Fiqih 04 – Al quran dan Sunnah 29

Terapi Sihir Dan Gangguan Jin

  • Sihir adalah Ajimat, mantera dan simpul ramuan yang memberikan dampak terhadap jiwa dan raga.
  • Sihir dengan seluruh jenisnya merupakan tindakan kehjahatan, kezaliman, permusuhan dan melanggar hak-hak manusia; raga, harta, akal dan jalinan hubungan dengan orang lain.
  • Kesurupan adalah: Penguasaan jin terhadap manusia.
  • Hubungan antara manusia dan jin.
  • Jin adalah makhluk hidup yang berakal, mereka juga mendapat perintah dan larangan Allah, mereka juga melakukan ketaatan dan maksiat dan mereka juga mendapat pahala dan siksa.
  • Barangsiapa yang mengajak manusia atau jin untuk melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya mendakwahi mereka atau amar ma’ruf dan nahi munkar terhadap mereka maka dia adalah wali Allah yang mulia.
  • Barangsiapa yang memanfaatkan jin untuk melakukan hal-hal yang dilarang Allah dan rasul-Nya, seperti tujuan kesyirikan, membunuh nyawa yang tak berdosa, menyakiti orang, atau perzinahan sesungguhnya orang tersebut telah meminta pertolongan jin dalam hal dosa dan permusuhan.
  • Barangsiapa yang meminta bantuan jin dengan sangkaan bahwa hal itu adalah kekeramatan maka sesungguhnya orang tersebut telah tertipu oleh jin.
  • Barangsiapa yang memanfaatkan jin untuk hal yang mubah, seperti kerja bangunan, memindahkan barang, dan hal-hal yang mubah, hukumnya sama dengan mempekerjakan manusia untuk hal yang mubah.
  • Sebab-sebab kerasukkan jin:

Jin merasuk ke dalam tubuh manusia secara langsung yang karena beberapa sebab dari jin, diantaranya: hawa nafsu, jin itu jatuh cinta terhadap orang tersebut, sama halnya dengan manusia. Atau karena benci atau balas dendam terhadap orang yang menzalimi dan menyakitinya dengan cara membunuh anggota keluarga jin atau menuangkan air panas, atau mengencingi jin. Atau jin masuk tanpa sebab apapun yang jelas kecuali sekedar keinginan mengganggu seseorang.

  • Dua bentuk terapi dari sihir dan kesurupan:
  • Apabila diketahui tempat penyimpanan racikan sihir maka ambillah dan musnahkan, dengan izin Allah pengaruh sihirnya menjadi hilang. Ini adalah terpai yang paling ampuh untuk mengobati orang yang terkena sihir.
  • Tempat penyimpanan ramuan sihir dapat diketahui melalui mimpi atau Allah memberikan petunjuk kepadanya sehingga dimudahkan mencarinya atau melalui pengkuan jin saat orang yang terkena sihir dibacakan ruqyah syar’iyyah lalu jin menuturkan dan memberitahu kepadanya tempat penyimpanannya.

عن عائشة رضي الله عنها قالت: كان رسول الله r سحر حتى كان يرى أنه يأتي النساء ولا يأتيهن قال سفيان وهذا أشد ما يكون من السحر إذا كان كذا فقال (يا عائشة أعلمت أن الله قد أفتاني فيما استفتيته فيه أتاني رجلان فقعد أحدهما عند رأسي والآخر عند رجلي فقال الذي عند رأسي للآخر ما بال الرجل؟ قال: مطبوب. قال: ومن طبه؟ قال لبيد بن أعصم – رجل من بني زريق حليف ليهود كان منافقا – قال وفيم؟ قال في مشط ومشاقة قال وأين؟ قال في جف طلعة ذكر تحت رعوفة في بئر ذروان) . قالت فأتى النبي r البئر حتى استخرجه … متفق عليه.

Diriwayatkan dari `Aisyah radhiyallahu `anha, ia berkata: “Seseorang telah menyihir Rasulullah shalallahu alaihi wassalam sehingga beliau sering merasa telah menggauli isterinya tetapi sebetulnya beliau tidak melakukannya, – Sufyan berkata: ini adalah jenis sihir yang paling berat apabila sudah sampai pada tingkatan ini-.  Maka beliau bersabda,” Hai, ‘Aisyah! Apakah engkau mengetahui bahwa Allah telah menjawab do`aku? Dua orang laki-laki datang –salah seorang dari keduanya duduk di arah kepalaku dan yang lainnya duduk di arah kakiku, salah seorang dari mereka berkata,”Apakah yang diderita oleh orang ini”? Temannya menjawab, “Dia terkena sihir”, lalu dia bertanya kembali: “Siapakah yang menyihirnya?”, Temannya menjawab,” Lubaid bin Al A`sham dari bani Zuraiq sekutu Yahudi dan dia adalah seorang munafiq”, lalu bertanya lagi: “Dengan apa dia menyihirnya?”, Temannya menjawab: “Dengan beberapa helai rambut yang gugur saat disisir dan penutup arai kurma”, lalu bertanya lagi: “Dimanakah ramuan tersebut disimpannya?”, Temannya menjawab: “Di sumur Zarawan,” lalu Rasulullah shalallahu alaihi wassalam dan beberapa sahabatnya mendatangi tempat tersebut dan menemukan ramuan itu”. Muttafaq alaih. [1]

  • Bila tempat ramuan sihir tidak diketahui maka terapi dapat dilakukan dengan cara berikut ini:

Membacakan ruqyah syar’iyyah. Dinamakan ruqyah syr’iyyah apabila telah memenuhi tiga syarat: Bacaan ruqyah tersebut berasal dari Al Quran karena Al Quran adalah penawar dari segala penyakit jiwa dan raga, atau Sunah rasulullah r, harus berbahasa arab, atau bahasa lain yang dimengerti maknanya, dan harus meyakini bahwa tidak ruqyah itu tidak bisa memberikan kesembuhan dengan sendirinya melainkan dengan qudrat Allah I.

  • Pengobatan syar’i yang lain adalah dengan madu lebah, kurma ‘ajwa’, jintan hitam, berbekam dan lain-lain.

عن ابن عباس رضي الله عنهما عن النبي r قال: ((الشفاء في ثلاثة: في شرطة محجم، أو شربة عسل، أو كية بنا، وأنهى أمتي عن الكي)) متفق عليه.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu `anhuma dari Nabi shalallahu alaihi wassalam bersabda: Kesembuhan itu pada ada tiga hal: berbekam, minum madu atau pengobatan dengan besi panas, akan tetapi aku melarang umatku berobat dengan besi panas”. Muttafaq alaih. [2]

عن سعد بن أبي وقاص t قال: سمعت رسول الله r يقول: ((من تصبح بسبع تمرات عجوة لم يضره ذلك اليوم سم ولا سحر)) متفق عليه وفي رواية لمسلم: ((من أكل سبع تمرات مما بين لابتيها حين يصبح لم يضره سم حتى يمسي)).

Dari Sa’ad bin Abi Waqqas t berkata: “Aku mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda: “Barangsiapa yang memakan tujuh butir kurma ‘Ajwa’ di pagi hari niscaya dia tidak akan terkena racun dan sihir di hari itu”. Muttafaq alaih. [3]

Dalam riwayat Muslim: “Barangsiapa siapa yang memakan tujuh butir kurma Madinah di waktu pagi niscaya dia tidak akan terkena racun hingga sore harinya”.

عن أبي هريرة t أن سمع رسول الله r يقول: ((إن في الحبة السوداء شفاء من كل داء إلا السام)) متفق عليه.

Dari Abu Hurairah t bahwa dia mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda: “Sesungguhnya pada jintan hitam terdapat kesembuhan dari segala penyakit kecuali mati”. Muttafaq alaih. [4]

عن أبي هريرة t قال: قال رسول الله r: ((من احتجم لسبع عشرة وتسع عشرة وإحدى وعشرين كان شفاء من كل داء)) أخرجه أبو داود.

 

Dari Abu Hurairah t berkata: Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda: “Barangsiapa yang berbekam pada tanggal tujuh belas, sembilan belas dan dua puluh satu (pada bulan-bulan Qamariyah) niscaya dia sembuh dari seluruh penyakit. HR. Abu Daud. [5]

  • Membaca ruqyah. Hendaklah orang yang akan membaca ruqyah berwudhu terlebih dahulu, lalu mulailah mebaca ruqyah di atas dada si sakit, atau di salah satu anggota tubuhnya. Ayat dibaca dengan tartil lalu ditiupkan kepada orang yang sakit. Di antara ayat-ayat yang dibaca: Surat Al Fatiha, Ayat Kursy, Ayat-ayat terakhir surat Al Baqarah, surat Al Kafiruun, surat Al Ikhlas, surat Al Falaq, surat An Naas dan ayat-ayat tentang jin dan sihir, diantaranya:

﴿ ۞وَأَوۡحَيۡنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰٓ أَنۡ أَلۡقِ عَصَاكَۖ فَإِذَا هِيَ تَلۡقَفُ مَا يَأۡفِكُونَ ١١٧ فَوَقَعَ ٱلۡحَقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ١١٨ فَغُلِبُواْ هُنَالِكَ وَٱنقَلَبُواْ صَٰغِرِينَ ١١٩ وَأُلۡقِيَ ٱلسَّحَرَةُ سَٰجِدِينَ ١٢٠ قَالُوٓاْ ءَامَنَّا بِرَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ١٢١ رَبِّ مُوسَىٰ وَهَٰرُونَ ١٢٢ ﴾ [الاعراف: ١١٦،  ١٢١]

Dan Kami wahyukan kepada Musa: “Lemparkanlah tongkatmu!”. Maka sekonyong-konyong tongkat itu menelan apa yang mereka sulapkan. Karena itu nyatalah yang benar dan batallah yang selalu mereka kerjakan. Maka mereka kalah di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina. Dan ahli-ahli sihir itu serta merta meniarapkan diri dengan bersujud Mereka berkata: “Kami beriman kepada Tuhan semesta alam, “(yaitu) Tuhan Musa dan Harun” (Q.S. Al A’raaf 117- 122).

﴿ وَقَالَ فِرۡعَوۡنُ ٱئۡتُونِي بِكُلِّ سَٰحِرٍ عَلِيمٖ ٧٩ فَلَمَّا جَآءَ ٱلسَّحَرَةُ قَالَ لَهُم مُّوسَىٰٓ أَلۡقُواْ مَآ أَنتُم مُّلۡقُونَ ٨٠ فَلَمَّآ أَلۡقَوۡاْ قَالَ مُوسَىٰ مَا جِئۡتُم بِهِ ٱلسِّحۡرُۖ إِنَّ ٱللَّهَ سَيُبۡطِلُهُۥٓ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُصۡلِحُ عَمَلَ ٱلۡمُفۡسِدِينَ ٨١ وَيُحِقُّ ٱللَّهُ ٱلۡحَقَّ بِكَلِمَٰتِهِۦ وَلَوۡ كَرِهَ ٱلۡمُجۡرِمُونَ ٨٢ ﴾ [يونس : ٧٩،  ٨٢]

Fir’aun berkata (kepada pemuka kaumnya): “Datangkanlah kepadaku semua ahli-ahli sihir yang pandai!” Maka tatkala ahli-ahli sihir itu datang, Musa berkata kepada mereka: “Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan.” Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata: “Apa yang kamu lakukan itu, itulah yang sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidak benarannya” Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-yang membuat kerusakan. Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya). (Q.S. Yunus: 79- 82 ) .

﴿ قَالُواْ يَٰمُوسَىٰٓ إِمَّآ أَن تُلۡقِيَ وَإِمَّآ أَن نَّكُونَ أَوَّلَ مَنۡ أَلۡقَىٰ ٦٥ قَالَ بَلۡ أَلۡقُواْۖ فَإِذَا حِبَالُهُمۡ وَعِصِيُّهُمۡ يُخَيَّلُ إِلَيۡهِ مِن سِحۡرِهِمۡ أَنَّهَا تَسۡعَىٰ ٦٦ فَأَوۡجَسَ فِي نَفۡسِهِۦ خِيفَةٗ مُّوسَىٰ ٦٧ قُلۡنَا لَا تَخَفۡ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡأَعۡلَىٰ ٦٨ وَأَلۡقِ مَا فِي يَمِينِكَ تَلۡقَفۡ مَا صَنَعُوٓاْۖ إِنَّمَا صَنَعُواْ كَيۡدُ سَٰحِرٖۖ وَلَا يُفۡلِحُ ٱلسَّاحِرُ حَيۡثُ أَتَىٰ ٦٩ ﴾ [طه: ٦٥،  ٦٩]

(Setelah mereka berkumpul) mereka berkata: “Hai Musa (pilihlah), apakah kamu yang melemparkan (dahulu) atau kamikah orang yang mula-mula melemparkan?” Berkata Musa: “Silahkan kamu sekalian melemparkan”. Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, terbayang kepada Musa seakan-akan ia merayap cepat, lantaran sihir mereka. Maka Musa merasa takut dalam hatinya. Kami berkata: “janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang). Dan lemparkanlah apa yang ada ditangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat. “Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang”. (Q.S. Thaaha: 65- 69 ) .

﴿ وَٱتَّبَعُواْ مَا تَتۡلُواْ ٱلشَّيَٰطِينُ عَلَىٰ مُلۡكِ سُلَيۡمَٰنَۖ وَمَا كَفَرَ سُلَيۡمَٰنُ وَلَٰكِنَّ ٱلشَّيَٰطِينَ كَفَرُواْ يُعَلِّمُونَ ٱلنَّاسَ ٱلسِّحۡرَ وَمَآ أُنزِلَ عَلَى ٱلۡمَلَكَيۡنِ بِبَابِلَ هَٰرُوتَ وَمَٰرُوتَۚ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنۡ أَحَدٍ حَتَّىٰ يَقُولَآ إِنَّمَا نَحۡنُ فِتۡنَةٞ فَلَا تَكۡفُرۡۖ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنۡهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِۦ بَيۡنَ ٱلۡمَرۡءِ وَزَوۡجِهِۦۚ وَمَا هُم بِضَآرِّينَ بِهِۦ مِنۡ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذۡنِ ٱللَّهِۚ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمۡ وَلَا يَنفَعُهُمۡۚ وَلَقَدۡ عَلِمُواْ لَمَنِ ٱشۡتَرَىٰهُ مَا لَهُۥ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ مِنۡ خَلَٰقٖۚ وَلَبِئۡسَ مَا شَرَوۡاْ بِهِۦٓ أَنفُسَهُمۡۚ لَوۡ كَانُواْ يَعۡلَمُونَ ١٠٢ ﴾ [البقرة: ١٠٢]

Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui. (Q.S. Al Baqarah: 102).

﴿ وَٱلصَّٰٓفَّٰتِ صَفّٗا ١ فَٱلزَّٰجِرَٰتِ زَجۡرٗا ٢ فَٱلتَّٰلِيَٰتِ ذِكۡرًا ٣ إِنَّ إِلَٰهَكُمۡ لَوَٰحِدٞ ٤ رَّبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا وَرَبُّ ٱلۡمَشَٰرِقِ ٥ إِنَّا زَيَّنَّا ٱلسَّمَآءَ ٱلدُّنۡيَا بِزِينَةٍ ٱلۡكَوَاكِبِ ٦ وَحِفۡظٗا مِّن كُلِّ شَيۡطَٰنٖ مَّارِدٖ ٧ لَّا يَسَّمَّعُونَ إِلَى ٱلۡمَلَإِ ٱلۡأَعۡلَىٰ وَيُقۡذَفُونَ مِن كُلِّ جَانِبٖ ٨ دُحُورٗاۖ وَلَهُمۡ عَذَابٞ وَاصِبٌ ٩ إِلَّا مَنۡ خَطِفَ ٱلۡخَطۡفَةَ فَأَتۡبَعَهُۥ شِهَابٞ ثَاقِبٞ ١٠ ﴾ [الصافات : ١،  ١٠]

Demi (rombongan) yang ber shaf-shaf dengan sebenar-benarnya dan demi (rombongan) yang melarang dengan sebenar-benarnya (dari perbuatan-perbuatan maksiat), dan demi (rombongan) yang membacakan pelajaran, Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Esa. Tuhan langit dan bumi dan apa yang berada di antara keduanya dan Tuhan tempat-tempat terbit matahari. Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang, dan telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari setiap syaitan yang sangat durhaka, syaitan syaitan itu tidak dapat mendengar-dengarkan (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru. Untuk mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal, akan tetapi barangsiapa (di antara mereka) yang mencuri-curi (pembicaraan); maka ia dikejar oleh suluh api yang cemerlang. (Q.S. Ash- Shaffaat: 1-10) .

﴿ وَإِذۡ صَرَفۡنَآ إِلَيۡكَ نَفَرٗا مِّنَ ٱلۡجِنِّ يَسۡتَمِعُونَ ٱلۡقُرۡءَانَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوٓاْ أَنصِتُواْۖ فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوۡاْ إِلَىٰ قَوۡمِهِم مُّنذِرِينَ ٢٩ قَالُواْ يَٰقَوۡمَنَآ إِنَّا سَمِعۡنَا كِتَٰبًا أُنزِلَ مِنۢ بَعۡدِ مُوسَىٰ مُصَدِّقٗا لِّمَا بَيۡنَ يَدَيۡهِ يَهۡدِيٓ إِلَى ٱلۡحَقِّ وَإِلَىٰ طَرِيقٖ مُّسۡتَقِيمٖ ٣٠ يَٰقَوۡمَنَآ أَجِيبُواْ دَاعِيَ ٱللَّهِ وَءَامِنُواْ بِهِۦ يَغۡفِرۡ لَكُم مِّن ذُنُوبِكُمۡ وَيُجِرۡكُم مِّنۡ عَذَابٍ أَلِيمٖ ٣١ وَمَن لَّا يُجِبۡ دَاعِيَ ٱللَّهِ فَلَيۡسَ بِمُعۡجِزٖ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَيۡسَ لَهُۥ مِن دُونِهِۦٓ أَوۡلِيَآءُۚ أُوْلَٰٓئِكَ فِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٍ ٣٢ ﴾ [الاحقاف: ٢٩،  ٣٢]

Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Quran, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan (nya) lalu mereka berkata: “Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)”. Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan. Mereka berkata: “Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al Quran) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus. Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih. Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata”. (Q.S. Al Ahqaaf: 29- 32).

﴿ يَٰمَعۡشَرَ ٱلۡجِنِّ وَٱلۡإِنسِ إِنِ ٱسۡتَطَعۡتُمۡ أَن تَنفُذُواْ مِنۡ أَقۡطَارِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ فَٱنفُذُواْۚ لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلۡطَٰنٖ ٣٣ فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٣٤ يُرۡسَلُ عَلَيۡكُمَا شُوَاظٞ مِّن نَّارٖ وَنُحَاسٞ فَلَا تَنتَصِرَانِ ٣٥ فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٣٦ ﴾ [الرحمن: ٣٣،  ٣٦]

Hai jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Kepada kamu, (jin dan manusia) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga maka kamu tidak dapat menyelamatkan diri (dari padanya). Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Q.S. Ar Rahman: 33- 36).

﴿ وَإِن يَكَادُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَيُزۡلِقُونَكَ بِأَبۡصَٰرِهِمۡ لَمَّا سَمِعُواْ ٱلذِّكۡرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُۥ لَمَجۡنُونٞ ٥١ وَمَا هُوَ إِلَّا ذِكۡرٞ لِّلۡعَٰلَمِينَ ٥٢ ﴾ [القلم: ٥١،  ٥٢]

Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengar Al Quran dan mereka berkata: “Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila. Dan Al Quran itu tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh umat. (Q.S. Al Qalam: 51- 52).

﴿ أَفَحَسِبۡتُمۡ أَنَّمَا خَلَقۡنَٰكُمۡ عَبَثٗا وَأَنَّكُمۡ إِلَيۡنَا لَا تُرۡجَعُونَ ١١٥ ﴾ [المؤمنون : ١١٥]

Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? (Q.S. Al Mukminun: 115).

Lalu bacalah doa-doa yang diriwayatkan dari Nabi shalallahu alaihi wassalam.

 

 

 

 

Terapi ‘Ain

  • ‘Ain adalah suatu pengaruh buruk yang muncul dari diri orang yang dengki, terkadang menimpa orang yang dimaksud dan terkadang tidak, andai pengaruh buruk tersebut tidak mendapat hambatan dia akan mengenai sasaran, andai orang yang dimaksud memiliki penangkal maka ‘Ain tidak akan menimpanya.
  • ‘Ain yang menimpa manusia disebabkan kedengkian orang yang memiliki ‘Ain, atau dia begitu takjub serta lupa berzikir kepada Allah, maka saat itulah jin mengikutinya.
  • Cara kerja ‘Ain:
  • Orang yang memiliki ‘Ain melepaskan maksudnya kepada seseorang yang diinginkannya tanpa berzikir kepada Allah, maka dalam waktu yang sama jin datang dan meneruskan maksud orang yang memiliki ‘Ain itu untuk membinasakan atau menyakiti orang tersebut dengan seizin Allah, sementara (pada saat yang sama) orang yang dimaksud tidak memiliki benteng diri.
  • Orang yang terkena ‘Ain dalam dua kondisi:
  • Dia mengetahui orang yang melepaskan ‘Ain, maka mintalah orang tersebut untuk mandi dan hendaklah orang yang memiliki ‘Ain itu memenuhi permintaan saudaranya, karena hal itu merupakan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya r, lalu bekas air mandi orang yang melepaskan ‘Ain itu disiramkan ke bagian belakang tubuh orang yang terkena ‘Ain secara sekaligus, dengan izin Allah dia akan sembuh.

عن ابن عباس رضي الله عنهما عن النبي r قال: (( العين حق ولو كان شيء سابق القدر سبقته العين وإذا استغسلتم فاغسلوا)) أخرجه مسلم.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu `anhuma dari Nabi shalallahu alaihi wassalam bersabda: “`Ain benar-benar ada, andaikan ada sesuatu yang dapat mendahului takdir tentulah `Ain akan mendahuluinya, bila salah seorang kalian diminta untuk mandi maka lakukanlah!” HR. Muslim.  [6]

Cara mandi:

عن أبي أمامة بن سهل بن حنيف أن أباه حدثه: أن رسول الله r خرج وساروا معه نحو مكة … فلبط      بسهل، فأتى رسول الله r فقيل له: يا رسول الله هل لك في سهل؟ والله ما يرفع رأسه وما يفيق، قال: هل تتهمون فيه من أحد؟ قالوا: نظر إليه عامر بن ربيعة. فدعا رسول الله r عامرا، فتغيظ عليه، وقال: علام يقتل أحدكم أخاه؟ هلا إذا رأيت ما يعجبك بركت؟! ثم قال له: اغتسل له! فغسل وجهه، ويديه، ومرفقيه، وركبتيه، وأطراف رجليه، وداخلة إزاره في قدح، ثم صب ذلك الماء عليه، يصبه رجل على رأسه، وظهره، من خلفه، ثم يكفئ القدح وراءه، ففعل به ذلك، فراح سهل مع الناس ليس به بأس. أخرجه أحمد وابن ماجه.

Dari Abu Umamah bin Sahal bin Hunaif, ia berkata,” Bapakku Sahal bin Hanif pergi bersama Rasulullah shalallahu alaihi wassalam ke Mekkah … mendadak Sahal jatuh sakit meriang, dan panasnya semakin tinggi, sehingga ia tidak kuasa menggerakkan kepalanya, lalu Rasulullah shalallahu alaihi wassalam diberitahu, beliau bersabda: “Apakah kalian mencurigai seseorang? Para sahabat berkata: ” `Amir bin Rabi`ah,” kemudian Rasulullah shalallahu alaihi wassalam memanggil `Amir, dan memarahinya, seraya bersabda: “Atas dasar apa salah seorang kalian membunuh saudaranya! Kenapa tidak engkau do’akan keberkahan untuknya? “(Hai `Amir), mandilah!” lalu `Amir membasuh wajah, kedua tangan hingga siku, kedua kaki hingga lutut dan membasuh antara pusar dan lutut dalam sebuah bejana, kemudian air bekas mandi tersebut disiramkan ke bagian belakang Sahal (kepala dan punggung) , seketika itu juga Sahal sembuh dan berjalan bersama para shahabat seakan tidak terjadi apa-apa.” [7]

  • Jika tidak diketahui orang yang menularkan ‘Ain, maka lakukan ruqyah terhadap orang yang terkena ‘Ain dengan bacaan Al quran dan do’a-do’a yang diriwayatkan dari Rasulullah t dengan penuh husnuzzan kepada Allah, yakin bahwa yang menyembuhkan hanyalah Allah semata, yakin bahwa Al Quran adalah penawar. Adapun bacaan ruqyah tersebut sebagai berikut:

Surat Al Fatiha, Ayat Kursy, Ayat-ayat terakhir surat Al Baqarah, surat Al Ikhlas, surat Al Falaq dan surat An Naas, lalu ayat-ayat berikut:

﴿ فَإِنۡ ءَامَنُواْ بِمِثۡلِ مَآ ءَامَنتُم بِهِۦ فَقَدِ ٱهۡتَدَواْۖ وَّإِن تَوَلَّوۡاْ فَإِنَّمَا هُمۡ فِي شِقَاقٖۖ فَسَيَكۡفِيكَهُمُ ٱللَّهُۚ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ ١٣٧ ﴾ [البقرة: ١٣٧]

Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu). Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Q.S. Al Baqarah: 137 ) .

﴿ وَإِن يَكَادُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَيُزۡلِقُونَكَ بِأَبۡصَٰرِهِمۡ لَمَّا سَمِعُواْ ٱلذِّكۡرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُۥ لَمَجۡنُونٞ ٥١ ﴾ [القلم: ٥١]

Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengar Al Quran dan mereka berkata: “Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila. (Q.S. Al Qalam 51)

﴿ أَمۡ يَحۡسُدُونَ ٱلنَّاسَ عَلَىٰ مَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضۡلِهِۦۖ فَقَدۡ ءَاتَيۡنَآ ءَالَ إِبۡرَٰهِيمَ ٱلۡكِتَٰبَ وَٱلۡحِكۡمَةَ وَءَاتَيۡنَٰهُم مُّلۡكًا عَظِيمٗا ٥٤ ﴾ [النساء : ٥٤]

“Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia[311] yang Allah telah berikan kepadanya? Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar”. (Q.S. An Nisaa’ 54) .

﴿ وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلۡقُرۡءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٞ وَرَحۡمَةٞ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارٗا ٨٢ ﴾ [الاسراء: ٨٢]

Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. (Q.S. Al Israa’: 82).

﴿ ……. قُلۡ هُوَ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ هُدٗى وَشِفَآءٞۚ ……… ﴾ [فصلت: ٤٤]

Katakanlah: “Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. (Q.S. Fushshilat: 44 ) .

Dan ayat- ayat lainnya.

Kemudian bacalah doa-doa yang diriwayatkan dari Nabi shalallahu alaihi wassalam  diantaranya:

((اَللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، أَذْهِبِ الْبَأْسَ، اِشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِيْ، لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا)) مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.

(Ya Allah, Tuhan manusia hilangkanlah penyakit dan sembuhkanlah, Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan, tiada kesembuhan kecuali kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan rasa sakit)”. Muttafaq ’alaih. [8]

((بِسْمِ اللَّهِ أَرْقِيْكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيْكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنٍ حَاسِدٍ اَللَّهُ يَشْفِيْكَ بِسْمِ اللَّهِ أَرْقِيْكَ )) رَوَاهُ مُسلِمٌ.

(Dengan nama Allah, aku membacakan ruqyah bagimu dari segala yang menyakitimu, dari kejahatan setiap jiwa, atau mata yang dengki. Allah akan menyembuhkanmu. Dengan nama Allah, aku membacakan ruqyah untukmu ). HR. Muslim. [9]

((بِسْمِ اللَّهِ يُبْرِيْكَ، مِنْ كُلِّ دَاءٍ يَشْفِيْكَ، وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ، وَشَرِّ كُلِّ ذِيْ عَيْنٍ)) رَوَاهُ مُسلِمٌ.

(Dengan nama Allah Yang menyembuhkanmu, dari segala penyakit Dia yang menyembuhkanmu, dari kejahatan orang yang dengki, dan dari kejahatan orang memiliki ‘Ain”. HR. Muslim. [10]

((امْسَحِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ، بِيَدِكَ الشِّفَاءُ، لاَ كَاشِفَ لَهُ إِلاَّ أَنْتَ)) أخرجه البخاري.

“Hilangkanlah penyakitnya, ya Allah! Kesembuhan hanya berada di TanganMu, tidak ada yang mampu menghilangkan penyakit kecuali Engkau. HR. Bukhari. [11]

(( أعُوذُ بِكَلِماتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ )) أخرجه البخاري.

(Aku berlindung dengan Kalimat Allah yang maha Sempurna dari setan dan binatang berbahaya dan dari kejahatan ‘Ain ) HR. Bukhari. [12]

 

((أعُوذُ بِكَلِماتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ ، وَعِقَابِهِ، وَشَرِّ عِبَادِهِ، وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ وَأَنْ يَحْضُرُوْنِيْ )) أخرجه أبو داود والترمذي.

(Aku berlindung dengan Kalimat Allah yang maha Sempurna dari murka dan siksaNya dan dari kejahatan hambaNya, dan dari gangguan setan yang mendatangiku) HR. Abu Daud dan Tirmizi . [13]

(( أعُوذُ بِكَلِماتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرّ ما خَلَقَ )) أخرجه مسلم.

((Aku berlindung dengan Kalimat Allah yang maha Sempurna dari segala kejahatan makhluk-Nya). HR. Muslim. [14]

Membaca“Bismillah”3x. Lalu membaca:  أَعُوْذُ بِعِزَّةِ اللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

(Aku berlindung dengan kemuliaan Allah dan kekuasaan-Nya dari keburukan yang kudapatkan dan yang kurasakan dan yang kutakutkan) HR. Muslim. [15]

dibaca 7x sambil meletakkan tangan pada bagian yang sakit:

Membaca sejumlah 7 x: أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيْمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

 (Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Tuhan pemilik Arsy yang agung agar ia menyembuhkanmu),. HR. Abu Daud dan Tarmizi. [16]

 


[1] . muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 5765 dan Muslim no hadist : 2189.

[2] . muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 5681 dan Muslim no hadist : 2205.

[3] . muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 5769 dan Muslim no hadist : 2047.

[4] . muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 5688 dan Muslim no hadist : 2215.

[5] . Hadist hasan, diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist : 3861.

[6] . diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 2188.

[7] . Hadist shahih, diriwayatkan oleh Ahmad no hadist : 16076 dan Ibnu Majah no hadist : 3509.

[8] . muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 5743 dan Muslim no hadist : 2191.

[9] . diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 2186.

[10] . diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 2185.

[11] . diriwayatkan oleh Bukhari  no hadist : 5744.

[12] . diriwayatkan oleh Bukhari  no hadist : 3371.

[13] . Hadist hasan, diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist 3893 dan Tirmizi  no hadist : 3528.

[14] . diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 2709.

[15] . diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 2202.

[16] . Hadist shahih, diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist : 3106 dan Tirmizi no hadist 2083.

 

(والله أعلمُ بالـصـواب)

Download Sumber

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *