Fiqih 02 – Kaidah Fiqih 04

Macam-Macam Kaidah Fiqih

Kaidah fiqih kalau ditinjau dari luas dan sempitnya pembahasan dan permasalahan, terbagi menjadi tiga macam:

Kaidah-kaidah besar

Maksudnya adalah kaidah-kaidah yang mencakup hampir seluruh bab fiqih Islam. Kaidah-kaidah ini adalah:

Kaidah ke-1

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

Amal perbuatan itu tergantung niatnya.

Atau yang masyhur dengan istilah:

الأُمُوْرُ بِمَقَاصِدِهَا

Semua perkara itu tergantung pada tujuannya.

Kaidah ke-2

اليَقِيْنُ لَا يَزُوْلُ بِالشَّكِّ

Sesuatu yang yakin tidak bisa hilang dengan keraguan.

Kaidah ke-3

الْمَشَقَّةُ تَجْلِبُ التَّيْسِيْرَ

Kesulitan membawa kemudahan.

Kaidah ke-4

لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَا رَ

Tidak boleh berbuat sesuatu yang membahayakan.

Kaidah ke-5

العَادَةُ مُـحَكَّمَةٌ

Sebuah adat kebiasaan itu bisa dijadikan sandaran hukum.[1]

Kaidah-kaidah tidak besar

Yaitu kaidah yang tidak masuk dalam kaidah besar di atas. Cakupannya juga luas, namun tidak seluas kaidah-kaidah besar. Contohnya kaidah:

الضَّرُوْرَاتُ تُبِيْحُ الْـمَحْذُوْرَاتِ

Kondisi darurat bisa membolehkan sesuatu yang terlarang.

Kaidah dalam satu bab

Yaitu kaidah yang hanya memiliki kawasan permasalahan yang sempit; biasanya hanya berlaku untuk satu saja. Kaidah-kaidah ini yang disebut oleh para ulama dengan dhawabith (ضَوَابِطُ). Misalnya kaidah:

الأَصْلُ فِي الْـمَاءِ الطَّهَارَةُ

Asal hukum air itu suci.

Kaidah ini hanya pada permasalahan air saja dan tidak berlaku pada yang lainnya.

[1]     Kaidah ini bukanlah untuk mentolerir adat yang bertentangan dengan syari’at, seperti banyak dibawakan oleh para orang liberal; penerapan kaidah ini adalah untuk hukum yang tidak dijelaskan syariat batasannya, contoh: Kadar nafkah wajib untuk istri, batasan berbuat kepada tamu dan tetangga, dan lainnya. Insya Allah kita akan turunkan eBook tentangnya. Ibnu Majjah

 

 

(والله أعلمُ بالـصـواب)

Download Sumber

 

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *