Fiqih 05 – Ibadah 36

KEUTAMAAN SHALAT SHUBUH DAN ASHAR

عَنْ أبِي مُوسَى   رضي الله عنه   أنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ((مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّةَ)). متفق عليه.

Dari Abu Musa   رضي الله عنه   bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda :

((Barangsiapa yang senantiasa shalat Shubuh dan Ashar akan masuk surga.)) Muttafaqun `Alaih.

 

عَنْ أبِي زُهَيْر عُمَارَةَ بْنِ رُؤَيْبَةَ   رضي الله عنه   قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ((لَنْ يَلِجَ النَّارَ أحَدٌ صَلَّى قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا)). رواه مسلم.

Dari Abu   رضي الله عنه  uhair `Umarah bin Ruaibah  رضي الله عنه  berkata : Saya telah mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda :

((Tidak akan masuk neraka seorang yang senantiasa shalat sebelum matahari terbit (Shubuh) dan sebelum terbenam (Ashar).)) H.R. Muslim.

 

عَنْ جُنْدَب بْنِ سفْيَان  رضي الله عنه   قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ((مَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللَّهِ فَلا يَطْلُبَنَّكُمُ اللَّهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ)).رواه مسلم.

Dari Jundab bin Sufyan  رضي الله عنه  berkata : Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda :

((Barangsiapa yang shalat Shubuh maka ia dalam penjagaan Allah maka perhatikanlah wahai anak Adam, jangan sampai Allah menuntut kamu oleh karena mengganggu sesuatu dibawah pengawasan Allah.)) H.R. Muslim.

 

عَنْ أبِي هُرَيْرَةَ   رضي الله عنه  قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ((يَتَعَاقَبُونَ فِيكُمْ مَلائِكَةٌ بِاللَّيْلِ وَمَلائِكَةٌ بِالنَّهَارِ وَيَجْتَمِعُونَ فِي صَلاةِ الْفَجْرِ وَصَلاةِ الْعَصْرِ ثُمَّ يَعْرُجُ الَّذِينَ بَاتُوا فِيكُمْ فَيَسْألُهُمُ اللَّهُ وَهُوَ أعْلَمُ بِهِمْ كَيْفَ تَرَكْتُمْ عِبَادِي فَيَقُولُونَ تَرَكْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ وَأتَيْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ )). متفق عليه.

Dari Abu Hurairah r.a.berkata : Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda :

((Para malaikat bergiliran datang kepadamu malam dan siang, mereka saling bertemu ketika shalat Shubuh dan shalat Ashar. Kemudian malaikat yang bertugas malam naik ke langit. Maka Allah  bertanya kepada mereka dan sesungguhnya Dia Maha Mengetahui keadaan mereka, “Bagaimana keadaan hamba-hamba-Ku yang kamu tinggalkan?”. Mereka menjawab : “Kami tinggalkan mereka sedang mereka dalam keadaan shalat, dan kami datangi mereka juga sedang dalam keadaan shalat”.)) Muttafaqun `Alaih.

 

عَنْ جَرِيرِ بْنِ عَبْدِاللَّهِ  رضي الله عنه  قَال :َ كُنَّا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَظَرَ إلَى الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ فَقَالَ : ((إنَّكُمْ سَتَرَوْنَ رَبَّكُمْ كَمَا تَرَوْنَ هَذَا الْقَمَرَ لا تُضَامُّونَ فِي رُؤْيَتِهِ فَإنِ اسْتَطَعْتُمْ أنْ لا تُغْلَبُوا عَلَى صَلاةٍ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا فَافْعَلُوا)). متفق عليه.

Dari Jarir bin Abdillah Al Bajalli   رضي الله عنه   berkata : Pada suatu malam, kami sedang bersama dengan Nabi n, lalu Beliau menoleh ke arah bulan purnama, kemudian bersabda:
((Sesungguhnya kamu akan melihat Rabb-mu sejelas kamu melihat bulan ini tanpa ada halangan untuk melihatnya. Hal itu jika kamu sanggup untuk tidak pernah lalai mengerjakan shalat sebelum matahari terbit (Shubuh) dan sebelum terbenam (Ashar). Maka lakukan segera ! )) Muttafaqun `Alaih.

 

عَنْ بُرَيْدَةَ   رضي الله عنه   عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ((مَنْ تَرَكَ صَلاةَ الْعَصْرِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ )). رواه البخاري.

Dari Buraidah   رضي الله عنه  , dari Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda :

((Barangsiapa yang meniggalkan shalat Ashar, maka amal kebajikannya terhapus.)) H.R. Al Bukhari.

 

عَنْ بُرَيْدَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ((بَشِّرِ الْمَشَّائِينَ فِي الظُّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّورِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ)). رواه أبو داود والترمذي وله شاهد من حديث أنس عند ابن ماجه والحاكم وعن سهل بن سعد عند الحاكم فالحديث صحيح.

Dari Buraidah  رضي الله عنه  , dari Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda :

((Sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang pergi menuju masjid-masjid di malam gelap gulita bahwa bagi mereka telah disediakan cahaya yang sempurna pada hari Kiamat.)) H.R. Abu Daud dan At-Tirmidzi. Hadits ini memiliki syahid (penguat) dari hadits Anas pada Ibnu Majah dan Al Hakim, juga dari Sahal bin Sa`ad pada Al Hakim. Mengenai kedudukan hadits ini shahih.

 

(والله أعلمُ بالـصـواب)

Download Sumber

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *