Fiqih 05 – Ibadah 37

MANFAAT-MANFAAT SHALAT BERJAMA`AH

Merealisasikan shalat pada waktunya.

 

عَنْ عَبْدِاللَّهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ  رضي الله عنه  قَالَ : ((سَألْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أيُّ الْعَمَلِ أحَبُّ إلَى اللَّهِ ؟ قَالَ : الصَّلاةُ عَلَى وَقْتِهَا. قَالَ : ثُمَّ أيٌّ ؟ قَالَ : ثُمَّ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ. قَالَ : ثُمَّ أَيٌّ ؟ قَالَ : الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ. قَالَ : حَدَّثَنِي بِهِنَّ وَلَوِ اسْتَزَدْتُهُ لَزَادَنِي)). رواه البخاري.

Dari Abdullah bin Mas`ud  رضي الله عنه  berkata :

((Saya bertanya kepada Rasulullah shalallahu alaihi wassalam: “Apakah amal yang paling disukai Allah ?”, jawab Rasulullah shalallahu alaihi wassalam: “Shalat pada waktunya”. Saya bertanya : “Kemudian  apa lagi ?”, jawab Rasulullah shalallahu alaihi wassalam: “Berbakti kepada kedua orang tua”. Saya bertanya : “Kemudian apa lagi ?”, jawab Rasulullah shalallahu alaihi wassalam: “Berjihad di jalan Allah”. Berkata Abdullah bin Mas`ud  رضي الله عنه  , “Rasulullah shalallahu alaihi wassalam menyampaikan semuanya itu kepadaku, seandainya aku meminta penjelasan lebih dari itu, niscaya beliau akan menambahkannya.”)) H.R. Al Bukhari.

 

 Merespon panggilan muadin dengan niat shalat berjama`ah.

 

عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ  رضي الله عنه  قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ ((إنَّمَا الأعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى)). متفق عليه.

Dari Umar bin Khaththab  رضي الله عنه  berkata : Saya telah mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda : ((Sesungguhnya setiap amal tergantung kepada niatnya. Dan pahala bagi setiap orang yang beramal diberikan sesuai  dengan apa yang diniatkannya.)) Muttafaqun `Alaih.

 

Berjalan menuju mesjid dengan tenang.

 

عَنْ أبِي قَتَادَةَ  رضي الله عنه  قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ نُصَلِّي مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَمِعَ جَلَبَةً فَقَالَ : ((مَا شَأْنُكُمْ ؟ قَالُوا : اسْتَعْجَلْنَا إلَى الصَّلاةِ. قَالَ فَلا تَفْعَلُوا إذَا أتَيْتُمُ الصَّلاةَ فَعَلَيْكُمُ السَّكِينَةُ فَمَا أدْرَكْتُمْ فَصَلَّوْا وَمَا سَبَقَكُمْ فَأتِمُّوا)). رواه مسلم.

Dari Abu Qatadah  رضي الله عنه  berkata : Ketika kami sedang shalat bersama-sama Rasulullah shalallahu alaihi wassalam, tiba-tiba kami mendengar suara hiruk pikuk. Maka Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda : ((“Apa yang terjadi dengan kalian”, jawab  mereka : “Kami tergesa-gesa hendak shalat”. Sabda Rasulullah shalallahu alaihi wassalam : “Jangan kalian lakukan itu, apabila kamu pergi shalat, berjalanlah dengan tenang. Apa yang kamu dapati dalam shalat ikutilah, dan apa yang kamu ketinggalan, sempurnakanlah kemudian”.)) H.R. Muslim.

 

  1. Allah menjadi saksi atas setiap orang yang memelihara shalat berjama`ah di masjid dengan penuh keimanan.

Firman Allah SUBHANAHU WA TA ALA :

) إنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللهِ مَنْ ءَامَنَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلأخِرِ وَأقَامَ الصَّلاَةَ وَءَاتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إلاَّ اللهَ فَعَسَى أوْلاَئِكَ أن يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ ( سورة التوبة (آية 18).

“Hanyalah yang memakmurkan mesjid-mesjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan   zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. 9 : 18).

 

Setiap langkah yang diayunkan seorang muslim untuk menegakkan shalat berjama`ah terhitung disisi Allah sebagai pahala dan ganjaran baginya. Tidaklah setiap ayunan langkahnya melainkan terangkat baginya satu derajat dan dihapuskan satu dosa untuknya. Sebagaimana hadits yang terdapat di dalam shahihain.

عَنْ أبِي هُرَيْرَةَ   رضي الله عنه   قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ((صَلاةُ الرَّجُلِ فِي الْجَمَاعَةِ تُضَعَّفُ عَلَى صَلاتِهِ فِي بَيْتِهِ وَفِي سُوقِهِ خَمْسًا وَعِشْرِينَ ضِعْفًا وَذَلِكَ أنَّهُ إذَا تَوَضَّأ فَأحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ خَرَجَ إلَى الْمَسْجِدِ لا يُخْرِجُهُ إلاّ الصَّلاةُ لَمْ يَخْطُ خَطْوَةً إلاّ رُفِعَتْ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ وَحُطَّتْ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةٌ فَإذَا صَلَّى لَمْ تَزَلِ الْمَلائِكَةُ تُصَلِّي عَلَيْهِ مَا دَامَ فِي مُصَلاّهُ تَقُوْلُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ وَلا يَزَالُ أحَدُكُمْ فِي صَلاةٍ مَا انْتَظَرَ الصَّلاةَ)). واللفظ البخاري.

Dari Abu Hurairah r.a.berkata: Rasululah shalallahu alaihi wassalam bersabda:

((Pahala shalat seseorang yang berjamaah melebihi pahala shalat sendirian di rumahnya dan dipasarnya dua puluh lima kali lipat. Yang demikian itu apabila ia berwudhu` dengan sebaik-baiknya, kemudian ia pergi menuju mesjid, tidak ada tujuan lain kecuali untuk shalat berjama`ah maka tidaklah setiap langkah yang diayunkannya melainkan terangkat baginya satu derajat dan dihapuskan untuknya satu dosa, apabila ia melakukan shalat berjama`ah maka para malaikat senantiasa mendoakannya selama ia masih berada di tempat shalatnya dan juga ia belum berhadats. Para Malaikat berdoa : “Allahumma shalli `alaihi, Allahummarhamhu (Ya Allah, Ampunilah dia dan rahmatilah).” Dan tetap ia dianggap shalat selama ia menunggu waktu shalat berikutnya tiba.)) Lafadz hadits Al Bukhari.

 

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ c أنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ((مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالأخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً )). رواه مسلم

Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda :

((Barangsiapa yang berwudhu di rumahnya, kemudian dia pergi menuju masjid untuk menunaikan shalat fardhu, maka kedua langkahnya dihitung yang satu untuk menghapuskan dosa dan yang lainnya untuk mengangkat derajatnya satu tingkat.)) H.R. Muslim.

 

عَنْ أبِي مُوسَى   رضي الله عنه   قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ((إنَّ أعْظَمَ النَّاسِ أجْرًا فِي الصَّلاةِ أبْعَدُهُمْ إلَيْهَا مَمْشًى فَأبْعَدُهُمْ وَالَّذِي يَنْتَظِرُ الصَّلاةَ حَتَّى يُصَلِّيَهَا مَعَ الإمَامِ أعْظَمُ أجْرًا مِنِ الَّذِي يُصَلِّيهَا ثُمَّ يَنَامُ)). متفق عليه واللفظ لمسلم.

Dari Abu Musa ra.berkata : Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda :

((Orang yang paling besar pahala shalatnya, ialah orang yang paling jauh jarak perjalanannya ke tempat shalat berjama`ah. Dan orang yang menantikan shalat untuk dapat berjama`ah dengan imam lebih besar pahalanya daripada orang yang shalat sendirian, kemudian ia tidur.)) Muttafaqun `Alaih dan hadits lafadz Muslim.

 

Orang yang merealisasikan shalat berjama`ah akan terbebas dari perangkap syaithan dengan segala kejahatannya, dan dengan demikian ia telah bergabung ke dalam jama`ah muslimin sehingga syaithan menghindar darinya, sedangkan orang yang meninggalkan shalat berjama`ah, berarti ia telah ditundukkan oleh syaithan.

عَنْ أبِي الدَّرْدَاءِ رضي الله عنه قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ ((مَا مِنْ ثَلاثَةٍ فِي قَرْيَةٍ وَلا بَدْوٍ لا تُقَامُ فِيهِ الصَّلاةُ إلاّ قَدِ اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ فَعَلَيْكُمْ بِالْجَمَاعَةِ فَإنَّمَا يَأكُلُ الذِّئْبُ الْقَاصِيَةَ)). رواه أبو داود والنسائي وإسناده جيد.

Dari Abu Darda  رضي الله عنه  berkata : Saya telah mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda :

((Tidaklah dari tiga orang yang berada di sebuah perkampungan maupun sebuah dusun dan mereka tidak mendirikan shalat berjama`ah di dalamnya, melainkan sesungguhnya syaithan telah menguasai diri mereka. Maka hendaklah kamu bersama jama`ah, sesungguhnya srigala hanya menerkam kambing yang terpisah dari kawanannya.)) H.R. Abu Daud dan An-Nasa`i dengan sanad jayyid.

 

  1. Pada shalat jama`ah terkandung didalamnya makna ta`awun `alal biri wa taqwa (tolong menolong dalam kebajikan dan takwa) serta amar ma`ruf dan nahi mungkar. Hal ini terlihat pada saat implementasinya, dimana kaum muslimin bersama-sama berdiri dihadapan Allah di dalam barisan (shaff) yang teratur dengan dipimpin oleh seorang imam, ibarat sebuah bangunan yang kokoh sehingga mencerminkan kekuatan dan persatuan kaum muslimin.

 

Di dalam shalat berjama`ah, suara kaum muslimin terhimpun menjadi satu, hati-hati mereka berpadu, saling mengindentifikasi satu dengan lainnya sehingga tergalang rasa solidaritas diantara mereka.

 

Shalat berjama`ah melahirkan rasa kelembutan dan kasih sayang sesama muslim, menghilangkan sifat kesombongan dan besar diri serta dapat mempererat ikatan persaudaran seagama (ukhuwah islamiyah) maka terjadilah interaksi langsung antara kalangan tua dengan yang muda dan antara orang kaya dan yang miskin.

 

Anda dapat memetik banyak pelajaran keimanan dari shalat berjama`ah ini, anda dapat mendengarkan langsung alunan ayat-ayat Al Qur`an yang mengetarkan hati. Dan ia menjadi media bagi orang yang belum mengerti untuk belajar, mengingatkan orang yang sedang lalai, dan mefasilitasi orang yang berdosa untuk bertaubat, mengkondisikan hati menjadi khusyu` serta merasa semakin mendekatkan keimanan terhadap hal-hal yang ghaib.

 

Di dalam shalat berjama`ah juga, mencerminkan didalamnya syiar-syiar Islam dan mampu mengentarkan musuh-musuh Islam serta menggaungkan zikrullah di masjid-masjid yang didirikan atas dasar ketakwaan untuk meninggikan dan menyebutkan nama-Nya.

 

Dengan masuknya seorang muslim ke dalam masjid untuk memenuhi panggilan adzan, juga secara tidak langsung ia telah mengajak kaum muslimin lainnya untuk ikut bergabung bersama-sama di dalam mendirikan shalat berjama`ah.

 

Dapat melaksanakan shalat tahiyatul masjid ketika masuk masjid.

 

Syaithan menjauh darinya dikarenakan lari ketika mendengar suara azan.

عَنْ أبِي هُرَيْرَةَ   رضي الله عنه   أنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ((إذَا نُودِيَ لِلصَّلاةِ أدْبَرَ الشَّيْطَانُ وَلَهُ ضُرَاطٌ حَتَّى لا يَسْمَعَ التَّأْذِينَ فَإِذَا قَضَى النِّدَاءَ أقْبَلَ حَتَّى إذَا ثُوِّبَ بِالصَّلاةِ أدْبَرَ حَتَّى إذَا قَضَى التَّثْوِيبَ أقْبَلَ حَتَّى يَخْطِرَ بَيْنَ الْمَرْءِ وَنَفْسِهِ يَقُولُ اذْكُرْ كَذَا اذْكُرْ كَذَا لِمَا لَمْ يَكُنْ يَذْكُرُ حَتَّى يَظَلَّ الرَّجُلُ لا يَدْرِي كَمْ صَلَّى )). رواه البخاري.

Dari Abu Hurairah r.a.bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda :

((Ketika diserukan azan untuk shalat, maka larilah syaithan sampai terkentut-kentut, sehingga tidak terdengar lagi olehnya suara aan tersebut. Apabila azan telah selesai dikumandangkan, dia datang lagi. Kemudian jika terdengar suara qomat, dia pergi lagi. Ketika qomat selesai dikumandangkan, dia datang lagi hendak menggoda orang yang shalat. Katanya : “Ingatlah ini, ingatlah itu”, mengingatkan apa-apa yang tadinya ia tidak ingat sama sekali, sehingga ia lupa telah berapa rakaat dia shalat.)) H.R. Bukhari.

 

Terbebas dari sifat nifak dan dari kesalah pahaman orang lain terhadap dirinya yang mengira bahwa ia telah meninggalkan shalat yang pokok.

 

Berharap agar “amin” yang diucapkan dapat berbarengan dengan “aminnya” imam dan “aminnya” para malaikat.

عَنْ أبِي هُرَيْرَةَ   رضي الله عنه   أنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَال :َ ((إذَا أمَّنَ الإمَامُ فَأمِّنُوا فَإنَّهُ مَنْ وَافَقَ تَأمِينُهُ تَأمِينَ الْمَلائِكَةِ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ )). رواه البخاري ومسلم.

Dari Abu Hurairah r.a.bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda :

((Apabila Imam membaca “Amin”, maka ucapkan pula “Amin” olehmu. Barangsiapa yang ucapan “Amin”nya berbarengan dengan ucapan “Amin”nya malaikat, diampuni segala dosanya yang telah lalu.)) H.R. Bukhari dan Muslim.

 

Menjawab perkataan imam ketika imam mengucapkan: “Sami`allahu liman hamidah”.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ   رضي الله عنه  أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ((إِذَا قَالَ الْإِمَامُ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ فَقُولُوا اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ فَإِنَّهُ مَنْ وَافَقَ قَوْلُهُ قَوْلَ الْمَلَائِكَةِ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ )) رواه البخاري ومسلم.

Dari Abu Hurairah r.a.bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassalambersabda :

((Apabila imam membaca :”Sami`allahu liman hamidah ”, maka bacalah : “Allahumma rabbana lakal hamd ”. Barangsiapa yang berbarengan dengan bacaan malaikat, diampuni segala dosanya yang telah lalu.)) H.R. Bukhari dan Muslim.

 

(والله أعلمُ بالـصـواب)

Download Sumber

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *