Fiqih 12 – DAKWAH 07

Pokok-Pokok Asas Dakwah Para Nabi Dan Rasul

Allah subhanahu wa ta ala mengutus para nabi dan rasul dengan tiga perkara: Berdakwah ilallah,    menerangkan tentang jalan yang bisa menyampaikan (manusia) kepada Allah,      menerangkan tentang keadaan manusia setelah sampai di sana. Yang pertama menerangkan tentang tauhid dan iman, yang kedua menerangkan hukum-hukum syariat, ke tiga: menerangkan tetang hari akherat dan apa-apa yang terjadi di dalamnya, seperti pahala, siksa, syurga dan neraka.

Dalam berdakwah, seorang da’I hendaklah menerangkan kepada manusia tentang keesaan Allah, nama-nama Nya, sifat-sifat Nya dan pekerjaan-pekerjaan Nya, dan menjelaskan tentang keagungan Allah dan kekuasaan Nya; bahwa sesungguhnya hanya Allah lah sang Pencipta, Yang Penguasa, Yang Mengatur semua alam semesta ini. Selain Allah adalah makhluk yang tidak berdaya dan tidak punya kekuatan, sesungguhnya hanya Allah semata yang berhak disembah tidak ada sesembahan yang lain. Inilah tahapan awal (berdakwah) yang paling baik dan agung.

Kemudian berdakwah (dengan menerangkan tentang) hari akherat, memberikan nasehat (yang dikamas) dalam menjelaskan tentang dorongan serta ancaman siksaan, menjelaskan sifat-sifat dan keadaan syurga, keadaan neraka dan macam-macam siksaannya dan peristiwa yang lainnya dari rentetan kejadian di hari kiamat.

Kemudian berdakwah (dengan menerangkan) hukum-hukum agama dan syariat, menjelaskan tentang halal dan haram, kewajiban-kewajiban dan hak-hak yang harus dipenuhi. Pada periode Mekkah, Rasulullah shalallahu alaihi wassalam berdakwah (dengan menerangkan) tentang keesaan Allah dan hari akhirat dan penjelasan tentang keadaan para rasul bersama umat-umat mereka. Adapun pada periode Madinah, Allah menyempurnakan agama Nya dengan hukum-hukum syariat, sehingga syari’at ini diterima oleh orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, dan tidak diterima oleh orang yang kafir dan munafik.

Allah subhanahu wa ta ala memerintah kepada Rasul Nya Rasulullah shalallahu alaihi wassalam untuk mengikuti petunjuk orang-orang sebelumnya dari para nabi dan rasul secara umum, dan memerintahkan beliau untuk mengikuti millah Ibrahim secara khusus, dan millah Ibrahim adalah mengorbankan segala sesuatu demi kepentingan agama; dengan jiwa, harta, tanah, anak dan istrinya.

Dan kita diperintahkan oleh Allah subhanahu wa ta ala untuk mengikuti Nabi Rasulullah shalallahu alaihi wassalam serta mencontohnya dalam setiap situasi dan kondisi, kecuali hal yang telah dikhususkan oleh Allah bagi beliau r.

  1. Allah subhanahu wa ta ala berfirman setelah menyebutkan beberapa ayat tentang para nabi:

﴿ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ هَدَى ٱللَّهُۖ فَبِهُدَىٰهُمُ ٱقۡتَدِهۡۗ قُل لَّآ أَسۡ‍َٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ أَجۡرًاۖ إِنۡ هُوَ إِلَّا ذِكۡرَىٰ لِلۡعَٰلَمِينَ ٩٠ ﴾ [الانعام: ٩٠]

“Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka.” (QS. Al-An’am: 90).

  1. Allah subhanahu wa ta ala berfirman:

﴿ ثُمَّ أَوۡحَيۡنَآ إِلَيۡكَ أَنِ ٱتَّبِعۡ مِلَّةَ إِبۡرَٰهِيمَ حَنِيفٗاۖ وَمَا كَانَ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ ١٢٣ ﴾ [النحل: ١٢٣]

“Kemudian kami wahyukan kepadamu (Muhammad): Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif, dan bukanlah ia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.” (QS. An-Nahal: 123).

  1. Allah subhanahu wa ta ala berfirman kepada umat Rasulullah shalallahu alaihi wassalam:

﴿ لَّقَدۡ كَانَ لَكُمۡ فِي رَسُولِ ٱللَّهِ أُسۡوَةٌ حَسَنَةٞ لِّمَن كَانَ يَرۡجُواْ ٱللَّهَ وَٱلۡيَوۡمَ ٱلۡأٓخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرٗا ٢١ ﴾ [الاحزاب : ٢١]

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (QS. Al-Ahzab: 21).

Perbuatan dan akhlak-akhlak para Nabi bisa diketahui dari sejarah hidup mereka, para nabi telah menempuh masa yang panjang dalam berdakwah di jalan Allah, kaki mereka berdebu (karena kerja keras tanpa lelah) di jalan Allah, mereka mengorbankan harta dan jiwa mereka demi tegaknya kalimat Allah, dahi mereka berkeringat, kaki-kaki mereka terpecah demi menolong agama Allah, mereka diuji, disakiti, dikucilkan, diusir, mereka berperang, dan diperangi, digoncang, disingkirkan, dicaci maki, diperolok, dipukul, tetapi mereka tetap bersabar dan berbelas kasih hingga datang pertolongan Allah atas mereka. Allah subhanahu wa ta ala berfirman:

﴿ وَلَقَدۡ كُذِّبَتۡ رُسُلٞ مِّن قَبۡلِكَ فَصَبَرُواْ عَلَىٰ مَا كُذِّبُواْ وَأُوذُواْ حَتَّىٰٓ أَتَىٰهُمۡ نَصۡرُنَاۚ وَلَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَٰتِ ٱللَّهِۚ وَلَقَدۡ جَآءَكَ مِن نَّبَإِيْ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ٣٤ ﴾ [الانعام: ٣٤]

“Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Tak ada seorang pun yang dapat merobah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebagian dari berita rasul-rasul itu”. (QS. Al-An’am: 34).

Dakwah para Nabi dan Rasul

Setelah para Nabi atau Rasul berdakwah kepada manusia, maka di antara manusia ada yang beriman dan ada pula yang tidak beriman:

Mereka yang beriman akan diuji oleh Allah dengan kesenangan dan kesengsaraan serta dimusuhi dan disakiti oleh manusia, sehingga jelas antara yang jujur dengan yang dusta, yang beriman dan yang munafiq.

Dan mereka yang tidak beriman akan diazab dengan sesuatu yang lebih menyakitkan dan dalam masa yang lebih lama. Oleh karenanya, mesti bagi setiap insan baik yang beriman ataupun yang kafir untuk mendapatkan penderitaan, tetapi orang beriman penderitaan di dunia, sebagai balasan yang disegerakan (atas perbuatannya), kemudian dibalas oleh Allah dengan kebaikan di dunia dan akherat. Adapun orang kafir, menemukan kenikmatan yang semu sebagai balasan yang disegerakan (atas perbuatannya) kemudian berubah menjadi penderitaan yang abadi (di akherat)

  1. Allah subhanahu wa ta ala berfirman:

﴿ أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتۡرَكُوٓاْ أَن يَقُولُوٓاْ ءَامَنَّا وَهُمۡ لَا يُفۡتَنُونَ ٢ وَلَقَدۡ فَتَنَّا ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡۖ فَلَيَعۡلَمَنَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ صَدَقُواْ وَلَيَعۡلَمَنَّ ٱلۡكَٰذِبِينَ ٣ ﴾ [العنكبوت: ٢،  ٣]

  1. “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami Telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? 3. Dan Sesungguhnya kami Telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Sesungguhnya dia mengetahui orang-orang yang dusta”. (QS. Al-Ankabut: 2-3).

﴿ لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فِي ٱلۡبِلَٰدِ ١٩٦ مَتَٰعٞ قَلِيلٞ ثُمَّ مَأۡوَىٰهُمۡ جَهَنَّمُۖ وَبِئۡسَ ٱلۡمِهَادُ ١٩٧ ﴾ [ال عمران: ١٩٦،  ١٩٧]

  1. “Janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri. 197. Itu hanyalah kesenangan sementara, Kemudian tempat tinggal mereka ialah jahannam; dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya”. QS. Ali Imron: 196-197

﴿ فَلَا تُعۡجِبۡكَ أَمۡوَٰلُهُمۡ وَلَآ أَوۡلَٰدُهُمۡۚ إِنَّمَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيُعَذِّبَهُم بِهَا فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَتَزۡهَقَ أَنفُسُهُمۡ وَهُمۡ كَٰفِرُونَ ٥٥﴾ [التوبة: 55]

  1. Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir”.(QS. Al-Taubah: 55).

Para nabi dan rasul serta semua pengikutnya hidup di muka bumi ini dengan mengemaban tauhid, keimanan dan amal sholeh bagi umat manusia, mereka menyeru umat manusia kepadanya (tauhid, keimanan dan amal sholeh). Dan sesuatu yang sangat dicintai oleh mereka adalah keimanan kepada Allah dan beramal sholeh, dan sesuatu yang sangat dirindukan oleh mereka adalah melihat Rabbnya, mengharap ridha Nya, merindukan kenikmatan-kenikmatan syurga, istana-istana yang megah di dalamnya. Mereka berjihad, berdakwah, dan bersabar sehingga Allah meridhai mereka dan merekapun ridha kepadan Allah. Dan inilah gambaran dari bimbingan Allah kepada mereka, perjalanan hidup mereka dalam tugas dakwah kepada Allah, supaya ditiru oleh setiap da’i yang menyeru kepada Allah.

Berdakwah kepada tauhid, beriman kepada Allah, mengenal nama-nama Nya dan sifat-sifat Nya, serta beribadah hanya kepada Allah semata tidak menyekutukan Nya dengan sesuatu apapun.

  1. Allah subhanahu wa ta ala berfirman:

﴿ وَمَآ أَرۡسَلۡنَا مِن قَبۡلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِيٓ إِلَيۡهِ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱعۡبُدُونِ ٢٥ ﴾ [الانبياء: ٢٥]

“Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku.” (QS. Al-Anbiya’: 25).

  1. Allah subhanahu wa ta ala berfirman:

﴿ قُلۡ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ ١ ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ ٢ لَمۡ يَلِدۡ وَلَمۡ يُولَدۡ ٣ وَلَمۡ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدُۢ ٤ ﴾ [الاخلاص: ١،  ٤]

“Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa.(1) Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada Nya segala sesuatu.(2) Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan.(3) dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.(4)” (QS. Al-Ikhlas: 1-4).

 

  1. Allah subhanahu wa ta ala berfirman:

﴿ وَلَقَدۡ بَعَثۡنَا فِي كُلِّ أُمَّةٖ رَّسُولًا أَنِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَٱجۡتَنِبُواْ ٱلطَّٰغُوتَۖ ……… ﴾ [النحل: ٣٦]

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu.” (QS. Al-Nahl: 36).

Menyampaikan agama Allah kepada manusia dan menasehati mereka:

  1. Allah subhanahu wa ta ala berfirman:

﴿ ٱلَّذِينَ يُبَلِّغُونَ رِسَٰلَٰتِ ٱللَّهِ وَيَخۡشَوۡنَهُۥ وَلَا يَخۡشَوۡنَ أَحَدًا إِلَّا ٱللَّهَۗ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ حَسِيبٗا ٣٩ ﴾ [الاحزاب : ٣٩]

“(Yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang (pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat Perhitungan.” (QS. Al-Ahzab: 39).

 

  1. Allah subhanahu wa ta ala berfirman:

﴿ أُبَلِّغُكُمۡ رِسَٰلَٰتِ رَبِّي وَأَنصَحُ لَكُمۡ وَأَعۡلَمُ مِنَ ٱللَّهِ مَا لَا تَعۡلَمُونَ ٦٢ ﴾ [الاعراف: ٦2]

“Aku sampaikan kepadamu amanat-amanat Tuhanku dan aku memberi nasehat kepadamu, dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al-A’raf: 62).

  1. Allah subhanahu wa ta ala berfirman kepada Rasulullah shalallahu alaihi wassalam:

﴿ ۞يَٰٓأَيُّهَا ٱلرَّسُولُ بَلِّغۡ مَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ مِن رَّبِّكَۖ وَإِن لَّمۡ تَفۡعَلۡ فَمَا بَلَّغۡتَ رِسَالَتَهُۥۚ وَٱللَّهُ يَعۡصِمُكَ مِنَ ٱلنَّاسِۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ٦٧ ﴾ [المائ‍دة: ٦٧]

“Hai rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika kamu tidak kerjakan (apa yang diperintahkan itu) kamu tidak menyampaikan amanat Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesugguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kafir”. (QS. Al-Ma’idah: 67).

 

Berdakwah kepada manusia dengan mendatanginya kerumah-rumah mereka, kepasar, kekampung dan kekota.

  1. Allah subhanahu wa ta ala berfirman kepada Musa:

﴿ ٱذۡهَبۡ أَنتَ وَأَخُوكَ بِ‍َٔايَٰتِي وَلَا تَنِيَا فِي ذِكۡرِي ٤٢ ٱذۡهَبَآ إِلَىٰ فِرۡعَوۡنَ إِنَّهُۥ طَغَىٰ ٤٣ فَقُولَا لَهُۥ قَوۡلٗا لَّيِّنٗا لَّعَلَّهُۥ يَتَذَكَّرُ أَوۡ يَخۡشَىٰ ٤٤ ﴾ [طه: ٤٢،  ٤٤]

“Pergilah kamu bersama saudaramu dengan membawa ayat-ayat Ku, dan janganlah kamu berdua lalai dalam mengingat Ku;(42) pergilah kamu berdua kepada fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas;(43) maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.(44)”. (QS. Thaha: 42-44).

  1. Dahulu Rasulullah shalallahu alaihi wassalam mengunjungi orang-orang, bertamu ke rumah-rumah mereka, menyeru mereka kepada Allah, menyerahkan dirinya kepada setiap kabilah dari suatu kaum.

(يَا أَيُّهَا النَّاسُ قُوْلُوْا لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ تُفْلِحُوْا)

“Wahai manusia katakanlah laa ilaaha illallah niscaya kalian akan selamat”. HR. Imam Ahmad bin Hambal.

  1. Dari Usamah bin Zaid t bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam menjenguk Sa’ad bin Ubadah t.

)حَتَّى مَرَّ بِمَجْلِسٍ فِيْهِ أَخْلاَطٌ مِنْ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُشْرِكِيْنَ عَبَدَةِ اْلأَوْثَانِ وَالْيَهُوْدَ … فَسَلَّمَ عَلَيْهِمُ النبي r ثُمَّ وَقَفَ فَنَزَلَ فَدَعَاهُمْ إِلىَ اللهِ وَقَرَأَ عَلَيْهِمُ الْقُرْآنَ … )

“Rasulullah shalallahu alaihi wassalam melewati sebuah majlis yang terdiri dari campuran kaum muslimin, musyrikin, penyembah berhala dan Yahudi…maka     Rasulullah shalallahu alaihi wassalam mengucapkan salam kepada mereka, kemudian beliau berhenti dan turun dari kendaraannya lalu menyeru mereka kepada (mengikuti agama) Allah dan membaca Al-Qur’an kepada mereka…”. (Muttafaq alaihi).

 

Selalu memuji kepada Allah, berdzikir dan meminta ampun kepada Nya pada setiap keadaan.

  1. Allah subhanahu wa ta ala berfirman tentang Ibrahim:

﴿ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي وَهَبَ لِي عَلَى ٱلۡكِبَرِ إِسۡمَٰعِيلَ وَإِسۡحَٰقَۚ إِنَّ رَبِّي لَسَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ ٣٩ ﴾ [ابراهيم: ٣٩]

“Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua (ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa.” (QS. Ibrahim: 39).

  1. Aisyah (semoga Allah meridhai-Nya) berkata:

(كَانَ النَّبِيُّ r يَذْكُرُ اللهَ عَلىَ كُلِّ أَحْيَانِهِ)

“Bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam senantiasa berzikir kepada Allah pada setiap keadaannya”. (HR. Muslim).

 

  1. Al-Agrri Al-Muzani t berkata bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda:

(إِنَّهُ لَيُغَانُ عَلىَ قَلْبِي وَإِنِّي َلأَسْتَغْفِرُ اللهَ فِي اْليَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ)

“Sesungguhnya ada kebimbangan di dalam hatiku, dan sesungguhnya aku beristigfar kepada Allah dalam sehari seratus kali”. (HR. Muslim).

Menulis surat bagi para raja orang kafir dan menyeru mereka kepada Allah:

(أَنَّ نَبِيَّ اللهِ r كَتَبَ إِلىَ ِكسْرَى وَإِلَى قَيْصَرَ وَإِلىَ النَّجَاشِيِّ وَإِلَى كُلِّ جَبَّارٍ يَدْعُوْهُمْ إِلىَ اللهِ تَعَالَى وَلَيْسَ بِالنَّجَاشِيِّ الَّذِي صَلىَّ عَلَيْهِ النَّبِيُّ r )

“Bahawa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam menulis surat kepada para penguasa baik bergelar kaesar, dan kepada raja Najasy serta kepada penguasa lainnya dan menyeru mereka kepada agama Allah, bukan Al-Najasy yang dishalatkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wassalam”. (HR. Muslim).

Berdakwah kepada Allah dan ke jalan yang menyampaikan kepada –Nya, serta kepada balasan yang akan diterima oleh kaum mukminin.

  1. Allah subhanahu wa ta ala berfirman:

﴿ قُلۡ هَٰذِهِۦ سَبِيلِيٓ أَدۡعُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا۠ وَمَنِ ٱتَّبَعَنِيۖ وَسُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ ١٠٨ ﴾ [يوسف: ١٠8]

  1. Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, Aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan Aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. (QS. Yusuf: 108).

 

  1. Allah subhanahu wa ta ala berfirman:

﴿ ٱدۡعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلۡحِكۡمَةِ وَٱلۡمَوۡعِظَةِ ٱلۡحَسَنَةِۖ وَجَٰدِلۡهُم بِٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُۚ ……. ﴾ [النحل: ١٢٥]

  1. Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[845] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik”. (QS. Al-Nahl: 125).

 

  1. Allah subhanahu wa ta ala berfirman:

﴿ وَكَذَٰلِكَ أَوۡحَيۡنَآ إِلَيۡكَ قُرۡءَانًا عَرَبِيّٗا لِّتُنذِرَ أُمَّ ٱلۡقُرَىٰ وَمَنۡ حَوۡلَهَا وَتُنذِرَ يَوۡمَ ٱلۡجَمۡعِ لَا رَيۡبَ فِيهِۚ فَرِيقٞ فِي ٱلۡجَنَّةِ وَفَرِيقٞ فِي ٱلسَّعِيرِ ٧ ﴾ [الشورى: ٧]

  1. “Demikianlah kami wahyukan kepadamu Al Quran dalam bahasa Arab, supaya kamu memberi peringatan kepada ummul Qura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya, serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk surga dan segolongan masuk jahannam”. (QS. Al-Syura: 7).

 

Berdakwah kepada manusia dengan bahasa obyek da’wah.

﴿ وَمَآ أَرۡسَلۡنَا مِن رَّسُولٍ إِلَّا بِلِسَانِ قَوۡمِهِۦ لِيُبَيِّنَ لَهُمۡۖ فَيُضِلُّ ٱللَّهُ مَن يَشَآءُ وَيَهۡدِي مَن يَشَآءُۚ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ ٤ ﴾ [ابراهيم: ٤]

  1. “Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang dia kehendaki. dan Dia-lah Tuhan yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. Ibrahim: )

Keseimbangan antara ibadah dan dakwah

  1. Allah subhanahu wa ta ala berfirman:

﴿ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡمُزَّمِّلُ ١ قُمِ ٱلَّيۡلَ إِلَّا قَلِيلٗا ٢ نِّصۡفَهُۥٓ أَوِ ٱنقُصۡ مِنۡهُ قَلِيلًا ٣ أَوۡ زِدۡ عَلَيۡهِ وَرَتِّلِ ٱلۡقُرۡءَانَ تَرۡتِيلًا ٤ ﴾ [المزمل: ١،  ٤]

  1. Hai orang yang berselimut (Muhammad), 2. Bangunlah (untuk shalat) di malam hari, kecuali sedikit (darinya), 3. (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit. 4. Atau lebih dari seperdua itu. dan Bacalah Al-Quran itu dengan perlahan-lahan”. (QS. Al-Muzammil: 1-4).
  2. Allah subhanahu wa ta ala berfirman:

﴿ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡمُدَّثِّرُ ١ قُمۡ فَأَنذِرۡ ٢ وَرَبَّكَ فَكَبِّرۡ ٣ وَثِيَابَكَ فَطَهِّرۡ ٤ وَٱلرُّجۡزَ فَٱهۡجُرۡ ٥ ﴾ [المدثر: ١،  ٥]

  1. Hai orang yang berkemul (berselimut), 2. Bangunlah, lalu berilah peringatan! 3.  Dan Tuhanmu agungkanlah! 4.  Dan pakaianmu bersihkanlah, 5.  Dan perbuatan dosa tinggalkanlah”.  (QS. Al-Mutdattsir: 1-5).

Sikap umat terhadap para nabi mereka:

  1. Allah subhanahu wa ta ala berfirman:

﴿ وَكُلّٗا نَّقُصُّ عَلَيۡكَ مِنۡ أَنۢبَآءِ ٱلرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِۦ فُؤَادَكَۚ وَجَآءَكَ فِي هَٰذِهِ ٱلۡحَقُّ وَمَوۡعِظَةٞ وَذِكۡرَىٰ لِلۡمُؤۡمِنِينَ ١٢٠ ﴾ [هود: ١٢٠]

  1. Dan semua kisah dari rasul-rasul kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya kami teguhkan hatimu; dan dalam surat Ini Telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman”. (QS. Hud: ).
  2. Allah subhanahu wa ta ala berfirman

﴿ لَقَدۡ كَانَ فِي قَصَصِهِمۡ عِبۡرَةٞ لِّأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِۗ مَا كَانَ حَدِيثٗا يُفۡتَرَىٰ وَلَٰكِن تَصۡدِيقَ ٱلَّذِي بَيۡنَ يَدَيۡهِ وَتَفۡصِيلَ كُلِّ شَيۡءٖ وَهُدٗى وَرَحۡمَةٗ لِّقَوۡمٖ يُؤۡمِنُونَ ١١١ ﴾ [يوسف: ١١1]

  1. Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman”. (QS. Yusuf: 111).
  2. Allah subhanahu wa ta ala berfirman:

﴿ ………. فَٱقۡصُصِ ٱلۡقَصَصَ لَعَلَّهُمۡ يَتَفَكَّرُونَ ١٧٦ ﴾ [الاعراف: ١٧6]

176 “Maka Ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir”. (QS. Al-A’raf: 176).

Istiqamah dalam berdakwah ilallah tidak menoleh kepada mereka yang mengingkari.

  1. Allah subhanahu wa ta ala berfirman:

﴿ فَٱصۡدَعۡ بِمَا تُؤۡمَرُ وَأَعۡرِضۡ عَنِ ٱلۡمُشۡرِكِينَ ٩٤ إِنَّا كَفَيۡنَٰكَ ٱلۡمُسۡتَهۡزِءِينَ ٩٥ ٱلَّذِينَ يَجۡعَلُونَ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَۚ فَسَوۡفَ يَعۡلَمُونَ ٩٦ ﴾ [الحجر: ٩٤،  ٩٦]

  1. Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik. 95. Sesungguhnya kami memelihara kamu daripada (kejahatan) orang-orang yang memperolok-olokkan (kamu). 96. (yaitu) orang-orang yang menganggap adanya Tuhan yang lain di samping Allah; Maka mereka kelak akan mengetahui (akibat-akibatnya)”. (QS. Al-Hijr: 94-96).
  2. Allah subhanahu wa ta ala berfirman:

﴿ فَذَرۡنِي وَمَن يُكَذِّبُ بِهَٰذَا ٱلۡحَدِيثِۖ سَنَسۡتَدۡرِجُهُم مِّنۡ حَيۡثُ لَا يَعۡلَمُونَ ٤٤ وَأُمۡلِي لَهُمۡۚ إِنَّ كَيۡدِي مَتِينٌ ٤٥ ﴾ [القلم: ٤٤،  ٤٥]

  1. Maka serahkanlah (Ya Muhammad) kepada-Ku (urusan) orang-orang yang mendustakan perkataan Ini (Al Quran). nanti kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui, 45. Dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat tangguh”. (QS. Al-Qolam: 44-45).
  2. Allah subhanahu wa ta ala berfirman:

﴿ وَلَا يَصُدُّنَّكَ عَنۡ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ بَعۡدَ إِذۡ أُنزِلَتۡ إِلَيۡكَۖ وَٱدۡعُ إِلَىٰ رَبِّكَۖ وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ ٨٧ ﴾ [القصص: ٨٧]

  1. Dan janganlah sekali-kali mereka dapat menghalangimu dari (menyampaikan) ayat-ayat Allah, sesudah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu, dan Serulah mereka kepada (jalan) Tuhanmu, dan janganlah sekali-sekali kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan”. (QS. Al-Qashash: 8).
  1. Allah subhanahu wa ta ala berfirman:

﴿ فَلَا تُطِعِ ٱلۡكَٰفِرِينَ وَجَٰهِدۡهُم بِهِۦ جِهَادٗا كَبِيرٗا ٥٢ ﴾ [الفرقان: ٥٢]

  1. Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al Quran dengan jihad yang besar”. (QS. Al-Furqan: 52).

Tidak bersedih dan kecewa ketika orang tidak menerima agama ini:

  1. Allah subhanahu wa ta ala berfirman:

﴿ فَلَعَلَّكَ بَٰخِعٞ نَّفۡسَكَ عَلَىٰٓ ءَاثَٰرِهِمۡ إِن لَّمۡ يُؤۡمِنُواْ بِهَٰذَا ٱلۡحَدِيثِ أَسَفًا ٦ ﴾ [الكهف: ٦]

  1. Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Quran)”. (QS. Al-Kahfi: 6).
  2. Allah subhanahu wa ta ala berfirman:

﴿ قَدۡ نَعۡلَمُ إِنَّهُۥ لَيَحۡزُنُكَ ٱلَّذِي يَقُولُونَۖ فَإِنَّهُمۡ لَا يُكَذِّبُونَكَ وَلَٰكِنَّ ٱلظَّٰلِمِينَ بِ‍َٔايَٰتِ ٱللَّهِ يَجۡحَدُونَ ٣٣ ﴾ [الانعام: ٣٣]

  1. Sesungguhnya kami mengetahui bahwasanya apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu, (janganlah kamu bersedih hati), Karena mereka Sebenarnya bukan mendustakan kamu, akan tetapi orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah”. (QS. Al-An’am: 33).
  2. Allah subhanahu wa ta ala berfirman:

﴿ ……….. فَلَا تَذۡهَبۡ نَفۡسُكَ عَلَيۡهِمۡ حَسَرَٰتٍۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمُۢ بِمَا يَصۡنَعُونَ ٨ ﴾ [فاطر: ٨]

  1. Maka janganlah dirimu binasa Karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat”. (QS. Fathir: 8).

Kabar gembira dan peringatan

  1. Allah subhanahu wa ta ala berfirman:

﴿ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ إِنَّآ أَرۡسَلۡنَٰكَ شَٰهِدٗا وَمُبَشِّرٗا وَنَذِيرٗا ٤٥ وَدَاعِيًا إِلَى ٱللَّهِ بِإِذۡنِهِۦ وَسِرَاجٗا مُّنِيرٗا ٤٦ وَبَشِّرِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ بِأَنَّ لَهُم مِّنَ ٱللَّهِ فَضۡلٗا كَبِيرٗا ٤٧ ﴾ [الاحزاب : ٤٥،  ٤٧]

  1. Hai nabi, Sesungguhnya kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gemgira dan pemberi peringatan, 46. Dan untuk jadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi. 47. Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mukmin bahwa Sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah”. (QS. Al-Ahzab: 45-47).

 

  1. Allah subhanahu wa ta ala berfirman:

﴿ وَمَا نُرۡسِلُ ٱلۡمُرۡسَلِينَ إِلَّا مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَۖ ………… ﴾ [الانعام: ٤٨]

  1. Dan tidaklah kami mengutus para Rasul itu melainkan untuk memberikan kabar gembira dan memberi peringatan”. (QS. Al-An’am: 48).

 

(والله أعلمُ بالـصـواب)

Download Sumber

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *