Fiqih 03 – Tauhid dan Keimanan 13

SYAFA’AT

Syafaat adalah mohon pertolongan untuk orang lain.

Bagian-bagian syafaat:

Syafaat pada hari kiamat terbagi dua:

Syafaat istimewa bagi Nabi shalallahu alaihi wassalam ada beberapa macam:

  1. Yang terbesar adalah syafaat Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam yang besar pada semua manusia agar diberi keputusan di antara mereka. Lalu beliau shalallahu alaihi wassalam memberi syafaat pada mereka dan Allah SWT memberi keputusan di antara mereka. Ini adalah kedudukan terpuji bagi Rasulullah shalallahu alaihi wassalam.
  2. Di antaranya, syafaat Rasulullah shalallahu alaihi wassalam untuk segolongan dari umat beliau. Mereka masuk surga tanpa hisab. Mereka berjumlah 70.000 orang. Di mana Allah SWT berfirman kepadanya: “Masukkan ke dalam surga dari umat engkau, orang yang tidak ada hisab atasnya dari pintu kanan, seperti yang telah dijelaskan.
  3. Syafaat Rasulullah SAW kepada beberapa golongan, yang sama berat kebaikan dan keburukan mereka. Beliau memberi syafaat kepada mereka agar mereka masuk surga.
  4. Syafaat Rasulullah SAW dalam mengangkat derajat orang yang masuk surga melebihi kadar pahala amal mereka.
  5. Syafaat Rasulullah shalallahu alaihi wassalam kepada pamannya Abu Thalib agar diringankan siksanya.
  6. Di antaranya syafaat beliau shalallahu alaihi wassalam agar diberi izin untuk seluruh orang-orang yang beriman untuk masuk surga.

Syafaat umum untuk Nabi shalallahu alaihi wassalam dan para nabi lainnya, para malaikat, dan orang-orang yang beriman.

Yaitu syafaat kepada  orang yang masuk neraka agar ia tidak memasukinya, dan kepada orang yang memasukinya agar jangan keluar darinya.

Dari Abu Hurairah r.a, sesungguhnya Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda, “Bagi setiap nabi ada doa yang dikabulkan. Setiap nabi sudah mengajukan doanya. Dan sesungguhnya aku menyimpan doaku sebagai syafaat untuk umatku pada hari kiamat. Ia akan tercapai insya Allah yaitu orang yang meninggal dunia dari umatku, yang tidak menyekutukan sesuatu dengan Allah SWT.”

Firman Allah SWT tentang malaikat:

﴿ ۞وَكَم مِّن مَّلَكٖ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ لَا تُغۡنِي شَفَٰعَتُهُمۡ شَيۡ‍ًٔا إِلَّا مِنۢ بَعۡدِ أَن يَأۡذَنَ ٱللَّهُ لِمَن يَشَآءُ وَيَرۡضَىٰٓ ٢٦ ﴾ [النجم : ٢٦]

Dan berapa banyaknya malaikat di langit, syafa’at mereka sedikitpun tidak berguna kecuali sesudah Allah SWTmengizinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridhai(Nya). (QS. An-Najm: 26).

Dari Abu ad-Darda` r.a, ia berkata, ‘Rasulullah SAW berdabda, ‘Syahid (orang yang mati di medan perang melawan orang kafir) diizinkan memberi syafaat 70 (tujuh puluh) orang dari keluarganya.” (HR. Abu Daud).[1]

Untuk syafaat ini disyaratkan dua perkara:

  1. Ijin Allah subhanahu wa ta’ala dalam memberi syafaat, sebagaimana firman Allah SWT:

﴿ ……. مَن ذَا ٱلَّذِي يَشۡفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذۡنِهِۦۚ ……. ﴾ [البقرة: ٢٥٥]

Siapakah yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah SWT tanpa izin-Nya (QS. Al-Baqarah: 255).

  1. Ridha Allah SWT kepada pemberi dan penerima syafaat, sebagaimana firman Allah SWT:

﴿ …… وَلَا يَشۡفَعُونَ إِلَّا لِمَنِ ٱرۡتَضَىٰ ……. ﴾ [الانبياء: ٢٨]

dan mereka tidak memberi syafa’at melainkan kepada orang-orang yang diridhai Allah subhanahu wa ta’ala,. (QS. Al-Anbiyaa: 28).

Tidak ada syafaat untuk orang kafir, dia kekal di neraka, tidak akan masuk surga. Andaikan ada yang seseorang yang memberi syafaat untuknya, niscaya syafaatnya tidak berguna, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

﴿ فَمَا تَنفَعُهُمۡ شَفَٰعَةُ ٱلشَّٰفِعِينَ ٤٨ ﴾ [المدثر: ٤٨]

Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafa’at dari orang-orang yang memberikan syafa’at. (QS. Al-Muddatsir: 48).

Meminta syafa’at Nabi SAW:

Barangsiapa yang ingin mendapat syafaat Nabi shalallahu alaihi wassalam hendaklah ia memintanya dari Allah subhanahu wa ta’ala, seperti ia berkata: ‘Ya Allah subhanahu wa ta’ala, berilah rizqi syafaat Nabi Engkau kepadaku.’ Dan hal itu diikuti dengan melaksanakan amal shalih yang mengharuskan hal itu seperti ikhlas dalam ibadah hanya karena Allah SWT saja, mengucap shalawat kepada Nabi SAW, dan memohon wasilah untuknya.

Dari Abu Hurairah r.a, sesungguhnya Nabi shalallahu alaihi wassalam bersabda, ‘Manusia yang paling bahagia dengan mendapat syafa’atku pada hari kiamat adalah yang mengucap ‘Tiada Ilah (yang berhak disembah) selain Allah SWT murni dari hati atau dirinya.” (HR. Bukhari).[2]

 Negeri Balasan:

Dunia adalah negeri beramal dan bekerja dan akhirat adalah negeri balasan. Akan tetapi tidak berhenti beramal dan meminta kecuali setelah masuk negeri yang tetap (di surga atau neraka). Adapun di alam barzakh dan padang hari kiamat, maka hal itu (amal dan minta) tidak terhenti, seperti pertanyaan dua orang  malaikat kepada jenazah di dalam kuburnya, ajakan semua makhluk untuk sujud kepada Allah subhanahu wa ta’ala pada hari kiamat, ujian kepada orang-orang gila, orang yang mati di masa tidak ada rasul. Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala memutuskan di antara semua hamba menurut iman dan amal perbuatan mereka. Satu golongan di surga dan yang lain di neraka.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

﴿ وَكَذَٰلِكَ أَوۡحَيۡنَآ إِلَيۡكَ قُرۡءَانًا عَرَبِيّٗا لِّتُنذِرَ أُمَّ ٱلۡقُرَىٰ وَمَنۡ حَوۡلَهَا وَتُنذِرَ يَوۡمَ ٱلۡجَمۡعِ لَا رَيۡبَ فِيهِۚ فَرِيقٞ فِي ٱلۡجَنَّةِ وَفَرِيقٞ فِي ٱلسَّعِيرِ ٧ ﴾ [الشورى: ٧]

Demikianlah Kami wahyukan kepadamu al-Qur’an dalam bahasa Arab supaya kamu memberi peringatan kepada ummul Qura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya.Segolongan masuk surga dan segolongan masuk neraka. (QS. Asy-Syura: 7).

 Firman Allah SWT:

﴿ ٱلۡمُلۡكُ يَوۡمَئِذٖ لِّلَّهِ يَحۡكُمُ بَيۡنَهُمۡۚ فَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فِي جَنَّٰتِ ٱلنَّعِيمِ ٥٦ وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَكَذَّبُواْ بِ‍َٔايَٰتِنَا فَأُوْلَٰٓئِكَ لَهُمۡ عَذَابٞ مُّهِينٞ ٥٧ ﴾ [الحج : ٥٦،  ٥٧]

 Kekuasaan di hari itu ada pada Allah subhanahu wa ta’ala, Dia memberi keputusan di antara mereka. Maka orang-orang yang beriman dan beramal saleh adalah di dalam surga yang penuh kenikmatan. * Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, maka bagi mereka azab yang menghinakan. (QS. Al-Hajj: 56-57).

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

﴿ وَيَوۡمَ تَقُومُ ٱلسَّاعَةُ يَوۡمَئِذٖ يَتَفَرَّقُونَ ١٤ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فَهُمۡ فِي رَوۡضَةٖ يُحۡبَرُونَ ١٥ وَأَمَّا ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَكَذَّبُواْ بِ‍َٔايَٰتِنَا وَلِقَآيِٕ ٱلۡأٓخِرَةِ فَأُوْلَٰٓئِكَ فِي ٱلۡعَذَابِ مُحۡضَرُونَ ١٦ ﴾ [الروم: ١٤،  ١٦]

Dan pada hari terjadinya kiamat, di hari itu mereka (manusia) bergolong-golongan. * Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka mereka di dalam taman (surga) bergembira. * Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami (Al-Qur’an) serta (mendustakan) menemui hari akhirat, maka mereka tetap berada di dalam siksaan (neraka). (QS. Ar-Rum: 14-16).


[1]  Shahih. HR. Abu Daud No 2522, Shahih Sunan Abu Daud No 2201.

[2]  HR. Bukhari No. 99.

 

(والله أعلمُ بالـصـواب)

Download Sumber

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *