Fiqih 04 – Al quran dan Sunnah 28

Doa Dan Zikir Sebagai Pelindung Diri Dari Setan

 Penyakit: jenis dan pengobatannya:

Penyakit ada dua macam; penyakit jiwa dan penyakit jasmani. Penyakit jiwa terbagi dalam dua macam:

  1. Penyakit syubhat. Seperti yang dijelaskan oleh Allah subhanahu wa ta’alatentang orang munafik:

﴿ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٞ فَزَادَهُمُ ٱللَّهُ مَرَضٗاۖ وَلَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمُۢ بِمَا كَانُواْ يَكۡذِبُونَ ١٠ ﴾ [البقرة: ١٠]

Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta. (Q.S. Al Baqarah: 10) .

  1. Penyakit syahwat. Sebagaiman dijelaskan oleh Allah kepada para istri Nabi shalallahu alaihi wassalam:

﴿ …. فَلَا تَخۡضَعۡنَ بِٱلۡقَوۡلِ فَيَطۡمَعَ ٱلَّذِي فِي قَلۡبِهِۦ مَرَضٞ ….. ﴾ [الاحزاب : ٣٢]

Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya. (Q.S. Al Ahzab: 32).

Adapun penyakit raga: yaitu penyakit yang disebabkan bakteri atau virus yang menyerang tubuh.

Terapi penyakit hati hanya diketahui melalui para rasul r, karena hati yang sehat adalah hati ( jiwa ) mengenal Rabb yang menciptakannya melalui Asma, sifat, perbuatan dan syariat-Nya, hati yang lebih mendahulukan keridhaan dan kecintaan-Nya, hati yang menjauhi larangan serta murka-Nya.

Terapi penyakit jasmani ada dua macam:

Pertama: dapat diketahui secara naluri oleh semua makhluk hidup. Hal ini tidak membutuhkan konsultasi kepada dokter. Seperti menanggulangi rasa lapar, haus dan lelah dengan melakukan hal yang sebaliknya.

Kedua: pengobatan yang membutuhkan ilmu dan pendidikan untuk mengetahuinya. Pengobatan ini biasanya melalui obat-obatan medis atau obat-obat yang dijelaskan dalam Al Quran dan sunah, atau gabungan keduanya.

  • Penyakit hati

Hati yang sakit adalah hati yang tidak sehat, menyimpang dari jalan-Nya. Dan hati yang sehat adalah hati mengenal, mencintai dan mengutamakan kebenaran. Maka hati yang sakit bisa jadi disebabkan oleh keraguan akan sebuah kebenaran atau salah dalam memahami suatu argument dan bisa jadi pula disebabkan oleh lebih mendahulukan hal lain daripada kebenaran.

  • Orang-orang munafik mengidap penyakit hati yang disebabkan oleh keraguan dan syubhat.
  • Para pendosa mengidap penyakit syahwat.
  • Jenis lain dari penyakit hati adalah riya’, sombong, merasa diri lebih baik, dengki, angkuh dan ingin menang sendiri dan tinggi hati, ingin mengusai seluruhnya. Sesungguhnya penyakit- penyakit ini masih turunan penyakit syubhat dan syahwat. Semoga Allah memberikan kita kesehatan jiwa dan raga.
  • Mengusir gangguan setan baik jin maupun manusia:
  • Allah memerintahkan dalam menghadapi musuh dari kalangan manusia (hendaklah menghadapinya dengan) lemah- lembut dan berbuat baik kepadanya, semoga dirinya kembali kepada sifat dasarnya yang baik dan akhlak mulia. Sebagaimana Allah subhanahu wa ta’alaberfirman:

﴿ وَلَا تَسۡتَوِي ٱلۡحَسَنَةُ وَلَا ٱلسَّيِّئَةُۚ ٱدۡفَعۡ بِٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُ فَإِذَا ٱلَّذِي بَيۡنَكَ وَبَيۡنَهُۥ عَدَٰوَةٞ كَأَنَّهُۥ وَلِيٌّ حَمِيمٞ ٣٤ وَمَا يُلَقَّىٰهَآ إِلَّا ٱلَّذِينَ صَبَرُواْ وَمَا يُلَقَّىٰهَآ إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٖ ٣٥ ﴾ [فصلت: ٣٤،  ٣٥]

Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar. (Q.S. Fushshilat: 34-35 )

  • Allah memerintahkan kita agar meminta perlindungan-Nya dari musuh berupa setan yang tidak menerima perlakuan baik dari kita, karena sifat dasarnya ingin menyesatkan anak cucu Adam dan memusuhi mereka.

Allah subhanahu wa ta’alaberfirman:

﴿ وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ ٱلشَّيۡطَٰنِ نَزۡغٞ فَٱسۡتَعِذۡ بِٱللَّهِۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ ٣٦ ﴾ [فصلت: ٣٦]

Dan jika syetan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Q.S. Fushshilat: 36).

  • Malaikat dan setan silih berganti mengusai hati manusia seperti silih bergantinya siang dan malam. Di antara manusia ada orang yang malamnya lebih panjang dari siangnya, di antara mereka ada orang yang siangnya lebih panjang dari malamnya, di antara mereka ada orang yang seluruh kehidupannya adalah malam dan diantara mereka ada orang yang seluruh kehidupannya adalah siang.
  • Malaikat memiliki kekuatan dalam jiwa manusia sebagaimana halnya setan. Dan setiap kali Allah memerintahkan kepada suatu hal bagi manusia maka setan selalu menebar perangkapnya, berupa penyakit sikap ghuluw, melampaui batas, kelalaian dan pelakasanaan secara tidak sempurna.
  • Permusuhan setan terhadap anak cucu Adam:
  • Allah memberikan tiga nikmat utama kepada makhluk (jin dan manusia) yang dibebankan hukum taklif, yaitu: akal, agama dan kebebasan menentukan pilihan.

Iblis adalah makhluk pertama yang menyalahgunakan nikmat di atas dengan menentang perintah Rabbnya. Lalu Iblis meminta diberi umur panjang hingga hari kiamat guna menggunakna nikmat tersebut untuk menyesatkan anak cucu Adam, dan memperindah maksiat sehingga mereka mau mengikutinya ke neraka.

 

Allah subhanahu wa ta’alaberfirman:

﴿ إِنَّ ٱلشَّيۡطَٰنَ لَكُمۡ عَدُوّٞ فَٱتَّخِذُوهُ عَدُوًّاۚ إِنَّمَا يَدۡعُواْ حِزۡبَهُۥ لِيَكُونُواْ مِنۡ أَصۡحَٰبِ ٱلسَّعِيرِ ٦ ﴾ [فاطر: ٦]

“Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala“. (Q.S. Faathir: 6)

Allah subhanahu wa ta’alaberfirman:

﴿ …….. إِنَّ ٱلشَّيۡطَٰنَ لِلۡإِنسَٰنِ عَدُوّٞ مُّبِينٞ ٥ ﴾ [يوسف: ٥]

“Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia“.                  (Q.S. Yusuf: 5)

عن جابر t قال: سمعت رسول الله r يقول: (( إن عرش إبليس على البحر فيبعث سراياه فيفتنون الناس، فأعظمهم عنده أعظمهم فتنة)) أخرجه مسلم.

Dari Jabir t berkata: aku mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda: “Sesungguhnya singgasana Iblis berada di lautan. Lalu dia mengirim pasukannya untuk menyesatkan manusia, maka prajurit yang paling di sisi Iblis adalah yang paling menyesatkan manusia“. H.R. Muslim. [1].

 

  • Bentuk- bentuk permusuhan setan:
  • Permusuhan setan terhadap manusia sangat beragam baik dalam bentuk dan rupa, di antara yang ditunjukkannya terhadap bani Adam adalah:

Menyesatkan anak cucu Adam dengan membuat indah (dalam pendangan mereka) suatu kejahatan dan dosa, kemudian setan berlepas tangan dari mereka.

Menyesatkan anak cucu Adam dengan menebar perasaan was-was dalam beramal.

Menyesatkan anak cucu Adam dengan mengumbar janji- janji dan harapan dan mengganggu hubungan sesama manusia.

Mendorong manusia untuk melakukan maksiat dan seluruh perbuatan haram.

Setan selalu siaga setiap manusia ingin melakukan kebajikan dengan menghalangi, melamperlambat, menghadang serta menakut-nakuti manusia jika terus melakukan kebajikan.

Setan berusaha menghasut sesama manusia dan memunculkan permusuhan dan kebencian sesama mereka.

Setan berusaha membangkitkan iri dan dengki di hati manusia.

Menyakiti manusia dengan berbagai kejahatan dan penyakit serta memalingkan manusia dari jalan Allah semampunya.

Setan mengencingi telinga seorang muslim saat dia tidur hingga tertidur sampai pagi, serta membuat ikatan di kepala manusia yang membuatnya tidak terjaga di waktu malam.

Maka barangsiapa yang mendengarkan, mentaati serta tunduk terhadap setan sesungguhnya dia telah berada di barisan setan, di mana di hari kiamat nanti akan dikumpulkan bersamanya di neraka. Dan barangsiapa yang mentaati Rabbnya, menentang setan maka dia akan dilindungi darinya dan Allah akan memasukkannya ke surga.

Allah subhanahu wa ta’alaberfirman:

﴿ ٱسۡتَحۡوَذَ عَلَيۡهِمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ فَأَنسَىٰهُمۡ ذِكۡرَ ٱللَّهِۚ أُوْلَٰٓئِكَ حِزۡبُ ٱلشَّيۡطَٰنِۚ أَلَآ إِنَّ حِزۡبَ ٱلشَّيۡطَٰنِ هُمُ ٱلۡخَٰسِرُونَ ١٩ ﴾ [المجادلة: ١٩]

“Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi“. (Q.S. Al Mujadilah: 19).

Allah subhanahu wa ta’alaberfirman:

﴿ قَالَ ٱذۡهَبۡ فَمَن تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ فَإِنَّ جَهَنَّمَ جَزَآؤُكُمۡ جَزَآءٗ مَّوۡفُورٗا ٦٣ وَٱسۡتَفۡزِزۡ مَنِ ٱسۡتَطَعۡتَ مِنۡهُم بِصَوۡتِكَ وَأَجۡلِبۡ عَلَيۡهِم بِخَيۡلِكَ وَرَجِلِكَ وَشَارِكۡهُمۡ فِي ٱلۡأَمۡوَٰلِ وَٱلۡأَوۡلَٰدِ وَعِدۡهُمۡۚ وَمَا يَعِدُهُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ إِلَّا غُرُورًا ٦٤ إِنَّ عِبَادِي لَيۡسَ لَكَ عَلَيۡهِمۡ سُلۡطَٰنٞۚ وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ وَكِيلٗا ٦٥ ﴾ [الاسراء: ٦٣،  ٦٥]

“Tuhan berfirman: “Pergilah, barangsiapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahannam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup. Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, kamu tidak dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhan-mu sebagai Penjaga”. (Q.S. Al Israa’: 63 – 65) .

عن سبرة بن أبي فاكهt قال سمعت رسول الله t يقول: ((إن الشيطان قعد لابن آدم بأطرقه فقعد له بطريق الإسلام، فقال: تسلم وتذر دينك ودين آبائك وآباء أبيك فعصاه فأسلم. ثم قعد له بطريق الهجرة فقال: تهاجر وتدع أرضك وسماءك وإنما مثل المهاجر كمثل الفرس في الطول فعصاه فهاجر. ثم قعد له بطريق الجهاد فقال تجاهد فهو جهد النفس والمال فتقاتل فتقتل فتنكح المرأة ويقسم المال فعصاه فجاهد. فقال رسول الله: فمن فعل ذلك كان حقا على الله عز وجل أن يدخله الجنة … )) أخرجه أحمد والنسائي.

Dari Saburah bin Abi Fakih t berkata: “Aku mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda: “Sesungguhnya setan duduk (menghalangi) manusia pada jalannya dia menghalanginya memluk Islam, dia membisikkan: “Kenapa engkau masuk Islam dan meninggalkan agamamu dan agama nenek-moyang mu? Maka hamba tersebut menentang bisikan setan itu lalu dia masuk Islam. Kemudian setan duduk (menghalangi manusia) di jalan hijrah seraya membisikkan: “Tidak ada gunanya bagimu berhijrah dan meniggalkan negrimu dan rumahmu, perumpamaan orang yang berhijrah bagaikan kuda yang dicocok hidungnya. Maka hamba tersebut menentang bisikan setan dan dia tetap berhijrah. Kemudian setan duduk ((menghalangi manusia) di jalan jihad seraya membisikkan: “Tidak ada gunanya engkau berjihad,  hal itu hanya menghabiskan harta dan jiwa, seandainya engkau terbunuh istrimu akan dinikahi orang dan hartamu akan diambil ahli waris. Maka hamba tersebut menentang bisikan setan itu dan pergi berjihad.

Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda: “Maka barangsiapa yang terus melakukan kebajikan niscaya Allah mesti memasukkannya ke dalam surga …”. H.R. Ahmad dan Nasa’i. [2]

 

  • Jalan- jalan setan:
  • Arah jalan yang ditempuh oleh setan (dalam menggoda manusia) ada empat: Arah kanan, kiri, depan dan belakang. Jalan manapun yang akan ditempuh manusia di sana ada setan yang siap menghadang.
  • Jika seseorang ingin menempuh jalan ketaatan maka dia mendapatkan setan memperlambat serta menghalangi langkahnya.
  • Dan jika dia menempuh jalan maksiat niscaya dia mendapatkan setan mendukung, mendorong serta menganjurkannya.

Allah subhanahu wa ta’alaberfirman:

﴿ قَالَ فَبِمَآ أَغۡوَيۡتَنِي لَأَقۡعُدَنَّ لَهُمۡ صِرَٰطَكَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ ١٦ ثُمَّ لَأٓتِيَنَّهُم مِّنۢ بَيۡنِ أَيۡدِيهِمۡ وَمِنۡ خَلۡفِهِمۡ وَعَنۡ أَيۡمَٰنِهِمۡ وَعَن شَمَآئِلِهِمۡۖ وَلَا تَجِدُ أَكۡثَرَهُمۡ شَٰكِرِينَ ١٧ ﴾ [الاعراف: ١٦،  ١٧]

Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). (Q.S. 16- 17).

 

  • Pintu- pintu masuk bagi setan:

Setan masuk ke dalam tubuh manusia melalui tiga pintu: syahwat, marah dan hawa nafsu.

Syahwat kebinatangan menyebabkan manusia menganiaya dirinya sendiri, di antara akibatnya adalah sesorang besifat tamak dan bakhil.

Marah buas, ini suatu penyakit yang lebih berbahya dari syahwat. Yang menyebabkan seseorang menganiaya dirinya dan orang lain. Diantara akibatnya adalah merasa tinggi hati dan sombong.

Nafsu (karena tipu daya) setan, penyakit ini lebih berbahaya daripada marah. Yang menyebabkan seseorang berbuat melampaui batas hingga terhadap Rabbnya dalam bentuk kesyirikan dan kekufuran. Di antara akibatnya adalah terjadinya kekufuran dan bid’ah.

Dosa yang sering terjadi pada makhluk adalah dosa yang disebabkan karena sifat kebinatangan dan dari pintu ini dia terjerumus ke pintu-pintu yang lain.

 

  • Langkah-langkah setan:

Seluruh bentuk kejahatan di muka bumi ini penyebab utamanya adalah setan melalui tipu dayanya yang dapat disimpulkan dalam tujuh langkah. Setan selalu menapakinya sampai seorang terjerumus ke dalam salah satu perangkapnya.

  • Dosa terbesar yang sangat diinginkan setan untuk dilakukan oleh manusia adalah syirik, kafir serta menentang Allah dan rasul-Nya r.
  • Jika hal itu tidak berhasil maka setan masuk ke langkah berikutnya yaitu bid’ah.
  • Jika tidak berhasil, maka setan menjerumuskannya agar dia melakukan salah satu dosa besar.
  • Jika tidak mampu maka dia berusaha menjerumuskan manusia untuk melakukan dosa-dosa kecil.
  • Jika tidak berhasil maka dia berusaha menyibukkan orang tersebut dengan hal yang mubah, yang tidak ada pahala dan siksa dengan melakukannya sehingga orang itu lalai melakukan hal- hal yang wajib.
  • Jika tidak berhasil dia berusaha menyibukkan orang tersebut untuk melakukan hal- hal yang sunat yang menyebabkan orang tersebut lalai melakukan hal- hal yang fardhu.
  • Jika cara ini juga tidak berhasil, maka setan mengerahkan seluruh pasukannya untuk mengusai orang tersebut dengan berbagai gangguan dan penindasan.
  • Seorang mukmin selalu berjuang melawan setiap godaan sehingga dia wafat dan brtemu Allah. Semoga Allah memberi keistiqamahan dan inayah-Nya kepada kita.
  • Perlindungan diri dari gangguan setan:
  • Seorang hamba selayaknya membentengi diri dari gangguan setan dengan pertahanan yang telah dijelaskan dalam Al Quran dan hadist–hadist shahih berupa doa dan zikir. Karena Al Quran dan hadist adalah penawar, rahmat, petunjuk serta perlindungan dari kejahatan di dunia dan akhirat–dengan izin Allah I.
  • Diantara bentuk pertahanan tersebut adalah:
  • Pertahanan pertama: Isti’azah kepada Allah Yang Maha Besar (yaitu dengan membaca: A’uzubillah). Allah telah memerintahkan Rasul-Nya untuk memohon perlindungan kepada-Nya dalam setiap kondisi, khususnya saat hendak membaca Al quran, saat marah, saat was- was dan saat bermimpi buruk.

Allah subhanahu wa ta’alaberfirman:

﴿ وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ ٱلشَّيۡطَٰنِ نَزۡغٞ فَٱسۡتَعِذۡ بِٱللَّهِۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ ٣٦ ﴾ [فصلت: ٣٦]

Dan jika syetan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Q.S. Fushshilat: 36 ) .

Allah subhanahu wa ta’alaberfirman:

﴿ فَإِذَا قَرَأۡتَ ٱلۡقُرۡءَانَ فَٱسۡتَعِذۡ بِٱللَّهِ مِنَ ٱلشَّيۡطَٰنِ ٱلرَّجِيمِ ٩٨ إِنَّهُۥ لَيۡسَ لَهُۥ سُلۡطَٰنٌ عَلَى ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَلَىٰ رَبِّهِمۡ يَتَوَكَّلُونَ ٩٩ ﴾ [النحل: ٩٨،  ٩٩]

“Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk. Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya. (Q.S. An Nahl: 98 – 99 ).

  • Pertahanan kedua: Membaca bismillah. Bismillah menghalangi setan ikut serta saat seseorang makan, minum, bersenggama, masuk rumah dan dan seluruh kondisinya.

عن جابر  t قال: سمعت رَسُول اللَّهِ r يقول: (إذا دخل الرجل بيته، فذكر اللَّه –تعالى- عند دخوله، وعند طعامه، قال الشيطان لأصحابه: لا مبيت لكم ولا عشاء، وإذا دخل فلم يذكر اللَّه –تعالى- عند دخوله، قال الشيطان: أدركتم المبيت، وإذا لم يذكر اللَّه –تعالى- عند طعامه، قال: أدركتم المبيت والعشاء) رَوَاهُ مُسلِمٌ.

Dari Jabir t berkata: “Aku mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda: “Apabila seorang lelaki memasuki rumahnya lalu mengucapkan ” bismillah” ketika masuk, dan ketika makan, syetan berkata kepada teman-temannya: “Kalian tidak mendapatkan tempat menginap dan makan malam”, namun apabila ia masuk rumahnya dan tidak mengucapkan “bismillah” maka syetan berkata: “Kalian mendapatkan tempat menginap”, lalu apabila ia tidak mengucapkan “bismillah” ketika makannya, syetan berkata: “Kalian telah mendapatkan tempat menginap dan makan”. HR. Muslim. [3]

عن ابن عباس t عن النبي r قال: (لو أن أحدكم إذا أتى أهله؛ قال: بِسْمِ اللَّهِ اَللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا؛ فقضي بينهما ولد؛ لم يضره الشيطان أبدا) مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.

Dari Ibnu Abbas t dari Nabi shalallahu alaihi wassalam bersabda: “Jika salah seorang kalian mendatangi isterinya (bersetubuh) lalu ia mengucapkan  :

بِسْمِ اللَّهِ اَللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

(Ya Allah, jauhkanlah kami dari syetan, dan jauhkanlah syetan dari rezki yang akan Engkau berikan kepada kami), lalu ditakdirkan dari hubungan tersebut lahirnya seorang anak baginya, syetan tidak akan bisa menimpakannya kemudharatan selamanya”. Muttafaq ’alaih. [4]

Pertahanan ketiga: Membaca mu’awwizatain saat hendak tidur, setelah shalat, saat sakit dan lain-lain. Mu’awwizatain adalah surat Al Falaq dan An Naas:

﴿ قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلۡفَلَقِ ١ ﴾ [الفلق: ١]

Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, (Q.S. Al Falaq: 1)

﴿ قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ ١ ﴾ [الناس: ١]

Katakanlah: “Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. (Q.S. An Naas: 1)

عن عقبة بن عامر t قال: بينا أنا أسير مع رسول الله r بين الجحفة والأبواء إذ غشيتنا ريح وظلمة شديدة، فجعل رسول الله r يتعوذ بـ ﴿ قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلۡفَلَقِ ١ ﴾ و ﴿ قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ ١ ﴾ ويقول: ((يا عقبة تعوذ بهما، فما تعوذ بهما متعوذ بمثلهما)) قال: وسمعته يؤمنا بهما في الصلاة. أخرجه أحمد وأبو داود.

Dari Uqbah bin ‘Amir t berkata: saat aku berjalan bersama Rasulullah shalallahu alaihi wassalam antara Juhfah dan Abwa’ malam itu angin bertiup kencang dan gelap gulita. Maka Rasulullah shalallahu alaihi wassalam memohon perlindungan Allah dengan membaca surat Al Falaq:

﴿ قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلۡفَلَقِ ١ ﴾ [الفلق: ١]

Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, (Q.S. Al Falaq: 1)

Dan surat An Naas:

﴿ قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ ١ ﴾ [الناس: ١]

Katakanlah: “Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. (Q.S. An Naas: 1)

Lalu bersabda: Hai Uqbah mohonlah perlindungan Allah dengan membaca dua surat tersebut, karena tidak ada cara berlindung yang menyamai keduanya”.

Uqbah berkata: “Aku mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wassalam membacanya saat mengimami shalat. H.R. Ahmad dan Abu Daud. [5]

  • Pertahan keempat: Membaca ayat Kursy:

عن أبي هريرة t  قال: وكلني رَسُول اللَّهِ r بحفظ زكاة رمضان، فأتاني آت فجعل يحثو من الطعام فأخذته فقلت: لأرفعنك إلى رَسُول اللَّهِ r فقال: إذا أويت إلى فراشك فاقرأ آية الكرسي: ﴿ ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡحَيُّ ٱلۡقَيُّومُۚ ….. ﴾ ؛ فإنك لن يزال عليك من اللَّه حافظ، ولا يقربك شيطان حتى تصبح … قال النبي r: ( أما إنه قد صدقك، وهو كذوب، ذاك شيطان). رواه البخاري .

 

Dari Abu Hurairah t berkata: “Rasulullah shalallahu alaihi wassalam  mempercayakanku menjaga harta zakat bulan Ramadhan, lalu ada seseorang yang datang meraup makanan maka aku mengangkapnya dan berkata: “Demi Allah, engkau akan kuadukan kepada Rasulullah r”, ia berkata: “Bila engkau hendak berada di atas tempat tidurmu, bacalah ayat kursi:

﴿ ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡحَيُّ ٱلۡقَيُّومُۚ ….. ﴾ [البقرة: ٢٥٥]

(Allah yang tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (mahluk-Nya)…hingga akhir ayat, sesungguhnya engkau selalu berada di dalam penjagaan Allah dan syetan tidak akan mendekatimu hingga waktu pagi”, maka Nabi shalallahu alaihi wassalam bersabda: “Sesungguhnya dia berkata jujur kepadamu dalam hal ini, padahal dia adalah seorang pendusta, Itulah syetan”. HR. Bukhari. . [6]

Pertahanan kelima: Membaca dua ayat terakhir surat Al Baqarah yaitu:

﴿ ءَامَنَ ٱلرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيۡهِ مِن رَّبِّهِۦ وَٱلۡمُؤۡمِنُونَۚ ………. ﴾ [البقرة: ٢٨٥]

عن أبي مسعود البدري t قال: قال رسول الله r:  (من قرأ بالآيتين من آخر سورة البقرة في ليلة كفتاه) مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.

Dari Abu Mas’ud Al Badri t berkata: Rasulullah shalallahu alaihi wassalam  bersabda:  “Barangsiapa yang membaca dua ayat terakhir surat Al Baqarah di suatu malam, maka hal itu cukuplah baginya (sebagai pelindung dari kejahatan)”. Muttafaq ’alaih. [7]

  • Pertahanan keenam: Membaca surat Al Baqarah:

عن أبي هريرة  t أن رَسُول اللَّهِ r قال: ((لا تجعلوا بيوتكم مقابر إن الشيطان ينفر من البيت الذي تقرأ فيه سورة البقرة)) أخرجه مسلم.

Dari Abu Hurairah t bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda: “Janganlah kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan, sesungguhnya setan lari dari rumah yang di dalamnya di baca surat Al Baqarah”. H.R. Muslim .[8]

  • Pertahanan ketujuh: Banyak berzikir, membaca Al quran, bertasbih, bertahmid, bertakbir dan bertahlil.

عن أبي هريرة  t أن رَسُول اللَّهِ r قال: (من قال لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، في يوم مائة مرة كانت له عدل عشر رقاب، وكتبت له مائة حسنة، ومحيت عنه مائة سيئة، وكانت له حرزاً من الشيطان يومه ذلك حتى يمسي، ولم يأت أحد بأفضل مما جاء به؛ إلا رجل عمل أكثر من ذلك) متق عليه.

Dari Abu Hurairah t bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda: “Siapa yang mengucapkan:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

(Tiada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya  melainkan Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, semua kerajaan adalah milik-Nya, dan bagi-Nya segala pujian dan Dia berkuasa terhadap segala sesuatu) dalam satu hari seratus kali, niscaya diberikan baginya pahala sebanding dengan memerdekakan sepuluh orang budak, dan ditulis untuknya seratus kebajikan, dihapuskan darinya seratus keburukan, dan ia terlindungi dari syetan di hari itu hingga sore dan tidak seorangpun yang lebih utama daripada dirinya kecuali seseorang yang mengamalkan lebih banyak darinya”. Muttafaq alaih. [9]

  • Pertahanan kedelapan: Membaca do’a saat keluar rumah.

عن أنس بن مالك  t أن النبي r قال: (إذا خرج الرجل من بيته فقال: بِسْمِ اللَّهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ. يقال له: هديت وكفيت ووقيت، فتنحى له الشيطان، فيقول له شيطان آخر: كيف لك برجل قد هدي وكفي ووقي). رواه أبو داود والترمذي.

Dari Anas bin Malik t bahwa Nabi shalallahu alaihi wassalam  bersabda: “Apabila seseorang  keluar dari rumahnya lalu mengucapkan :

بِسْمِ اللَّهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ

(Bismillah aku bertawakal kepada Allah dan tidak ada daya dan upaya kecuali dengan Allah) akan dikatakan kepadanya “Engkau telah ditunjuki, dan telah dicukupi, dan telah dijaga dan syetan menjauh darinya, dan setan yang lain berkata kepadanya: Bagaimana mungkin engkau bisa menggoda seseorang yang telah ditunjuki, dan telah dicukupi, dan telah dijaga”. HR Abu Daud, Tarmizi. [10]

  • Pertahanan kesembilan: berdo’a saat singgah di suatu tempat.

عن خولة بنت حكيم t قالت سمعت رَسُول اللَّهِ r يقول: (إذا نزل أحدكم منزلاً فليقل: أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ، فإنه لا يضره شيء حتى يرتحل منه) رَوَاهُ مُسلِمٌ.

Dari Khaulah binti Hakim t berkata: “Aku mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda: “Apabila salah seorang kamu singgah di suatu tempat maka ucapkanlah:

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

(Aku berlindung dengan kalam Allah yang sempurna dari kejahatan mahluk-Nya), niscaya dia tidak akan terkena gangguan apapun sehingga dia meninggalkan tempat tersebut”. HR. Muslim. . [11]

  • Pertahanan kesepuluh: Menahan menguap dan meletakkan tangan di mulut.

عن أبي سعيد الخدري t قال: قال رَسُول اللَّهِ r: ( إذا تثاءب أحدكم؛ فليمسك بيده على فيه؛ فإن الشيطان يدخل) رَوَاهُ مُسلِمٌ.

Dari Abu Sa’id Al Khudri t berkata: “Rasulullah shalallahu alaihi wassalam  bersabda: “Apabila salah seorang kalian menguap, maka tahanlah dengan meletakkan tangan pada mulut karena sesungguhnya syetan berusaha masuk”. HR. Muslim. [12]

عن أبي هريرة t أن رسول الله r قال: (التثاؤب من الشيطان، فإذا تثاءب أحدكم فليكظم ما استطاع) متفق عليه.

Dari Abu Hurairah t bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda: “menguap itu berasal dari syetan maka apabila salah seorang kamu menguap hendaklah menahan semampunya”. Muttafaq alaih. [13]

 

 

 

  • Pertahanan kesebelas: azan

عن أبي هريرة t أن رَسُول اللَّهِ r قال: (إذا نودي بالصلاة، أدبر الشيطان، وله ضراط حتى لا يسمع التأذين، فإذا قضي النداء، أقبل حتى إذا ثوب للصلاة أدب، حتى إذا قضي التثويب، أقبل حتى يخطر بين المرء ونفسه، يقول: اذكر كذا! واذكر كذا! لما لم يذكر من قبل، حتى يظل الرجل ما يدري كم صلى؟!) مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.

Dari Abu Hurairah t berkata: “Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda: “Bila azan shalat dikumandangkan syetan lari dengan mengeluarkan kentut sehingga seseorang  tidak mendengar suara azan, dan apabila azan selesai dikumandangkan syetan datang kembali hingga apabila iqomat dikumandangkan syetan kembali lari hingga apabila iqomat selesai syetan datang lagi kemudian mengganggu  pikiran orang  yang sedang shalat, dia berkata: “Ingat ini, ingat itu”, sesuatu yang tidak pernah dia ingat sebelumnya sehingga seorang lelaki tidak tahu berapa rakaatkah dia shalat”. Muttafaq ’alaih. [14]

  • Pertahanan kedua belas: Membaca do’a memasuki masjid

عن عقبة قال: حدثنا عبد الله بن عمرو رضي الله عنهما عن النبي r أنه كان إذا دخل المسجد قال: (( أَعُوْذُ بِاللهِ الْعَظِيْمِ، وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ، وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ، مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ )) قال: أقط ؟ قلت: نعم، قال: فإذا قال ذلك قال الشيطان: حفظ مني سائر اليوم. أخرجه أبو داود.

Dari Uqbah, dia berkata: Abdullah bin Amru radhiyallahu `anhuma menceritakan kepada kami dari Nabi shalallahu alaihi wassalam bahwa beliau saat memasuki masjid membaca:

أَعُوْذُ بِاللهِ الْعَظِيْمِ، وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ، وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ، مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

“Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung, dengan wajah-Nya Yang Mulia dan kekuasaan-Nya yang abadi, dari setan yang terkutuk”.  Uqbah berkata: “Apakah cukup itu saja? Abdullah berkata: “Ya”. Abdullah berkata: “Barangsiapa yang membacanya maka setan akan berkata: “Orang ini terlindungi dari gangguanku sepanjang hari ini”. HR. Abu Daud. [15]

 

  • Pertahanan ketiga belas: Membaca doa keluar masjid.

عن أبي هريرة t أن رسول الله r قال: ((إذا دخل أحدكم المسجد فليسلم على النبي r وليقل:  اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ وإذا خرج فليسلم على النبي r وليقل: اَللَّهُمَّ اعْصِمْنِيْ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم))ِ. أخرجه ابن ماجه.

Dari Abu Hurairah t bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda: ” Apabila salah seorang di antara kalian memasuki masjid maka ucapkanlah shalawat kepada Nabi dan ucapkan:

اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Ya Allah , bukalah pintu-pintu rahmat-Mu untukku.

Dan bila keluar maka ucapkanlah shalawat kepada Nabi shalallahu alaihi wassalam dan ucapkan:

اَللَّهُمَّ اعْصِمْنِيْ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ.

Ya Allah, lindungilah aku dari godaan setan yang terkutuk”. HR. Ibnu Majah. [16]

  • Perlindungan keempat belas: Berwudhu dan shalat terutama saat marah atau syahwat sedang membara. Karena wudhu sangat ampuh meredam marah dan gejolak syahwat.
  • Perlindungan kelima belas: Mentaati Allah dan Rasulullah r, menghindari banyak bicara, memandang hal yang haram, makan yang banyak dan banyak bergaul.
  • Pertahanan keenam belas: Membersihkan rumah dari gambar, foto, patung, anjing dan lonceng.

عن أبي هريرة t قال : قال رَسُول اللَّهِ r: ((لا تدخل الملائكة بيتا فيه تماثيل أو تصاوير)) أخرجه مسلم.

Dari Abu Hurairah t berkata: Rasulullah shalallahu alaihi wassalam  bersabda: “Malaikat tidak akan masuk ke rumah yang di dalamnya terdapat patung atau gambar “. HR. Muslim. [17]

عن أبي هريرة t قال: قال رَسُول اللَّهِ r: (لا تصحب الملائكة رفقة؛ فيها كلب أو جرس) رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

Dari Abu Hurairah t berkata:  “Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda: “Para malaikat tidak menyertai suatu rombongan yang disertai anjing atau lonceng”. HR. Muslim. [18]

  • Pertahanan ketujuh belas: Menghindari tempat berdiamnya jin dan setan yaitu pada reruntuhan rumah dan tempat-tempat najis, seperti: Jamban, tempat pembuangan sampah, dan tempat yang tidak dihuni, seperti gurun, tepian pantai yang jauh dari pemukiman, kandang unta dan lain-lain.

[1] . diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 2813.

[2] . Hadist shahih diriwayatkan oleh Ahmad no hadist: 16054 dan Nasa’i no hadist : 3134.

[3] . diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 2018.

[4] . muttafaq alaih, diriwayatkan oleh Bukhari no hadist: 7396 dan  Muslim no hadist : 1432.

[5] . Hadist shahih, diriwayatkan oleh Ahmad no hadist : 17483 dan Abu Daud no hadist: 1463.

[6] . diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 5010.

[7] . muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 4008 dan Muslim no hadist : 807.

[8] . diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 780.

[9] . muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 6403 dan Muslim no hadist : 2691.

[10] . Hadist shahih, diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist : 5095 dan Tirmizi  no hadist 3426.

[11] . diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 2708.

[12] . diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 2995.

[13] . muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 6223 dan Muslim no hadist : 2994.

[14] . muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 608 dan Muslim no hadist : 389.

[15] . Hadist shahih, diriwayatkan oleh Abu Daud no hadist : 466.

[16] . Hadist shahih, diriwayatkan Ibnu Majah no hadist 773.

[17] . diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 2112.

[18] . diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 2113.

 

(والله أعلمُ بالـصـواب)

Download Sumber

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *