak dan minuman di surga itu. (QS. Shaad: 51).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ ….. وَلَهُمۡ فِيهَا مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ ………….. ١٥ ﴾ [محمد : ١٥]

dan mereka di dalamnya memperoleh segala macam buah-buahan (QS. Muhammad:15)

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ إِنَّ لِلۡمُتَّقِينَ مَفَازًا ٣١ حَدَآئِقَ وَأَعۡنَٰبٗا ٣٢ ﴾ [النبا: ٣١،  ٣٢]

Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa mendapat kemenangan, * (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur. (QS. An-Nabaa: 31-32).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ فِيهِمَا مِن كُلِّ فَٰكِهَةٖ زَوۡجَانِ ٥٢ ﴾ [الرحمن: ٥٢]

Di dalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasang-pasangan. (QS. Ar-Rahman: 52).

﴿ فِيهِمَا فَٰكِهَةٞ وَنَخۡلٞ وَرُمَّانٞ ٦٨ ﴾ [الرحمن: ٦٨]

Di dalam keduanya ada (macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima. (QS. Ar-Rahman: 68).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ يَدۡعُونَ فِيهَا بِكُلِّ فَٰكِهَةٍ ءَامِنِينَ ٥٥ ﴾ [الدخان: ٥٥]

Di dalamnya mereka meminta segala macam buah-buahan dengan aman (dari segala kekhawatiran),, (QS. Ad-Dukhan: 55).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَأَصۡحَٰبُ ٱلۡيَمِينِ مَآ أَصۡحَٰبُ ٱلۡيَمِينِ ٢٧ فِي سِدۡرٖ مَّخۡضُودٖ ٢٨ وَطَلۡحٖ مَّنضُودٖ ٢٩ وَظِلّٖ مَّمۡدُودٖ ٣٠ وَمَآءٖ مَّسۡكُوبٖ ٣١ وَفَٰكِهَةٖ كَثِيرَةٖ ٣٢ لَّا مَقۡطُوعَةٖ وَلَا مَمۡنُوعَةٖ ٣٣ ﴾ [الواقعة: ٢٧،  ٣٣]

Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu. * Berada diantara pohon bidara yang tidak berduri, * dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), * dan naungan yang terbentang luas, * dan air yang tercurah, * dan buah-buahan yang banyak, * Yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya, (QS. Al-Waqi’ah: 27-33).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ فِي جَنَّةٍ عَالِيَةٖ ٢٢ قُطُوفُهَا دَانِيَةٞ ٢٣ كُلُواْ وَٱشۡرَبُواْ هَنِيٓ‍َٔۢا بِمَآ أَسۡلَفۡتُمۡ فِي ٱلۡأَيَّامِ ٱلۡخَالِيَةِ ٢٤ ﴾ [الحاقة: ٢٢،  ٢٤]

dalam surga yang tinggi, * Buah-buahannya dekat, * (kepada mereka dikatakan): “Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu”. (QS. Al-Haaqqah: 22-24).

  1. Dari Malik bin Sha’sha’ah r.a dalam cerita Mi’raj mengatakan bahwa ‘Sesungguhnya Nabi SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda: “Diangkat kepadaku Sidratul Muntaha, ternyata buah-buahnya seperti qulah Hajar, daun-daunnya seperti telinga gajah. Di dasarnya ada empat sungai: dua sungai batin dan dua sungai zahir/nampak. Aku bertanya kepada Jibril a.s, ia menjawab: Adapun dua yang batin ada di surga dan dua yang nampak adalah sungai Nil dan sungai Furat.” (Muttafaqun ‘alaih).[34]
  2. Dari Abu Sa’id r.a, Nabi SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda: “Sesungguhnya di dalam surga ada sebuah pohon, yang jika dikelilingi penunggang kuda yang cepat selama seratus tahun, niscaya ia masih belum bisa mengitarinya.” (Muttafaqun ‘alaih).[35]
  3. Dari Abu Hurairah r.a, sesungguhnya Rasulullah SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda: “Tidak ada pohon di dalam surga kecuali batangnya dari emas.” (HR. At-Tirmidzi).[36]

 Gambaran sungai-sungai surga:

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَهُمۡ جَنَّٰتٞ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُۚ ذَٰلِكَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡكَبِيرُ ١١ ﴾ [البروج: ١١]

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh bagi mereka surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; itulah keberuntungan yang besar. (QS. Al-Buruj: 11).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ مَّثَلُ ٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِي وُعِدَ ٱلۡمُتَّقُونَۖ فِيهَآ أَنۡهَٰرٞ مِّن مَّآءٍ غَيۡرِ ءَاسِنٖ وَأَنۡهَٰرٞ مِّن لَّبَنٖ لَّمۡ يَتَغَيَّرۡ طَعۡمُهُۥ وَأَنۡهَٰرٞ مِّنۡ خَمۡرٖ لَّذَّةٖ لِّلشَّٰرِبِينَ وَأَنۡهَٰرٞ مِّنۡ عَسَلٖ مُّصَفّٗىۖ وَلَهُمۡ فِيهَا مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ وَمَغۡفِرَةٞ مِّن رَّبِّهِمۡۖ كَمَنۡ هُوَ خَٰلِدٞ فِي ٱلنَّارِ وَسُقُواْ مَآءً حَمِيمٗا فَقَطَّعَ أَمۡعَآءَهُمۡ ١٥ ﴾ [محمد : ١٥]

(Apakah) perumpamaan (penghuni) surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertaqwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari susu yang tiada berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka di dalamnya memperoleh segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka, sama dengan orang yang kekal dalam neraka, dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya (QS. Muhammad : 15).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ فِي جَنَّٰتٖ وَنَهَرٖ ٥٤ فِي مَقۡعَدِ صِدۡقٍ عِندَ مَلِيكٖ مُّقۡتَدِرِۢ ٥٥ ﴾ [القمر: ٥٤،  ٥٥]

Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu di dalam taman-taman dan sungai-sungai. Di tempat yang disenangi di sisi (Rabb) Yang Maha Berkuasa. (QS. Al-Qamar: 54-55).

  1. Dari Anas bin Malik r.a, dari Nabi SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda: “Tatkala aku sedang berjalan-jalan di surga, tiba-tiba aku sampai di sungai yang dua tepinya ada kubah permata yang cekung/lekuk. Aku bertanya, ‘Apakah ini wahai Jibril? Ia menjawab, ‘Ini adalah Kautsar yang diberikan Rabb-mu kepadamu. Ternyata wanginya, atau tanahnya adalah minyak kesturi azdfar.” (HR. al-Bukhari).[37]
  2. Abu Hurairah r.a berkata bahwa Rasulullah SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda: “Saihan, Jaihan, Furat, dan Nil, semuanya berasal dari sungai-sungai surga.” (HR. Muslim).[38]

Gambaran mata air surga:

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ فِي جَنَّٰتٖ وَعُيُونٍ ٤٥ ﴾ [الحجر: ٤٥]

Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir). (QS. Al-Hijr: 45).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ إِنَّ ٱلۡأَبۡرَارَ يَشۡرَبُونَ مِن كَأۡسٖ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُورًا ٥ عَيۡنٗا يَشۡرَبُ بِهَا عِبَادُ ٱللَّهِ يُفَجِّرُونَهَا تَفۡجِيرٗا ٦ ﴾ [الانسان: ٥،  ٦]

Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur, * (yaitu) mata air (dalam surga) yang daripadanya hamba-hamba Allah SUBHANAHU WA TA’ALA minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya. (QS. Al-Insaan: 5-6).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَمِزَاجُهُۥ مِن تَسۡنِيمٍ ٢٧ عَيۡنٗا يَشۡرَبُ بِهَا ٱلۡمُقَرَّبُونَ ٢٨ ﴾ [المطففين: ٢٧،  ٢٨]

Dan campuran khamar murni itu adalah dari tasnim, * (yaitu) mata air yang minum dari padanya orang-orang yang didekatkan kepada Allah SUBHANAHU WA TA’ALA  (QS. Al-Muthaffifin: 27-28).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ فِيهِمَا عَيۡنَانِ تَجۡرِيَانِ ٥٠ ﴾ [الرحمن: ٥٠]

Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang mengalir. (QS. Ar-Rahman: 50).

﴿ فِيهِمَا عَيۡنَانِ نَضَّاخَتَانِ ٦٦ ﴾ [الرحمن: ٦٦]

Di dalam kedua surga itu ada dua mata air yang memancar. (QS. Ar-Rahman: 66).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَيُسۡقَوۡنَ فِيهَا كَأۡسٗا كَانَ مِزَاجُهَا زَنجَبِيلًا ١٧ عَيۡنٗا فِيهَا تُسَمَّىٰ سَلۡسَبِيلٗا ١٨ ﴾ [الانسان: ١٧،  ١٨]

Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe. * (Yang didatangkan dari) sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil. (QS. Al-Insaan: 17-18).

Gambaran/Karasteristik wanita penghuni surga:

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ ……… لِلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْ عِندَ رَبِّهِمۡ جَنَّٰتٞ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَا وَأَزۡوَٰجٞ مُّطَهَّرَةٞ وَرِضۡوَٰنٞ مِّنَ ٱللَّهِۗ وَٱللَّهُ بَصِيرُۢ بِٱلۡعِبَادِ ١٥ ﴾ [ال عمران: ١٥]

Untuk orang-orang yang bertaqwa (kepada Allah SUBHANAHU WA TA’ALA), pada sisi Rabb mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah SUBHANAHU WA TA’ALA: Dan Allah SUBHANAHU WA TA’ALA Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (QS. Ali ‘Imran: 15).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ إِنَّآ أَنشَأۡنَٰهُنَّ إِنشَآءٗ ٣٥ فَجَعَلۡنَٰهُنَّ أَبۡكَارًا ٣٦ عُرُبًا أَتۡرَابٗا ٣٧ لِّأَصۡحَٰبِ ٱلۡيَمِينِ ٣٨ ثُلَّةٞ مِّنَ ٱلۡأَوَّلِينَ ٣٩ وَثُلَّةٞ مِّنَ ٱلۡأٓخِرِينَ ٤٠ ﴾ [الواقعة: ٣٥،  ٤٠]

Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, *  dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, * penuh cinta lagi sebaya umurnya, * (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan, * (yaitu) segolongan besar dari orang-orang terdahulu, * (dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian.). (QS. Al-Waqi’ah: 35-40).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَعِندَهُمۡ قَٰصِرَٰتُ ٱلطَّرۡفِ عِينٞ ٤٨ كَأَنَّهُنَّ بَيۡضٞ مَّكۡنُونٞ ٤٩ ﴾ [الصافات : ٤٨،  ٤٩]

Di sisi-sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya. * seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan dengan baik. (QS. Ash-Shaaffat: 48-49).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَحُورٌ عِينٞ ٢٢ كَأَمۡثَٰلِ ٱللُّؤۡلُوِٕ ٱلۡمَكۡنُونِ ٢٣ جَزَآءَۢ بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ٢٤ ﴾ [الواقعة: ٢٢،  ٢٤]

Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jelita, * laksana mutiara yang tersimpan baik. * Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Al-Waqi’ah: 22-24).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ فِيهِنَّ قَٰصِرَٰتُ ٱلطَّرۡفِ لَمۡ يَطۡمِثۡهُنَّ إِنسٞ قَبۡلَهُمۡ وَلَا جَآنّٞ ٥٦ فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٥٧ كَأَنَّهُنَّ ٱلۡيَاقُوتُ وَٱلۡمَرۡجَانُ ٥٨ ﴾ [الرحمن: ٥٦،  ٥٨]

Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin. Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan. Seakan-akan bidadari itu permata yaqut dan marjan. (QS. Ar-Rahman: 56-58).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ فِيهِنَّ خَيۡرَٰتٌ حِسَانٞ ٧٠ فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٧١ حُورٞ مَّقۡصُورَٰتٞ فِي ٱلۡخِيَامِ ٧٢ ﴾ [الرحمن: ٧٠،  ٧٢]

Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik. * Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan * (Bidadari-bidadari yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah. (QS. Ar-Rahman: 70-72).

  1. Dari Anas bin Malik r.a dari Nabi SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM, Beliau bersabda: “Berangkat perang fi sabilillah di sore hari atau di pagi hari lebih baik dari dunia dan segala isinya. Sungguh sekadar busur panah seseorang kamu dari surga atau tempat cemetinya lebih baik dari dunia dan segala isinya. Jikalau seorang wanita dari penghuni surga menampakkan diri kepada penghuni bumi niscaya ia menerangi apa yang ada di antara keduanya dan wanginya memenuhinya. Sungguhnya tutup kepalanya lebih baik daripada dunia dan segala isinya.” (Muttafaqun ‘alaih).[39]
  2. Dari Abu Hurairah r.a, dari Rasulullah SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM, Beliau bersabda: “Sesungguhnya rombongan pertama yang masuk surga seperti rupa bulan di malam purnama, dan yang mengikutinya seperti cahaya bintang berkilau di langit. Bagi setiap orang dari mereka mempunyai dua istri, sumsum betis keduanya bisa dilihat dari belakang daging, dan tidak ada (penghuni) surga yang tidak kawin.” (Muttafaqun ‘alaih).[40]

 Wangi-wangian surga:

Hal itu sangat bervariasi menurut perbedaan setiap orang dan perbedaan kedudukan dan derajat mereka.

  1. Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata, ‘Rasulullah SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda: “Sesungguhnya golongan yang pertama-tama masuk surga seperti rupa bulan pada malam purnama. Kemudian yang mengikuti mereka seperti bintang berkilau yang paling terang di atas langit. Mereka tidak kencing, tidak berak, tidak meludah, dan tidak beringus. Sisir mereka adalah emas, keringat mereka adalah minyak kesturi, tempat pemanggangan mereka adalah kayu garu, istri-istri mereka adalah bidadari, seperti rupa seorang laki-laki, seperti rupa bapak mereka Adam a.s, yaitu enam puluh hasta di langit.” (Muttafaqun ‘alaih).[41]
  2. Dari Abdullah bin ‘Amar r.a, sesungguhnya Nabi SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda: “Barangsiapa yang membunuh kafir Mu’ahad (non muslim yang masih berada dalam perjanjian damai dengan kaum muslimin) niscaya ia tidak bisa mencium aroma surga, dan sesungguhnya aroma surga bisa tercium dari jarak perjalanan empat puluh tahun.” (HR. Bukhari).[42]
  3. Dan dalam satu lafazh: “Dan sesungguhnya aromanya tercium dari jarak perjalanan tujuh puluh tahun.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).[43]

 Senandung nyanyian istri-istri penghuni surga:

Dari Ibnu Umar r.a, sesungguhnya Nabi SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda:  “Sesungguhnya istri-istri penghuni surga melantunkan nyanyian kepada suami-suami mereka dengan suara terbaik yang pernah didengar seseorang. Sesungguhnya di antara nyanyian mereka: ‘Kami adalah (istri-istri) yang baik lagi cantik, istri-istri orang-orang yang mulia, memandang dengan mata yang jelita.’ Dan sungguh di antara senandung nyanyian mereka adalah: ‘Kami adalah wanita-wanita kekal yang tidak pernah mati. Kami adalah wanita-wanita yang aman, tidak pernah takut. Kami adalah wanita-wanita selalu berada di tempat, tidak pernah safar/bepergian.” (HR. Ath-Thabrani dalam al-Ausath).[44]

 Jima’ penghuni surga:

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ إِنَّ أَصۡحَٰبَ ٱلۡجَنَّةِ ٱلۡيَوۡمَ فِي شُغُلٖ فَٰكِهُونَ ٥٥ هُمۡ وَأَزۡوَٰجُهُمۡ فِي ظِلَٰلٍ عَلَى ٱلۡأَرَآئِكِ مُتَّكِ‍ُٔونَ ٥٦ ﴾ [يس: ٥٥،  ٥٦]

Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka). * Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan. (QS. Yasiin: 55-56).

  1. Dari Zaid bin Arqam r.a, ia berkata, ‘Rasulullah SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda: “Sesungguhnya seorang laki-laki dari penghuni surga diberi kekuatan seratus (100) orang laki-laki dalam makan, minum, syahwat dan jima’. Seorang laki-laki dari kaum Yahudi berkata, ‘Sesungguhnya yang makan dan minum pasti ingin buang hajat (buang air).’ Rasulullah SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda, ‘Hajat mereka adalah keringat yang mengucur dari kulitnya. (kalau sudah keluar keringat) ternyata perutnya telah mengecil.” (HR. ath-Thabrani dan ad-Darimi).[45]
  2. Abu Hurairah r.a berkata bahwa Rasulullah SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM ditanya, ‘Apakah kami bisa sampai kepada istri-istri kami di surga (maksudnya: hubungan badan, jima’)?’ Beliau menjawab: “Sesungguhnya seorang laki-laki bisa sampai dalam satu hari kepada seratus wanita perawan.’ (HR. Ath-Thabrani dalam Al-Ausath dan Abu Nu’aim dalam sifat surga).[46]

 Anak di dalam surga:

Abu Sa’id al-Khudri r.a berkata bahwa Rasulullah SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda: “Apabila seorang mukmin ingin mendapatkan anak di surga, jadilah kandungan, melahirkan dan usianya dalam satu waktu seperti yang diinginkannya.” (HR. Ahmad dan at-Tirmidzi).[47]

 Kekalnya kenikmatan dalam surga:

Apabila penghuni surga masuk ke dalam surga, malaikat menyambutnya dan memberi kabar gembira dengan kenikmatan dan tidak pernah berakhir yang ada di surga sebagai kabar gembira untuk mereka yang belum pernah mereka dengar sebelumnya.

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ ۞مَّثَلُ ٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِي وُعِدَ ٱلۡمُتَّقُونَۖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُۖ أُكُلُهَا دَآئِمٞ وَظِلُّهَاۚ تِلۡكَ عُقۡبَى ٱلَّذِينَ ٱتَّقَواْۚ وَّعُقۡبَى ٱلۡكَٰفِرِينَ ٱلنَّارُ ٣٥ ﴾ [الرعد: ٣٥]

Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertaqwa ialah (seperti taman), mengalir sungai-sungai didalamnya; buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertaqwa; sedang tempat kesudahan bagi orang-orang yang kafir ialah neraka. (QS. Ar-Ra’d: 35).

  1. Dari Abu Hurairah r.a, dari Nabi SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda: “Memanggil seorang pemanggil/penyeru: ‘Sesungguhnya bagimu agar kamu sehat, maka tidak akan sakit selama-lamanya. Kamu hidup, maka tidak akan mati selama-lamanya. Kamu tetap muda, maka kamu tidak pernah tua selama-lamanya. Dan kamu merasakan nikmat, maka kamu tidak pernah menderita selama-lamanya.’ Itulah firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:(Dan kamu dipanggil bahwa itulah surga yang diberikan kepadamu sebagai balasan (amal ibadah) yang telah kamu lakukan).” (HR. Muslim).[48]
  2. Dari Jabir r.a, ia berkata, ‘Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah, apakah penghuni surga itu tidur? Beliau menjawab: “Tidak, tidur adalah saudaranya mati.” (HR. al-Bazzar).[49]

Tingkatan-tingkatan (tempat-tempat) di surga:

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ ٱنظُرۡ كَيۡفَ فَضَّلۡنَا بَعۡضَهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٖۚ وَلَلۡأٓخِرَةُ أَكۡبَرُ دَرَجَٰتٖ وَأَكۡبَرُ تَفۡضِيلٗا ٢١ ﴾ [الاسراء: ٢١]

Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain). Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaanya. (QS. Al-Israa: 21).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَمَن يَأۡتِهِۦ مُؤۡمِنٗا قَدۡ عَمِلَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فَأُوْلَٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلدَّرَجَٰتُ ٱلۡعُلَىٰ ٧٥ جَنَّٰتُ عَدۡنٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَاۚ وَذَٰلِكَ جَزَآءُ مَن تَزَكَّىٰ ٧٦ ﴾ [طه: ٧٥،  ٧٦]

Dan barangsiapa datang kepada Rabbnya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh beramal saleh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia), * (yaitu) Surga ‘Adn yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Dan itu adalah balasan bagi orang yang bersih (dari kekafiran dan kemaksiatan). (QS. Thaha: 75-76). 

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَٱلسَّٰبِقُونَ ٱلسَّٰبِقُونَ ١٠ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلۡمُقَرَّبُونَ ١١ فِي جَنَّٰتِ ٱلنَّعِيمِ ١٢ ثُلَّةٞ مِّنَ ٱلۡأَوَّلِينَ ١٣ وَقَلِيلٞ مِّنَ ٱلۡأٓخِرِينَ ١٤ ﴾ [الواقعة: ١٠،  ١٤]

Dan orang-orang yang paling dahulu beriman * Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah SUBHANAHU WA TA’ALA). * Berada dalam surga-surga kenikmatan * Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, * dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian. (QS. Al-Waqi’ah: 10-14).

  1. Abu Hurairah r.a berkata bahwa Nabi SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah SUBHANAHU WA TA’ALA dan rasul-Nya, mendirikan shalat dan puasa Ramadhan, niscaya Allah SUBHANAHU WA TA’ALA memasukkannya ke dalam surga. Ia berjihad fi sabilillah atau duduk di buminya yang dia dilahirkan padanya.’ Mereka bertanya, ‘Bolehkah kami memberi kabar gembira kepada manusia?’ Beliau menjawab: “Sesungguhnya di surga ada seratus derajat/tingkat yang disediakan Allah SUBHANAHU WA TA’ALA untuk para mujahid fi sabilillah. Jarak di antara dua derajat seperti jarak di antara langit dan bumi. Maka, apabila kamu memohon kepada Allah SUBHANAHU WA TA’ALA, mintalah surga Firdaus karena ia adalah pertengahan surga dan yang tertinggi.’ Aku meyakini beliau bersabda, ‘Dan di atasnya ada arsy ar-Rahman (Yang Maha Pengasih) dan darinya terpancar sungai-sungai surga.” (HR. Bukhari).[50]

 

. Diangkat derajat keturunan orang yang beriman, sekalipun mereka berada di bawahnya dalam beramal:

Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَٱتَّبَعَتۡهُمۡ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَٰنٍ أَلۡحَقۡنَا بِهِمۡ ذُرِّيَّتَهُمۡ وَمَآ أَلَتۡنَٰهُم مِّنۡ عَمَلِهِم مِّن شَيۡءٖۚ كُلُّ ٱمۡرِيِٕۢ بِمَا كَسَبَ رَهِينٞ ٢١ ﴾ [الطور: ٢1]

Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka.Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya. (QS. Ath-Thuur: 21),

 

 

. Gambaran naungan surga:

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ سَنُدۡخِلُهُمۡ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدٗاۖ لَّهُمۡ فِيهَآ أَزۡوَٰجٞ مُّطَهَّرَةٞۖ وَنُدۡخِلُهُمۡ ظِلّٗا ظَلِيلًا ٥٧ ﴾ [النساء : ٥٧]

Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh, kelak akan kami masukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai; kekal mereka di dalamnya; mereka di dalamnya mempunyai isteri-isteri yang suci, dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman. (QS. An-Nisaa: 57).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَأَصۡحَٰبُ ٱلۡيَمِينِ مَآ أَصۡحَٰبُ ٱلۡيَمِينِ ٢٧ فِي سِدۡرٖ مَّخۡضُودٖ ٢٨ وَطَلۡحٖ مَّنضُودٖ ٢٩ وَظِلّٖ مَّمۡدُودٖ ٣٠ ﴾ [الواقعة: ٢٧،  ٣٠]

Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu. * Berada diantara pohon bidara yang tidak berduri, * dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), * dan naungan yang terbentang luas, (QS. Al-Waqi’ah: 27-30).

3, Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ مُّتَّكِ‍ِٔينَ فِيهَا عَلَى ٱلۡأَرَآئِكِۖ لَا يَرَوۡنَ فِيهَا شَمۡسٗا وَلَا زَمۡهَرِيرٗا ١٣ وَدَانِيَةً عَلَيۡهِمۡ ظِلَٰلُهَا وَذُلِّلَتۡ قُطُوفُهَا تَذۡلِيلٗا ١٤ ﴾ [الانسان: ١٣،  ١٤]

di dalamnya mereka duduk bertelakan di atas dipan, mereka tidak merasakan di dalamnya (teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang bersangatan. * Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya. (QS. Al-Insaan: 13-14).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ ۞مَّثَلُ ٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِي وُعِدَ ٱلۡمُتَّقُونَۖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُۖ أُكُلُهَا دَآئِمٞ وَظِلُّهَاۚ تِلۡكَ عُقۡبَى ٱلَّذِينَ ٱتَّقَواْۚ وَّعُقۡبَى ٱلۡكَٰفِرِينَ ٱلنَّارُ ٣٥ ﴾ [الرعد: ٣٥]

Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertaqwa ialah (seperti taman),, mengalir sungai-sungai didalamnya; buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertaqwa; sedang tempat kesudahan bagi orang-orang yang kafir ialah neraka. (QS. Ar-Ra’d: 35).

 

. Tinggi dan luasnya surga:

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٖ نَّاعِمَةٞ ٨ لِّسَعۡيِهَا رَاضِيَةٞ ٩ فِي جَنَّةٍ عَالِيَةٖ ١٠ لَّا تَسۡمَعُ فِيهَا لَٰغِيَةٗ ١١ ﴾ [الغاشية: ٨،  ١١]

Banyak muka pada hari itu berseri-seri, * merasa senang karena usahanya, * dalam surga yang tinggi, * tidak kamu dengar di dalamnya perkataan yang tidak berguna. (QS. Al-Ghasyiyah: 8-11).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ ۞وَسَارِعُوٓاْ إِلَىٰ مَغۡفِرَةٖ مِّن رَّبِّكُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلۡأَرۡضُ أُعِدَّتۡ لِلۡمُتَّقِينَ ١٣٣ ﴾ [ال عمران: ١٣٣]

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa, (QS. Ali Imran: 133).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ سَابِقُوٓاْ إِلَىٰ مَغۡفِرَةٖ مِّن رَّبِّكُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا كَعَرۡضِ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ أُعِدَّتۡ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦۚ ذَٰلِكَ فَضۡلُ ٱللَّهِ يُؤۡتِيهِ مَن يَشَآءُۚ وَٱللَّهُ ذُو ٱلۡفَضۡلِ ٱلۡعَظِيمِ ٢١ ﴾ [الحديد: ٢١]

Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Rabbmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah SUBHANAHU WA TA’ALA dan Rasul-Nya. Itulah karunia Allah SUBHANAHU WA TA’ALA, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya.Dan Allah SUBHANAHU WA TA’ALA mempunyai karunia yang besar. (QS. Al-Hadid: 21).

Kedudukan tertinggi di surga:

Dari Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash r.a, sesungguhnya ia mendengar Rasulullah SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda: “Apabila kamu mendengar seseorang mengumandangkan azan maka ucapkanlah seperti apa yang dia katakan, kemudian ucapkan shalawat kepadaku, sesungguhnya barangsiapa yang mengucapkan shalawat kepadaku sekali niscaya Allah SUBHANAHU WA TA’ALA memberi rahmat kepadanya sebanyak sepuluh kali. Kemudian mohonkan wasilah untukku, karena ia adalah kedudukan di surga yang tidak pantas kecuali untuk seorang hamba dari hamba-hamba Allah SUBHANAHU WA TA’ALA, dan aku berharap akulah orangnya. Maka barangsiapa yang memohon wasilah untukku niscaya ia mendapat syafaatku.” (HR. Muslim).[51]

Penghuni surga yang mendapat kedudukan tertinggi dan terendah:

Dari Al-Mughirah bin Syu’bah r.a, sesungguhnya Rasulullah SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda: “Musa a.s bertanya kepada Rabb-nya, ‘Seperti apakah kedudukan penghuni surga yang terendah?’ Dia SUBHANAHU WA TA’ALA menjawab, ‘Dia adalah seseorang yang datang setelah semua penghuni surga memasuki surga. Dikatakan kepadanya, ‘Masuklah ke dalam surga.’ Ia menjawab, ‘Wahai Rabb, bagaimana? Sedangkan semua manusia telah menempati tempat dan mengambil jatah mereka. Dikatakan kepadanya, ‘Apakah kamu ridha/senang mendapatkan seperti kerajaan seorang raja dari raja-raja dunia?’ Ia menjawab, ‘Aku senang, Wahai Rabb-ku.’ Dia (Allah SUBHANAHU WA TA’ALA) berfirman, ‘Itu untukmu dan seumpamanya, seumpamanya, seumpamanya, dan seumpamanya. Maka ia berkata pada yang kelima, ‘Aku senang, wahai Rabb.’ Dia (Allah SUBHANAHU WA TA’ALA) berfirman, ‘Ini untukmu dan sepuluh seumpamanya, dan untukmu apa yang diinginkan hatimu dan disenangi matamu.’ Ia menjawab, ‘Aku senang, wahai Rabb.’ Dia (Musa a.s) bertanya, ‘Rabb, seperti apakah yang tertinggi kedudukan?’ Dia (Allah SUBHANAHU WA TA’ALA) berfirman, ‘Mereka adalah orang-orang yang Aku inginkan, Aku tanamkan kemuliaan mereka dengan tangan-Ku, dan Aku tutup atasnya. Yang belum pernah dilihat mata, tidak pernah didengar telinga, dan tidak pernah terlintas dibenak manusia.” Dia (Nabi SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM) bersabda: “Dan kebenarannya dalam firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:( Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata).” (HR. Muslim).[52]

Dan dalam satu lafazh dalam penjelasan penghuni surga yang terendah: “Sesungguhnya untukmu seperti dunia dan sepuluh kali seumpamanya.” (Muttafaqun ‘alaih).[53]

Kenikmatan terbesar penghuni surga:

Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٖ نَّاضِرَةٌ ٢٢ إِلَىٰ رَبِّهَا نَاظِرَةٞ ٢٣ ﴾ [القيامة: ٢٢،  ٢٣]

Wajah-wajah (orang-orang mu’min) pada hari itu berseri-seri. * Kepada Rabbnyalah mereka melihat. (QS. Al-Qiyamah: 22-23).

Dari Abu Hurairah r.a, sesungguhnya manusia (para sahabat) bertanya kepada Rasulullah SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM, ‘Ya Rasulullah, apakah kami bisa melihat Rabb kami pada hari kiamat?’ Rasulullah SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda: “Apakah kamu kesulitan dalam melihat bulan di malam purnama?’ Mereka menjawab, ‘Tidak, wahai Rasulullah.’ Beliau bersabda, ‘Apakah kamu kesulitan (melihat) matahari yang tidak ada awan?’ Mereka menjawab, ‘Tidak, wahai Rasulullah.’ Beliau SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda, ‘Sesungguhnya kamu melihat-Nya seperti itu.” (Muttafaqun ‘alaih).[54]

Shuhaib r.a mengatakan bahwa Nabi SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda: “Apabila penghuni surga telah memasuki surga. Beliau SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda, ‘Allah SUBHANAHU WA TA’ALA berfirman, ‘Apakah kamu menghendaki sesuatu yang Ku-tambah untukmu?’ Mereka menjawab, ‘Bukankah Engkau telah memutihkan wajah-wajah kami? Bukankah Engkau telah memasukkan kami ke dalam surga dan mengeluarkan kami dari neraka?’ Dia (Nabi SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM) bersabda, ‘Lalu Dia (Allah SUBHANAHU WA TA’ALA) membuka hijab. Maka tidaklah mereka diberi sesuatu yang lebih mereka senangi selain memandang Rabb (Allah SUBHANAHU WA TA’ALA).’ (HR. Muslim).[55]

GAMBARAN KENIKMATAN SURGA:

Ini adalah sebagian dari gambaran kenikmatan surga, kenikmatan abadi yang ada padanya. Semoga Allah SUBHANAHU WA TA’ALA menjadikan kami, Anda dan semua kaum muslimin termasuk dari penghuninya. Sesungguhnya Dia SUBHANAHU WA TA’ALA Maha Pemberi lagi Maha Pemurah.

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِ‍َٔايَٰتِنَا وَكَانُواْ مُسۡلِمِينَ ٦٩ ٱدۡخُلُواْ ٱلۡجَنَّةَ أَنتُمۡ وَأَزۡوَٰجُكُمۡ تُحۡبَرُونَ ٧٠ يُطَافُ عَلَيۡهِم بِصِحَافٖ مِّن ذَهَبٖ وَأَكۡوَابٖۖ وَفِيهَا مَا تَشۡتَهِيهِ ٱلۡأَنفُسُ وَتَلَذُّ ٱلۡأَعۡيُنُۖ وَأَنتُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ ٧١ وَتِلۡكَ ٱلۡجَنَّةُ ٱلَّتِيٓ أُورِثۡتُمُوهَا بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ٧٢ لَكُمۡ فِيهَا فَٰكِهَةٞ كَثِيرَةٞ مِّنۡهَا تَأۡكُلُونَ ٧٣ ﴾ [الزخرف: ٦٩،  ٧٣]

(Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan adalah mereka dahulu orang-orang yang berserah diri. * Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan isteri-isteri kamu digembirakan”. * Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya”. * Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan. * Di dalam surga itu ada buah-buahan yang banyak untukmu yang sebahagiannya kamu makan. (QS. Az-Zukhruf: 69-73).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ فِي مَقَامٍ أَمِينٖ ٥١ فِي جَنَّٰتٖ وَعُيُونٖ ٥٢ يَلۡبَسُونَ مِن سُندُسٖ وَإِسۡتَبۡرَقٖ مُّتَقَٰبِلِينَ ٥٣ كَذَٰلِكَ وَزَوَّجۡنَٰهُم بِحُورٍ عِينٖ ٥٤ يَدۡعُونَ فِيهَا بِكُلِّ فَٰكِهَةٍ ءَامِنِينَ ٥٥ لَا يَذُوقُونَ فِيهَا ٱلۡمَوۡتَ إِلَّا ٱلۡمَوۡتَةَ ٱلۡأُولَىٰۖ وَوَقَىٰهُمۡ عَذَابَ ٱلۡجَحِيمِ ٥٦ ﴾ [الدخان: ٥١،  ٥٦]

Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada dalam tempat yang aman, * (yaitu) di dalam taman-taman dan mata air-mata air;, * mereka memakai sutera yang halus dan sutera yang tebal,(duduk) berhadap-hadapan, * demikianlah.Dan Kami berikan kepada mereka bidadari.* Di dalamnya mereka meminta segala macam buah-buahan dengan aman (dari segala kekhawatiran),, * mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya kecuali mati di dunia.Dan Allah SUBHANAHU WA TA’ALA memelihara mereka dari azab neraka,, (QS. Ad-Dukhaan: 51-56).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَجَزَىٰهُم بِمَا صَبَرُواْ جَنَّةٗ وَحَرِيرٗا ١٢ مُّتَّكِ‍ِٔينَ فِيهَا عَلَى ٱلۡأَرَآئِكِۖ لَا يَرَوۡنَ فِيهَا شَمۡسٗا وَلَا زَمۡهَرِيرٗا ١٣ وَدَانِيَةً عَلَيۡهِمۡ ظِلَٰلُهَا وَذُلِّلَتۡ قُطُوفُهَا تَذۡلِيلٗا ١٤ وَيُطَافُ عَلَيۡهِم بِ‍َٔانِيَةٖ مِّن فِضَّةٖ وَأَكۡوَابٖ كَانَتۡ قَوَارِيرَا۠ ١٥ قَوَارِيرَاْ مِن فِضَّةٖ قَدَّرُوهَا تَقۡدِيرٗا ١٦ وَيُسۡقَوۡنَ فِيهَا كَأۡسٗا كَانَ مِزَاجُهَا زَنجَبِيلًا ١٧ عَيۡنٗا فِيهَا تُسَمَّىٰ سَلۡسَبِيلٗا ١٨ ۞وَيَطُوفُ عَلَيۡهِمۡ وِلۡدَٰنٞ مُّخَلَّدُونَ إِذَا رَأَيۡتَهُمۡ حَسِبۡتَهُمۡ لُؤۡلُؤٗا مَّنثُورٗا ١٩ وَإِذَا رَأَيۡتَ ثَمَّ رَأَيۡتَ نَعِيمٗا وَمُلۡكٗا كَبِيرًا ٢٠ عَٰلِيَهُمۡ ثِيَابُ سُندُسٍ خُضۡرٞ وَإِسۡتَبۡرَقٞۖ وَحُلُّوٓاْ أَسَاوِرَ مِن فِضَّةٖ وَسَقَىٰهُمۡ رَبُّهُمۡ شَرَابٗا طَهُورًا ٢١ إِنَّ هَٰذَا كَانَ لَكُمۡ جَزَآءٗ وَكَانَ سَعۡيُكُم مَّشۡكُورًا ٢٢ ﴾ [الانسان: ١٢،  ٢٢]

Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera, * di dalamnya mereka duduk bertelakan di atas dipan, mereka tidak merasakan di dalamnya (teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang bersangatan. * Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya. * Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak, dan piala-piala yang bening laksana kaca, * (yaitu) kaca-kaca (yang terbuat) dari perak yang telah diukur mereka dengan sebaik-baiknya. * Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe. * (Yang didatangkan dari) sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil. * Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda. Apabila kamu melihat mereka, kamu akan mengira mereka, mutiara yang bertaburan. * Dan apabila kamu melihat di sana (surga), niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar. * Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Rabb memberikan kepada mereka minuman yang bersih. * Sesungguhnya ini adalah balasan untukmu, dan usahamu adalah disyukuri (diberi balasan). (QS. Al-Insaan: 12-22).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَٱلسَّٰبِقُونَ ٱلسَّٰبِقُونَ ١٠ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلۡمُقَرَّبُونَ ١١ فِي جَنَّٰتِ ٱلنَّعِيمِ ١٢ ثُلَّةٞ مِّنَ ٱلۡأَوَّلِينَ ١٣ وَقَلِيلٞ مِّنَ ٱلۡأٓخِرِينَ ١٤ عَلَىٰ سُرُرٖ مَّوۡضُونَةٖ ١٥ مُّتَّكِ‍ِٔينَ عَلَيۡهَا مُتَقَٰبِلِينَ ١٦ يَطُوفُ عَلَيۡهِمۡ وِلۡدَٰنٞ مُّخَلَّدُونَ ١٧ بِأَكۡوَابٖ وَأَبَارِيقَ وَكَأۡسٖ مِّن مَّعِينٖ ١٨ لَّا يُصَدَّعُونَ عَنۡهَا وَلَا يُنزِفُونَ ١٩ وَفَٰكِهَةٖ مِّمَّا يَتَخَيَّرُونَ ٢٠ وَلَحۡمِ طَيۡرٖ مِّمَّا يَشۡتَهُونَ ٢١ وَحُورٌ عِينٞ ٢٢ كَأَمۡثَٰلِ ٱللُّؤۡلُوِٕ ٱلۡمَكۡنُونِ ٢٣ جَزَآءَۢ بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ٢٤ لَا يَسۡمَعُونَ فِيهَا لَغۡوٗا وَلَا تَأۡثِيمًا ٢٥ إِلَّا قِيلٗا سَلَٰمٗا سَلَٰمٗا ٢٦ ﴾ [الواقعة: ١٠،  ٢٦]

Dan orang-orang yang paling dahulu beriman * Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah SUBHANAHU WA TA’ALA). *Berada dalam surga-surga kenikmatan * Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, * dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian. * Mereka berada diatas dipan yang bertahtahkan emas dan permata, * seraya bertelekan diatasnya berhadap-hadapan. * Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, * Dengan membawa gelas, cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari mata air yang mengalir, * mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk, * dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, * dan daging burung dari apa yang mereka inginkan. * Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli, * laksana mutiara yang tersimpan baik. * Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan. * Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa * akan tetapi mereka mendengar ucapan salam. (QS. Al-Waqi’ah: 10-26).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَأَصۡحَٰبُ ٱلۡيَمِينِ مَآ أَصۡحَٰبُ ٱلۡيَمِينِ ٢٧ فِي سِدۡرٖ مَّخۡضُودٖ ٢٨ وَطَلۡحٖ مَّنضُودٖ ٢٩ وَظِلّٖ مَّمۡدُودٖ ٣٠ وَمَآءٖ مَّسۡكُوبٖ ٣١ وَفَٰكِهَةٖ كَثِيرَةٖ ٣٢ لَّا مَقۡطُوعَةٖ وَلَا مَمۡنُوعَةٖ ٣٣ وَفُرُشٖ مَّرۡفُوعَةٍ ٣٤ إِنَّآ أَنشَأۡنَٰهُنَّ إِنشَآءٗ ٣٥ فَجَعَلۡنَٰهُنَّ أَبۡكَارًا ٣٦ عُرُبًا أَتۡرَابٗا ٣٧ لِّأَصۡحَٰبِ ٱلۡيَمِينِ ٣٨ ثُلَّةٞ مِّنَ ٱلۡأَوَّلِينَ ٣٩ وَثُلَّةٞ مِّنَ ٱلۡأٓخِرِينَ ٤٠ ﴾ [الواقعة: ٢٧،  ٤٠]

Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu. * Berada diantara pohon bidara yang tidak berduri, * dan pohon pisang yang bersusin-susun (buahnya), * dan naungan yang terbentang luas, * dan air yang tercurah, * dan buah-buahan yang banyak, * Yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya, * dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk. * Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, * dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, * penuh cinta lagi sebaya umurnya, * (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan, * (yaitu) segolongan besar dari orang-orang terdahulu, * (dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian.). (QS. Al-Waqi’ah: 27-40).

  1. Abu Hurairah r.a mengatakan bahwa Nabi SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda: “Allah SUBHANAHU WA TA’ALA berfirman, ‘Aku menyiapkan untuk hamba-hamba-Ku yang shalih sesuatu yang tidak pernah dilihat mata, tidak pernah didengar telinga, dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia. Kebenaran hal itu dalam firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ فَلَا تَعۡلَمُ نَفۡسٞ مَّآ أُخۡفِيَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعۡيُنٖ جَزَآءَۢ بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ١٧ ﴾ [السجدة : ١٧]

Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (QS. As-Sajdah: 17).

(Muttafaqun ‘alaih).[1]

Sebutan dan pembicaraan penghuni surga:

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَقَالُواْ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي صَدَقَنَا وَعۡدَهُۥ وَأَوۡرَثَنَا ٱلۡأَرۡضَ نَتَبَوَّأُ مِنَ ٱلۡجَنَّةِ حَيۡثُ نَشَآءُۖ فَنِعۡمَ أَجۡرُ ٱلۡعَٰمِلِينَ ٧٤ ﴾ [الزمر: ٧٣]

Dan mereka mengucapkan:”Segala puji bagi Allah SUBHANAHU WA TA’ALA yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah (memberi) kepada kami tempat ini sedang kami (diperkenankan) menempati tempat dalam surga di mana saja kami kehendaki”. Maka surga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal. (QS. 39: 74).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ دَعۡوَىٰهُمۡ فِيهَا سُبۡحَٰنَكَ ٱللَّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمۡ فِيهَا سَلَٰمٞۚ وَءَاخِرُ دَعۡوَىٰهُمۡ أَنِ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ١٠ ﴾ [يونس : ١٠]

Do’a mereka di dalamnya ialah:”SubhanakAllahumma” dan salam penghormatan mereka ialah:”Salaam”. Dan penutup doa mereka ialah:”Alhamdulillaahi Rabbil’aalamin”. (QS. Yunus: 10).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ لَا يَسۡمَعُونَ فِيهَا لَغۡوٗا وَلَا تَأۡثِيمًا ٢٥ إِلَّا قِيلٗا سَلَٰمٗا سَلَٰمٗا ٢٦ ﴾ [الواقعة: ٢٥،  ٢٦]

Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa * akan tetapi mereka mendengar ucapan salam. (QS. Al-Waqi’ah: 25-26).

Salam Rabb (Allah) kepada para penghuni surga:

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ تَحِيَّتُهُمۡ يَوۡمَ يَلۡقَوۡنَهُۥ سَلَٰمٞۚ وَأَعَدَّ لَهُمۡ أَجۡرٗا كَرِيمٗا ٤٤ ﴾ [الاحزاب : ٤٤]

Salam penghormatan kepada mereka (orang-orang mu’min itu) pada hari mereka menemui-Nya ialah:”Salam”; dan Dia menyediakan pahala yang mulia bagi mereka. (QS. Al-Ahzab: 44).

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ سَلَٰمٞ قَوۡلٗا مِّن رَّبّٖ رَّحِيمٖ ٥٨ ﴾ [يس: ٥٨]

(Kepada mereka dikatakan):”Salam”, sebagai ucapan selamat dari Rabb Yang Maha Penyayang. (QS. 36: 58).

Bertemu Keridhaan:

Dari Abu Sa’id al-Khudri r,a, sesungguhnya Nabi SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM  bersabda: “Sesungguhnya Allah SUBHANAHU WA TA’ALA berfirman kepada penghuni surga, ‘Wahai penghuni surga.’ Mereka menjawab, ‘(Kami) memenuhi panggilan-Mu wahai Rabb kami, kebaikan ada di Tangan-Mu. Dia SUBHANAHU WA TA’ALA berfirman, ‘Apakah kamu ridha?’ Mereka menjawab, ‘Bagaimana kami tidak ridha wahai Rabb kami, Engkau telah memberikan kepada kami apa-apa yang tidak pernah Engkau berikan kepada seseorang dari makhluk Engkau.’ Allah SUBHANAHU WA TA’ALA berfirman, ‘Maukah Engkau Ku-berikan yang lebih utama dari semua itu?’ Mereka menjawab, ‘Wahai Rabb, apakah yang lebih utama dari semua itu?’ Allah SUBHANAHU WA TA’ALA berfirman, ‘Aku tempatkan kepadamu ridha-Ku, maka Aku tidak akan marah kepada-Mu selama-lamanya sesudahnya.” (Muttafaqun ‘alaih).[2]

Ya Allah SUBHANAHU WA TA’ALA, ridhailah kami, kedua orang tua kami, keluarga kami dan semua kaum muslimin, dan masukkanlah kami dengan rahmat-Mu di dalam surga yang penuh kenikmatan.

Barisan penghuni surga:

Burairah r.a berkata bahwa Rasulullah SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda: “Penghuni surga terdiri dari seratus dua puluh (120) shaf (baris). Delapan puluh (80) darinya berasal dari umat ini dan empat puluh (40) dari semua umat.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).[3]

Ukuran umat Muhammad SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM di dalam surga:

Abdullah bin Mas’ud r.a berkata, ‘Kami bersama Nabi SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM di dalam kubah, Beliau bersabda: “Apakah kamu senang menjadi seperempat (1/4) penghuni surga? Kami menjawab, ‘Ya.’ Beliau SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda: “Apakah kamu senang menjadi sepertiga (1/3) penghuni surga?’ Kami menjawab, ‘Ya.’ Beliau SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda: “Apakah kamu senang menjadi setengah (1/2) penghuni surga?’ Kami menjawab, ‘Ya.’ Beliau SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda: “Sungguh aku berharap agar kamu menjadi setengah (1/2) penghuni surga. Hal itu sesungguhnya tidak bisa memasuki surga selain jiwa yang muslim (berserah diri). Tiadalah kalian dibandingkan kaum musyrik kecuali bagaikan rambut putih di kulit sapi yang hitam, atau seperti rambut/bulu yang hitam di kulit sapi yang merah.” (Muttafaqun ‘alaih).[4]

Penghuni surga:

  1. Firman Allah SUBHANAHU WA TA’ALA:

﴿ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَنَّةِۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ ٨٢ ﴾ [البقرة: ٨٢]

Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. (QS. Al-Baqarah: 82).

  1. Dari ‘Iyadh bin Himar r.a, sesungguhnya Rasulullah SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda: “Penghuni surga ada tiga: (1)Pemilik kekuasaan yang adil, bersedekah, lagi diberi taufik, (2)laki-laki yang penyayang, berhati lembut bagi setiap kerabat dan setiap muslim, (3)orang yang suci, menjaga diri, lagi memiliki keluarga…” (HR. Muslim).[5]
  2. Dari Haritsah bin Wahb r.a, sesungguhnya dia mendengar Nabi SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda: “Maukah kamu kukabarkan tentang penghuni surga?’ Mereka menjawab, ‘Tentu.’ Beliau bersabda: “Yaitu setiap orang yang lemah lagi dipandang lemah, yang jika bersumpah kepada Allah SUBHANAHU WA TA’ALA niscaya Dia SUBHANAHU WA TA’ALA mengabulkannya…” (Muttafaqun ‘alaih).[6]

Kebanyakan penghuni surga:

Dari ‘Imran bin Hushain r.a, dari Nabi SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM, Beliau bersabda: “Aku menengok dalam surga, maka aku melihat mayoritas penghuninya adalah orang-orang fakir, dan aku menengok neraka, maka aku melihat mayoritas penghuninya adalah wanita.”[7]

Orang terakhir yang memasuki surga:

Dari Abdullah bin Mas’ud r.a, ia berkata, ‘Rasulullah SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM bersabda: “Sesungguhnya penghuni surga yang terakhir masuk surga dan penghuni neraka yang terakhir keluar dari neraka adalah seorang laki-laki yang keluar merangkak, Rabb-nya berfirman kepadanya: ‘Masuklah ke surga.’ Ia menjawab, ‘Rabb, surga sudah penuh.’ Allah SUBHANAHU WA TA’ALA mengatakan hal itu kepadanya sebanyak tiga kali. Semua itu ia mengulangi ucapannya: Surga sudah penuh. Allah SUBHANAHU WA TA’ALA berfirman, ‘Sesungguhnya bagimu seperti dunia sepuluh kali lipat.” (Muttafaqun ‘alaih).[8]

(والله أعلمُ بالـصـواب)

Download Sumber

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *