Fiqih 02 – Kaidah Fiqih 01

Sebelum memasuki lebih lanjut tentang ilmu kaidah fiqih, perlu kita ketahui secara ringkas beberapa hal penting tentang ilmu ini:[1]

 Makna Kaidah Fiqih

Kaidah secara bahasa ‘fondasi dan dasar’, sedangkan fiqih secara bahasa ‘pemahaman’. Adapun secara istilah artinya dasar-dasar syar’i yang mencakup luas cabang-cabang permasalahan fiqih untuk diketahui hukumnya.

Sumber Kaidah Fiqhiyyah

Setiap kaidah fiqih bersumber dari al-Qur’an, hadits, ijma’ atau qiyas atau maqashid syari’ah (tujuan pokok syari’at).

1. Kaidah fiqih yang diambil dari nash al-Qur’an, misalnya firman Allah Ta’ala:

وَلاَ تَأْكُلُواْ أَمْوَالَكُم بَيْنَكُم بِالْبَاطِلِ

Dan janganlah kalian memakan harta sesama kalian dengan cara yang batil. (QS al-Baqarah [2]: 188)

Dan masih banyak lagi contohnya.[2]

2. Kaidah yang diambil dari sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam misalnya adalah:

لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَا رَ

“Tidak boleh berbuat sesuatu yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.”

Dan masih banyak lagi contoh lainnya.[3]

3. Kaidah yang diambil dari atsar ulama seperti:

كُلُّ قَرْضٍ جَرَّ نَفْعًا فَهُوَ رِبَا

“Setiap pinjaman yang membawa manfaat maka itu riba.”[4]

4. Istinbath dan penelitian ulama:

لاَ اجْتِهَادْ فِي مَوْرِدِ النَّصِّ

“Tidak ada ijtihad jika sudah ada nash.”


[1]     Baca pembahasan ini secara luas di dalam al-Mufashal fil Qawa’id Fiqhiyyah hlm. 36-152 karya Dr. Ya’qub ibn Abdul Wahhab Alba Husain dan al-Qawa’id al-Kulliyyah wa Dhawabith al-Fiqhiyyah hlm. 18-87 oleh Dr. Muhammad Utsman Syubair, al-Wajiz fi Idhahil Qawa’id Fiqh al-Kulliyyah: 13-110 oleh Dr. Muhammad Shidqi al-Burnu, Kaidah-Kaidah Praktis Memahami Fiqih Islami hlm. 1-12 oleh al-Ustadz Ahmad Sabiq Abu Yusuf.

[2]     Bacalah buku yang bagus Qawa’id Qur’aniyyah karya Dr. Umar ibn Abdillah al-Muqbil. Di dalamnya terdapat kaidah-kaidah penting di dalam al-Qur’an.

[3]     Al-lmam an-Nawawi telah mengumpulkan beberapa kaidah penting yang diambil dari hadits dalam bukunya yang bermanfaat Arba’in Nawawiyyah yang judul aslinya adalah al-Arba’in fi Mabanil Islam wa Qawa’idil Ahkaam (40 Hadits Tentang Fondasi Islam dan Landasan Hukum), sebagaimana dalam Syarh al-Bukhari hlm. 117 karya an-Nawawi.

Lihat pula Qawaid Nabawiyyah karya Dr. Umar Ibn Abdillah al-Muqbil

[4]     Al-Mushannaf, Abdurrazzaq, 8/304.

 

(والله أعلمُ بالـصـواب)

Download Sumber

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *